<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  AMTI: Wacana Harga Rokok Rp50 Ribu Tak Realistis!   </title><description>Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo menanggapi wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis"/><item><title>  AMTI: Wacana Harga Rokok Rp50 Ribu Tak Realistis!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2016 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis-WIcbAqsTgG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/23/337/1471132/amti-wacana-harga-rokok-rp50-ribu-tak-realistis-WIcbAqsTgG.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo menanggapi wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu. Ia menganggap wacana tersebut tidak realistis.

&quot;Kalau menurut kami, wacana itu tidak realistis karena bea cukai juga ada undang-undangnya,&quot; kata Budidoyo saat diskusi Redbons di kantor redaksi Okezone, Selasa (23/8/2016).

Tidak hanya itu, ia juga menyayangkan hasil survei yang disebarkan ke berbagai media karena dapat meresahkan banyak orang termasuk petani dan pekerja lainnya.

&quot;Menurut kami kajian yang dilakukan oleh Prof Tabrani itu sah-sah saja. Seharusnya cukup disampaikan ke pemerintah jangan diumbar ke media biar tidak gaduh,&quot; tambah Budidoyo.

Kendati demikian, Budidoyo meyakini, pemerintah tidak akan menaikkan harga rokok hingga melambung tinggi. Menurutnya, jika pemerintah betul-betul ingin menaikkan harga rokok, cukup lima hingga enam persen.

&quot;Haqqul yakin (tidak sampai Rp50 ribu) karena pemerintah masih membutuhkan cukai rokok. Menurut hitungan-hitungan kami sampai lima hingga enam persen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo menanggapi wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu. Ia menganggap wacana tersebut tidak realistis.

&quot;Kalau menurut kami, wacana itu tidak realistis karena bea cukai juga ada undang-undangnya,&quot; kata Budidoyo saat diskusi Redbons di kantor redaksi Okezone, Selasa (23/8/2016).

Tidak hanya itu, ia juga menyayangkan hasil survei yang disebarkan ke berbagai media karena dapat meresahkan banyak orang termasuk petani dan pekerja lainnya.

&quot;Menurut kami kajian yang dilakukan oleh Prof Tabrani itu sah-sah saja. Seharusnya cukup disampaikan ke pemerintah jangan diumbar ke media biar tidak gaduh,&quot; tambah Budidoyo.

Kendati demikian, Budidoyo meyakini, pemerintah tidak akan menaikkan harga rokok hingga melambung tinggi. Menurutnya, jika pemerintah betul-betul ingin menaikkan harga rokok, cukup lima hingga enam persen.

&quot;Haqqul yakin (tidak sampai Rp50 ribu) karena pemerintah masih membutuhkan cukai rokok. Menurut hitungan-hitungan kami sampai lima hingga enam persen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
