<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjuangan Salat Jumat di Masjidil Haram</title><description>Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi primadona bagi para jamaah haji.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram"/><item><title>Perjuangan Salat Jumat di Masjidil Haram</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2016 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram-1STYmVmQES.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salat Jumat di Masjidil Haram (Foto: Saifulloh/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/26/337/1473975/perjuangan-salat-jumat-di-masjidil-haram-1STYmVmQES.jpg</image><title>Salat Jumat di Masjidil Haram (Foto: Saifulloh/Okezone)</title></images><description>MAKKAH - Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi primadona bagi para jamaah haji, mukimin, serta penduduk setempat lantaran ganjarannya berlipat ganda. Tak heran di musim haji seperti saat ini nyaris tidak ada tempat kosong tersisa di Masjidil Haram.

Telat datang sedikit saja ke masjid, risikonya Salat Jumat di bawah sengatan matahari di pelataran masjid atau salat di dalam mal areal Zamzam Tower.

Tim Media Center (MCH) yang berangkat dari pemondokan di wilayah Syisyah pada pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS) tiba di Terminal Ajyad sekira pukul 09.45 WAS tak berarti dapat duduk di saf depan di Masjidil Haram atau minimal lokasi yang bisa memandang langsung Kakbah. Padahal, adzan pertama salat Jumat baru berkumandang pukul 11.53 WAS.

Jangankan berharap saf depan, untuk antre ke toilet dan wudhu saja, butuh waktu sekira 15 menit lebih. Begitu pula perjalanan dari tempat wudhu ke pintu masuk masjid, butuh 10 menitan di bawah sengatan sinar mentari. Para jamaah Salat jumat tampak sudah menyemut di pelataran Masjidil Haram.

Tim MCH awalnya ingin masuk Masjidil Haram dari Malik Abdul Aziz Gate yang perdana dibuka hari ini. Tapi ternyata kepadatan jamaah sudah melampaui batas sehingga para askar menutup akses ke pintu tersebut.

Akhirnya tim beralih ke pintu lain menuju ke lantai 2 Masjidil Haram karena pintu-pintu lain di lantai dasar sudah dapat dipastikan penuh. Menuju lantai dua, antrean di pintu masuk menuju eskalator padatnya bukan main.



Aksi dorong-dorongan pun sempat mewarnai, sampai-sampai askar berteriak-teriak ke arah jamaah agar bersabar. Tak hanya kaum laki-laki, para perempuan juga ikut berebut masuk Masjidil Haram.

Setelah berhasil melewati kepadatan di pintu masuk, mereka besyukur masih ada tempat kosong di lantai dua. Kaki pun akhirnya bisa diistirahatkan sekira pukul 10.30 WAS. Namun, perjuangan belum selesai.

Sembari menunggu waktu Salat Jumat, tampak para jamaah melantunkan ayat suci Alquran, salat sunnah, iktikaf, dan berdzikir. Beberapa lainnya tampak duduk terkantuk-kantuk dan hilir mudik mengambil air zamzam untuk membasahi tengggorokan.

Perjuangan menahan kencing dan hal-hal yang membatalkan wudhu menjadi tantangan lain untuk bisa Salat Jumat di Masjidil Haram. Berdiam di dalam masjid yang dingin lantaran pasokan udara dari AC dan kipas angin di atas kepala tentu bukan perkara mudah bagi yang punya hobi ke toilet.

Adzan pertama berkumandang pukul 11.53 WAS dan disusul adzan kedua pada 12.24 WAS. Kini saatnya menerka-nerka makna khutbah Jumat yang full berbahasa Arab.

Yang jelas, ucapan syukur atas nikmat-Nya dan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dapat dipahami dengan baik. Sisanya, wallahualam.</description><content:encoded>MAKKAH - Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi primadona bagi para jamaah haji, mukimin, serta penduduk setempat lantaran ganjarannya berlipat ganda. Tak heran di musim haji seperti saat ini nyaris tidak ada tempat kosong tersisa di Masjidil Haram.

Telat datang sedikit saja ke masjid, risikonya Salat Jumat di bawah sengatan matahari di pelataran masjid atau salat di dalam mal areal Zamzam Tower.

Tim Media Center (MCH) yang berangkat dari pemondokan di wilayah Syisyah pada pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS) tiba di Terminal Ajyad sekira pukul 09.45 WAS tak berarti dapat duduk di saf depan di Masjidil Haram atau minimal lokasi yang bisa memandang langsung Kakbah. Padahal, adzan pertama salat Jumat baru berkumandang pukul 11.53 WAS.

Jangankan berharap saf depan, untuk antre ke toilet dan wudhu saja, butuh waktu sekira 15 menit lebih. Begitu pula perjalanan dari tempat wudhu ke pintu masuk masjid, butuh 10 menitan di bawah sengatan sinar mentari. Para jamaah Salat jumat tampak sudah menyemut di pelataran Masjidil Haram.

Tim MCH awalnya ingin masuk Masjidil Haram dari Malik Abdul Aziz Gate yang perdana dibuka hari ini. Tapi ternyata kepadatan jamaah sudah melampaui batas sehingga para askar menutup akses ke pintu tersebut.

Akhirnya tim beralih ke pintu lain menuju ke lantai 2 Masjidil Haram karena pintu-pintu lain di lantai dasar sudah dapat dipastikan penuh. Menuju lantai dua, antrean di pintu masuk menuju eskalator padatnya bukan main.



Aksi dorong-dorongan pun sempat mewarnai, sampai-sampai askar berteriak-teriak ke arah jamaah agar bersabar. Tak hanya kaum laki-laki, para perempuan juga ikut berebut masuk Masjidil Haram.

Setelah berhasil melewati kepadatan di pintu masuk, mereka besyukur masih ada tempat kosong di lantai dua. Kaki pun akhirnya bisa diistirahatkan sekira pukul 10.30 WAS. Namun, perjuangan belum selesai.

Sembari menunggu waktu Salat Jumat, tampak para jamaah melantunkan ayat suci Alquran, salat sunnah, iktikaf, dan berdzikir. Beberapa lainnya tampak duduk terkantuk-kantuk dan hilir mudik mengambil air zamzam untuk membasahi tengggorokan.

Perjuangan menahan kencing dan hal-hal yang membatalkan wudhu menjadi tantangan lain untuk bisa Salat Jumat di Masjidil Haram. Berdiam di dalam masjid yang dingin lantaran pasokan udara dari AC dan kipas angin di atas kepala tentu bukan perkara mudah bagi yang punya hobi ke toilet.

Adzan pertama berkumandang pukul 11.53 WAS dan disusul adzan kedua pada 12.24 WAS. Kini saatnya menerka-nerka makna khutbah Jumat yang full berbahasa Arab.

Yang jelas, ucapan syukur atas nikmat-Nya dan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dapat dipahami dengan baik. Sisanya, wallahualam.</content:encoded></item></channel></rss>
