<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bebaskan Satu Terduga Teroris di Batam</title><description>Setelah diperiksa intensif selama 24 jam, salah satu terduga teroris Muhammad Tegar (20)  dipulangkan oleh polisi lantaran tak terbukti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam"/><item><title>Polisi Bebaskan Satu Terduga Teroris di Batam</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam</guid><pubDate>Minggu 07 Agustus 2016 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Gusti Yennosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam-QwmFFvMwiv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/07/340/1457021/polisi-bebaskan-satu-terduga-teroris-di-batam-QwmFFvMwiv.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>BATAM &amp;ndash; Setelah diperiksa intensif selama 24 jam, salah satu terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Muhammad Tegar (20) dipulangkan lantaran tak terbuki sebagai anggota kelompok Gigih. Dia diamankan pada, Jumat 5 Agustus 2016 pagi di wilayah Batam, Kepulauan Riau.
Tegar menjelaskan, dari awal penangkapan petugas sudah memberikan perlakuan yang berbeda antara dirinya dengan terduga teroris Hadi Gusti Yanda, yang juga merupakan temannya sejak duduk di bangku SMP.
&amp;ldquo;Saat dibawa menuju Mako Brimob Polda Kepri matanya ditutup dengan menggunakan kain. Saya dibawa sebagai saksi mata terkait temannya yang bernama Hadi Gusti Yanda,&amp;rdquo; kata Tegar saat ditemui di kediamannya, Sabtu (6/8/2016).
Tegar mengakui jika, dirinya pernah beberapa kali diajak oleh Hadi untuk berjihad. Jadi yang mulai mengalami perubahan pandangan tentang islam diketahui Tegar terjadi saat mereka masih duduk dibangku SMK, setahun lalu.
&amp;ldquo;Dia (Hadi) juga pernah mengajak melakukan perckapan dengan angota teroris lainnya melalui media internet,&amp;rdquo; ungkapnya.
Hadi, dikatakan Tegar juga kerap bercerita tentang berbagai rencana jihad, termasuk peluncuran bom roket ke Marina Bay, Singapura yang dijadwalkan pada penguhujung tahun 2016 nanti.
Selain itu, Hadi juga bercerita rencana kelompoknya untuk melakukan pengeboman dibeberapa tempat di Batam diantaranya di Mal dan Pelabuhan Ferry Internasional.
&amp;ldquo;Saya tidak pernah menanggapi cerita Hadi tentang jihad tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.
Sementara itu, kedua orang tua Muhammad Tegar berharap agar pihak kepolisian dapat mengklarifikasi mengenai penangkapan terhadap anaknya. Hal itu, agar anaknya dapat kembali diterima oleh masyarakat tanpa harus terbebani  dengan sebutan terduga teroris. (fas)</description><content:encoded>BATAM &amp;ndash; Setelah diperiksa intensif selama 24 jam, salah satu terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Muhammad Tegar (20) dipulangkan lantaran tak terbuki sebagai anggota kelompok Gigih. Dia diamankan pada, Jumat 5 Agustus 2016 pagi di wilayah Batam, Kepulauan Riau.
Tegar menjelaskan, dari awal penangkapan petugas sudah memberikan perlakuan yang berbeda antara dirinya dengan terduga teroris Hadi Gusti Yanda, yang juga merupakan temannya sejak duduk di bangku SMP.
&amp;ldquo;Saat dibawa menuju Mako Brimob Polda Kepri matanya ditutup dengan menggunakan kain. Saya dibawa sebagai saksi mata terkait temannya yang bernama Hadi Gusti Yanda,&amp;rdquo; kata Tegar saat ditemui di kediamannya, Sabtu (6/8/2016).
Tegar mengakui jika, dirinya pernah beberapa kali diajak oleh Hadi untuk berjihad. Jadi yang mulai mengalami perubahan pandangan tentang islam diketahui Tegar terjadi saat mereka masih duduk dibangku SMK, setahun lalu.
&amp;ldquo;Dia (Hadi) juga pernah mengajak melakukan perckapan dengan angota teroris lainnya melalui media internet,&amp;rdquo; ungkapnya.
Hadi, dikatakan Tegar juga kerap bercerita tentang berbagai rencana jihad, termasuk peluncuran bom roket ke Marina Bay, Singapura yang dijadwalkan pada penguhujung tahun 2016 nanti.
Selain itu, Hadi juga bercerita rencana kelompoknya untuk melakukan pengeboman dibeberapa tempat di Batam diantaranya di Mal dan Pelabuhan Ferry Internasional.
&amp;ldquo;Saya tidak pernah menanggapi cerita Hadi tentang jihad tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.
Sementara itu, kedua orang tua Muhammad Tegar berharap agar pihak kepolisian dapat mengklarifikasi mengenai penangkapan terhadap anaknya. Hal itu, agar anaknya dapat kembali diterima oleh masyarakat tanpa harus terbebani  dengan sebutan terduga teroris. (fas)</content:encoded></item></channel></rss>
