<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Anggap Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan sebagai Aksi Teror</title><description>Masinton Pasaribu menganggap aksi percobaan bom bunuh diri di sebuah gereja di Medan sebagai teror terbuka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror"/><item><title>DPR Anggap Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan sebagai Aksi Teror</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror</guid><pubDate>Minggu 28 Agustus 2016 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror-M8dHpZRj8c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku percobaan bom bunuh diri di sebuah gereja di Meda. (Foto: Erie Prasetyo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/28/337/1475080/dpr-anggap-percobaan-bom-bunuh-diri-di-medan-sebagai-aksi-teror-M8dHpZRj8c.jpg</image><title>Pelaku percobaan bom bunuh diri di sebuah gereja di Meda. (Foto: Erie Prasetyo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Telah terjadi percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara pagi ini, Minggu (28/8/2016).
Ratusan jamaat panik saat percobaan bom bunuh diri dilakukan. Menurut seorang jamaat gereja, Hendri Tarigan, para jamaat sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku bernama Ivan Armadi Hasugihan.
Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menganggap pelaku melakukan aksi teror terbuka. Pasalnya, selain membawa bahan peledak, dia juga membawa kapak untuk melukai Pastor Albret.
&quot;Model aslinya teror secara terbuka begini. Bawa bom, bawa senjata tajam juga. Kalau bomnya enggak meledak dia pakai senjata tajam,&quot; kata Masinton saat dihubungi, di Jakarta.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu masih menunggu keterangan dari kepolisian soal peristiwa ini. Setelahnya baru bisa diketahui apakah aksi ini bagian dari kelompok teroris atau hanya orang perorang.
&quot;Sedang ditangani polisi, kita tuggu aja. Nanti supaya kita tidak mendahului hasil penyelidikan polisi. Kita enggak mau berspekulasi,&quot; tegas Masinton.

Berdasarkan identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelaku yang ditemukan di lokasi ledakan, diketahui Ivan lahir di Medan pada 22 Oktober 1998 dan berdomisili di Jalan Setia Budi Gang Sehati Nomor 26.
Informasi yang dihimpun, sekira pukul 08.50 WIB, Ivan membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep saat Pastor Albret S Pandingan sedang berkotbah.

Kemudian ranselnya mengeluarkan ledakan yang tidak terlalu besar, karena tidak semua bomnya meledak. Ivan lalu melepaskan ranselnya dan mengejar pastor dengan pisau terhunus, sempat melukai pastor. Namun jamaat gereja segera menangkap pelaku.</description><content:encoded>JAKARTA - Telah terjadi percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara pagi ini, Minggu (28/8/2016).
Ratusan jamaat panik saat percobaan bom bunuh diri dilakukan. Menurut seorang jamaat gereja, Hendri Tarigan, para jamaat sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku bernama Ivan Armadi Hasugihan.
Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menganggap pelaku melakukan aksi teror terbuka. Pasalnya, selain membawa bahan peledak, dia juga membawa kapak untuk melukai Pastor Albret.
&quot;Model aslinya teror secara terbuka begini. Bawa bom, bawa senjata tajam juga. Kalau bomnya enggak meledak dia pakai senjata tajam,&quot; kata Masinton saat dihubungi, di Jakarta.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu masih menunggu keterangan dari kepolisian soal peristiwa ini. Setelahnya baru bisa diketahui apakah aksi ini bagian dari kelompok teroris atau hanya orang perorang.
&quot;Sedang ditangani polisi, kita tuggu aja. Nanti supaya kita tidak mendahului hasil penyelidikan polisi. Kita enggak mau berspekulasi,&quot; tegas Masinton.

Berdasarkan identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelaku yang ditemukan di lokasi ledakan, diketahui Ivan lahir di Medan pada 22 Oktober 1998 dan berdomisili di Jalan Setia Budi Gang Sehati Nomor 26.
Informasi yang dihimpun, sekira pukul 08.50 WIB, Ivan membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep saat Pastor Albret S Pandingan sedang berkotbah.

Kemudian ranselnya mengeluarkan ledakan yang tidak terlalu besar, karena tidak semua bomnya meledak. Ivan lalu melepaskan ranselnya dan mengejar pastor dengan pisau terhunus, sempat melukai pastor. Namun jamaat gereja segera menangkap pelaku.</content:encoded></item></channel></rss>
