<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yusof bin Ishak, Pria Minangkabau Presiden Pertama Singapura</title><description>Yusof bin Ishak adalah pria kelahiran 12 Agustus 1910 Padang Gajah, Trong, Perak, Singapura. Meski begitu, dia asli keturunan Minangkabau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/10/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/10/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura"/><item><title>Yusof bin Ishak, Pria Minangkabau Presiden Pertama Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/10/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/10/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2016 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/09/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura-Jx5m3v7qWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden pertama Republik Singapura, Yusof bin Ishak. (Foto: P for Portraits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/09/18/1459480/yusof-bin-ishak-pria-minangkabau-presiden-pertama-singapura-Jx5m3v7qWC.jpg</image><title>Presiden pertama Republik Singapura, Yusof bin Ishak. (Foto: P for Portraits)</title></images><description>SINGAPURA - Yusof bin Ishak adalah pria kelahiran 12 Agustus 1910 Padang Gajah, Trong, Perak, Singapura. Ia adalah Presiden pertama di Singapura semenjak Negeri Singa itu berubah menjadi republik, sekira 51 tahun yang lalu, tepatnya pada 9 Agustus 1965.
Ia berhasil menjabat sebagai kepala negara setelah People&amp;rsquo;s Action Party (PAP) memenangkan pemilihan umum pertama pada 30 Mei 1959. Dia menggantikan Yang di Pertuan Negara pertama dan Gubernur Singapura, William Goode.
Satu hal yang menarik dan patut jadi kebanggaan buat rakyat Indonesia, presiden pertama Negeri Singa ini ternyata adalah keturunan Minangkabau. Leluhurnya adalah seorang bangsawan Minangkabau, Datok Jonathan.
Namun kemudian pada 1789, leluhurnya bersama dengan adik laki-lakinya, Datok Setia dan 80 orang pengikutnya bermigrasi ke Kedah dan bersumpah setia kepada Sultan Kedah.
Yusof adalah anak tertua dari sembilan anak  dan ayahnya adalah Ishak bin Ahmad. Sebagai orang terdidik, Ishak menemukan pekerjaan di Malayan Administrative Service dan menjabat sebagai pegawai di kantor Kecamatan di Taiping dan kemudian di Departemen Perikanan.
Pada 1923, Yusof kemudian dipindahkan ke Singapura untuk menjabat posisi asisten inspektur perikanan. Dia adalah orang pertama non-Eropa yang menjadi Direktur Departemen Perikanan. Demikian sebagaimana dilansir Singapore Infopedia, Rabu (10/8/2016).Yusof sebenarnya memiliki ketertarikan yang tinggi pada ilmu hukum.  Akan tetapi, ayahnya tidak mampu untuk mengirim dia ke Inggris untuk  melanjutkan studinya. Yusof kemudian bergabung dengan Akademi Polisi di  Kuala Lumpur. Namun karena beberapa perbedaan pendapat, ia akhirnya  meninggalkan akademi tersebut dan kembali ke Singapura.
Menilik kariernya, Yusof sempat terjun sebagai seorang wartawan. Ia  bergabung dalam sebuah koran Warta Malaya sebagai seorang juru tulis.  Beberapa lama kemudian, posisinya kemudian meningkat menjadi seorang  asisten manajer yang bertugas mengontrol keuangan perusahaan. Warta  Malaya merupakan perwakilan dari suara Arab di Singapura dan dipengaruhi  oleh perkembangan di Timur Tengah.

Yusof bin Ishak tidak hanya dikenal hebat dalam bidang akademis, tapi  juga merupakan seorang atlet berprestasi. Ia sempat mewakili Indonesia  dalam berbagai perlombaan termasuk hoki, kriket, renang, polo air, bola  basket, tinju dan angkat besi. Sebagai petinju, ia pernah memenangkan  piala Aw Boon Par pada 1932. Dalam bidang angkat besi, ia menjadi juara  kelas ringan tingkat nasional pada 1933.Untuk menghargai jasa-jasa Yousuf, Singapura pun mengabadikan namanya   dalam tiga tempat. Pertama, sebuah masjid baru di Woodlands akan   dinamai Masjid Yusof Ishak. Kedua, Institut Kajian Asia Tenggara di   National University of Singapore (NUS) saat ini dikenal dengan nama   Iseas (the Yusuf Ishak Institute).
Ketiga, NUS mencanangkan program pendanaan dan penganugerahan gelar   profesor dalam bidang ilmu sosial dengan nama Yusof Ishak Professorship.   Peneliti yang berhak mendapatkan faedah dari program ini adalah mereka   yang seperti, Ishak, memiliki minat penelitian dalam kajian  multi-etnis  dan multi-kulturalisme.

Sebagai  presiden pertama, wajahnya juga tak asing lagi. Muncul di uang kertas  Dolar Singapura dalam berbagai nilai. Pernah dalam pecahan 2, 5, 10, 20,  50, 1.000 dan 10.000 dolar Singapura.</description><content:encoded>SINGAPURA - Yusof bin Ishak adalah pria kelahiran 12 Agustus 1910 Padang Gajah, Trong, Perak, Singapura. Ia adalah Presiden pertama di Singapura semenjak Negeri Singa itu berubah menjadi republik, sekira 51 tahun yang lalu, tepatnya pada 9 Agustus 1965.
Ia berhasil menjabat sebagai kepala negara setelah People&amp;rsquo;s Action Party (PAP) memenangkan pemilihan umum pertama pada 30 Mei 1959. Dia menggantikan Yang di Pertuan Negara pertama dan Gubernur Singapura, William Goode.
Satu hal yang menarik dan patut jadi kebanggaan buat rakyat Indonesia, presiden pertama Negeri Singa ini ternyata adalah keturunan Minangkabau. Leluhurnya adalah seorang bangsawan Minangkabau, Datok Jonathan.
Namun kemudian pada 1789, leluhurnya bersama dengan adik laki-lakinya, Datok Setia dan 80 orang pengikutnya bermigrasi ke Kedah dan bersumpah setia kepada Sultan Kedah.
Yusof adalah anak tertua dari sembilan anak  dan ayahnya adalah Ishak bin Ahmad. Sebagai orang terdidik, Ishak menemukan pekerjaan di Malayan Administrative Service dan menjabat sebagai pegawai di kantor Kecamatan di Taiping dan kemudian di Departemen Perikanan.
Pada 1923, Yusof kemudian dipindahkan ke Singapura untuk menjabat posisi asisten inspektur perikanan. Dia adalah orang pertama non-Eropa yang menjadi Direktur Departemen Perikanan. Demikian sebagaimana dilansir Singapore Infopedia, Rabu (10/8/2016).Yusof sebenarnya memiliki ketertarikan yang tinggi pada ilmu hukum.  Akan tetapi, ayahnya tidak mampu untuk mengirim dia ke Inggris untuk  melanjutkan studinya. Yusof kemudian bergabung dengan Akademi Polisi di  Kuala Lumpur. Namun karena beberapa perbedaan pendapat, ia akhirnya  meninggalkan akademi tersebut dan kembali ke Singapura.
Menilik kariernya, Yusof sempat terjun sebagai seorang wartawan. Ia  bergabung dalam sebuah koran Warta Malaya sebagai seorang juru tulis.  Beberapa lama kemudian, posisinya kemudian meningkat menjadi seorang  asisten manajer yang bertugas mengontrol keuangan perusahaan. Warta  Malaya merupakan perwakilan dari suara Arab di Singapura dan dipengaruhi  oleh perkembangan di Timur Tengah.

Yusof bin Ishak tidak hanya dikenal hebat dalam bidang akademis, tapi  juga merupakan seorang atlet berprestasi. Ia sempat mewakili Indonesia  dalam berbagai perlombaan termasuk hoki, kriket, renang, polo air, bola  basket, tinju dan angkat besi. Sebagai petinju, ia pernah memenangkan  piala Aw Boon Par pada 1932. Dalam bidang angkat besi, ia menjadi juara  kelas ringan tingkat nasional pada 1933.Untuk menghargai jasa-jasa Yousuf, Singapura pun mengabadikan namanya   dalam tiga tempat. Pertama, sebuah masjid baru di Woodlands akan   dinamai Masjid Yusof Ishak. Kedua, Institut Kajian Asia Tenggara di   National University of Singapore (NUS) saat ini dikenal dengan nama   Iseas (the Yusuf Ishak Institute).
Ketiga, NUS mencanangkan program pendanaan dan penganugerahan gelar   profesor dalam bidang ilmu sosial dengan nama Yusof Ishak Professorship.   Peneliti yang berhak mendapatkan faedah dari program ini adalah mereka   yang seperti, Ishak, memiliki minat penelitian dalam kajian  multi-etnis  dan multi-kulturalisme.

Sebagai  presiden pertama, wajahnya juga tak asing lagi. Muncul di uang kertas  Dolar Singapura dalam berbagai nilai. Pernah dalam pecahan 2, 5, 10, 20,  50, 1.000 dan 10.000 dolar Singapura.</content:encoded></item></channel></rss>
