<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Snack &quot;Bikini&quot; Beredar,  Pengawasan Obat dan Makanan Harus Dimaksimalkan</title><description>Komisi VI DPR RI menilai lemahnya pengawasan terhadap produk obat-obatan dan makanan menjadi penyebab beredarnya snack &quot;bikini&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan"/><item><title>Snack &quot;Bikini&quot; Beredar,  Pengawasan Obat dan Makanan Harus Dimaksimalkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2016 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan-rzFMiGaOgN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/09/519/1459405/snack-bikini-beredar-pengawasan-obat-dan-makanan-harus-dimaksimalkan-rzFMiGaOgN.jpg</image><title>(Foto : Okezone)</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Komisi VI DPR RI menilai lemahnya pengawasan terhadap produk obat-obatan dan makanan menjadi penyebab beredarnya vaksin palsu, serum palsu hingga makanan ringan bihun kekinian atau bikini.
&amp;rdquo;Saya kira belum maksimal, belum maksimal mengadakan pemantauan terhadap produk makanan, produk kesehatan dan sebagainya,&amp;rdquo; ungkap anggota Komisi VI DPR RI, Kholilurrahman saat berada di Pamekasan, Selasa (9/8/2016).
Sehingga Kholilurrahman meminta pemerintah dapat memetik pelajaran dari beredarnya vaksin palsu hingga makanan bihun kekinian, yang saat ini tengah meresahkan publik dengan melakukan pemantauan ke bawah.
&amp;rdquo;Saya berharap ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar kita jangan hanya bermain di atas, akan tetapi ke bawah bisa berkelanjutan atau berkesinambungan,&amp;rdquo; ujar Kholilurrahman.
Pemerintah juga diminta agar tidak &amp;rdquo;kagetan&amp;rdquo; dalam menyikapi beredarnya obat-obatan palsu dan produk makanan yang meresahkan. Sebab selama ini pemerintah hanya bertindak atau bereaksi saat ada temuan, setelah itu dibiarkan.
&amp;rdquo;Jangan dadakan, jangan kagetan. Begitu ada isu yang mencuat baru pemerintah menyikapi setelah itu dibiarkan, kalau itu yang dilakukan kita akan kecolongan,&amp;rdquo; tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah bisa mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Tentunya dibantu oleh institusi lainnya seperti dari intitusi kepolisian.
&amp;rdquo;Masyarakat juga harus aktif melaporkan jika ada temuan dan pemerintah harus responsif menerima laporan dari masyarakat,&amp;rdquo; tutupnya. (ulu)</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Komisi VI DPR RI menilai lemahnya pengawasan terhadap produk obat-obatan dan makanan menjadi penyebab beredarnya vaksin palsu, serum palsu hingga makanan ringan bihun kekinian atau bikini.
&amp;rdquo;Saya kira belum maksimal, belum maksimal mengadakan pemantauan terhadap produk makanan, produk kesehatan dan sebagainya,&amp;rdquo; ungkap anggota Komisi VI DPR RI, Kholilurrahman saat berada di Pamekasan, Selasa (9/8/2016).
Sehingga Kholilurrahman meminta pemerintah dapat memetik pelajaran dari beredarnya vaksin palsu hingga makanan bihun kekinian, yang saat ini tengah meresahkan publik dengan melakukan pemantauan ke bawah.
&amp;rdquo;Saya berharap ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar kita jangan hanya bermain di atas, akan tetapi ke bawah bisa berkelanjutan atau berkesinambungan,&amp;rdquo; ujar Kholilurrahman.
Pemerintah juga diminta agar tidak &amp;rdquo;kagetan&amp;rdquo; dalam menyikapi beredarnya obat-obatan palsu dan produk makanan yang meresahkan. Sebab selama ini pemerintah hanya bertindak atau bereaksi saat ada temuan, setelah itu dibiarkan.
&amp;rdquo;Jangan dadakan, jangan kagetan. Begitu ada isu yang mencuat baru pemerintah menyikapi setelah itu dibiarkan, kalau itu yang dilakukan kita akan kecolongan,&amp;rdquo; tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah bisa mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Tentunya dibantu oleh institusi lainnya seperti dari intitusi kepolisian.
&amp;rdquo;Masyarakat juga harus aktif melaporkan jika ada temuan dan pemerintah harus responsif menerima laporan dari masyarakat,&amp;rdquo; tutupnya. (ulu)</content:encoded></item></channel></rss>
