<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geliat Pesantren Tarbiyatul Huda di Kaki Gunung Pangrango</title><description>Pondok pesantren ini mulai didirikan dan dipimpin oleh Kiai Haji Bunyamin Syarif pada 2 Februari 1982.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango"/><item><title>Geliat Pesantren Tarbiyatul Huda di Kaki Gunung Pangrango</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango</guid><pubDate>Minggu 28 Agustus 2016 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango-Qkgs92N84T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gapura atau pintu gerbang Pesantren Tarbiyatul Huda di Pancawati, Caringin, Bogor, Jawa Barat (Putra RA/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/28/338/1474921/geliat-pesantren-tarbiyatul-huda-di-kaki-gunung-pangrango-Qkgs92N84T.jpg</image><title>Gapura atau pintu gerbang Pesantren Tarbiyatul Huda di Pancawati, Caringin, Bogor, Jawa Barat (Putra RA/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Sejak zaman penjajahan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Eksistensinya mendapat pengakuan dan terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya dari segi moril namun juga memberikan sumbangsih signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pendidikan di pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, pengembangan kemasyarakatan dan pendidikan lain yang sejenis. Peserta didiknya disebut yang umumnya menetap di pesantren..
Pesantren dalam perkembangannya sendiri menampakkan keberadaan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mumpuni, di dalamnya didirikan sekolah, baik secara formal maupun nonformal. Bahkan pesantren mempunyai trend baru dalam rangka memperbarui sistem di tengah-tengah era globalilsasi.
Salah satunya seperti Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda yang berada di Jalan Veteran 1 (Pasar Ciketereg), Kampung Legok Nyenang, RT  01 RW 09, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berdiri di tanah seluas 2 hektare di kaki Gunung Pangrango, pesantren ini tampak asri.
Pondok pesantren ini mulai didirikan dan dipimpin oleh Kiai Haji Bunyamin Syarif pada 2 Februari 1982. Selain diajari ilmu agama, para santri juga mendapatkan pendidikan formal yang setara. Secara formal Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda mengelola jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

&quot;Awalnya pesantren ini salafiyah atau hanya mengajar kitab kuning saja. Karena sepinya pesantren, pada tahun 2002 kita mulai berkembang menjadi pesantren modern di mana didalamnya ada pendidikan formal juga dan akhirnya baru diresmikan tahun 2010 lalu,&quot; kata Pengurus Harian Pesantren, Ridwan Syah kepada Okezone, Sabtu (27/8/2016).
Dalam pesantren ini, nantinya para santri diajarkan membaca kitab kuning yang merupakan program unggulan. Keterampilan membaca kitab kuning sendiri ada dua sistem yaitu balagan dan sorogan.
Untuk sistem Balagan, di mana seorang Ustad nantinya akan membacakan kitab kuning dihadapan para santri. Sementara sorogan justru santri yang membacakan di depan para ustadz.
&quot;Program kitab kuning ini merupakan program utama kita. Di mana detail keilmuan dan penjelasan rinci terkait Islam itu sebenarnya ada dalam kitab kuning. Jadi santri tidak hanya sekadar belajar Islam hanya dari luarnya saja tetapi kita mengajarkan mereka untuk memahami dan mengerti ilmu-ilmu agama yang sudah kita diberikan,&quot; tuturnya.
Selain itu, pondok pesantren yang mempunyai peserta didik sebanyak 1.102 ini juga menerapkan sistem berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab baik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut bertujuan agar para santri mempunyai bekal berbahasa yang baik untuk menghadapi masa depan baik dalam pekerjaan ataupun melanjutkan pendidika yang lebih tinggi di luar negeri.

&quot;Para santri juga kita ajarkan berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan Arab selama sepekan secara bergantian. Namun itu dimulai oleh para santri yang sudah memasuk semester dua di pesantren ini. Kalau untuk santri baru masih belum. Ya tujuan kita untuk memberi bekal mereka juga kita ada progres bagi santri berprestai untuk menajutkan kuliah di luar negeri seperti Yaman,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Untuk masa pendidikan, pesantren ini memiliki tiga program pendidikan yaitu progam selama enam tahun untuk lulusan sekolah dasar (SD). Selain itu, ada juga program pendidikan selama 4 tahun bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terakhir merupakan program pesantren anak dimana mulai dari anak usia delapan tahun ke atas atau setara dengan kelas 3 SD.

&quot;Ada berbagai pilihan mulai dari lulusan SD nanti akan mengenyam pendidikan selama tiga tahun hingga lulus SMP. Kalau untuk lulusan SMP akan mengeyam pendidikan selama 4 tahun di mana 1 tahun awal merupakan penyesuaian dan 3 tahunnya itu normal. Untuk pesantren anak lamanya 9 tahun bisa dimulai dari usia 8 tahun ke atas,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dengan semakin majunya perkembangan zaman baik dari segi pendidikan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran pondok pesantren diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan terkahir untuk menjaga moral dan ahlak para generasi muda. Selain itu, peran pemerintah juga dianggap penting demi kelangsungan dan perkembangan duni pesantren di Indonesia.

&quot;Saya atau kita semua pesantren di Indonesia pasti berharap supaya pondok pesantren ini jangan sampai dilupakan. Bagaima pun pesantren salah satu lembaga pendidikan atau penyelenggara pendidikan berbasis agama yang mampu membentuk karakter generasi muda. Kita juga berharap opini dari masyaakat terhadap pesantren itu tidak negatif, karena pada dasarnya di mana pun pesantren itu mengajarkan ilmu kebaikan dan bertoleransi dalam agama,&quot; harapnya.

</description><content:encoded>BOGOR - Sejak zaman penjajahan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Eksistensinya mendapat pengakuan dan terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya dari segi moril namun juga memberikan sumbangsih signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pendidikan di pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, pengembangan kemasyarakatan dan pendidikan lain yang sejenis. Peserta didiknya disebut yang umumnya menetap di pesantren..
Pesantren dalam perkembangannya sendiri menampakkan keberadaan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mumpuni, di dalamnya didirikan sekolah, baik secara formal maupun nonformal. Bahkan pesantren mempunyai trend baru dalam rangka memperbarui sistem di tengah-tengah era globalilsasi.
Salah satunya seperti Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda yang berada di Jalan Veteran 1 (Pasar Ciketereg), Kampung Legok Nyenang, RT  01 RW 09, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berdiri di tanah seluas 2 hektare di kaki Gunung Pangrango, pesantren ini tampak asri.
Pondok pesantren ini mulai didirikan dan dipimpin oleh Kiai Haji Bunyamin Syarif pada 2 Februari 1982. Selain diajari ilmu agama, para santri juga mendapatkan pendidikan formal yang setara. Secara formal Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda mengelola jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

&quot;Awalnya pesantren ini salafiyah atau hanya mengajar kitab kuning saja. Karena sepinya pesantren, pada tahun 2002 kita mulai berkembang menjadi pesantren modern di mana didalamnya ada pendidikan formal juga dan akhirnya baru diresmikan tahun 2010 lalu,&quot; kata Pengurus Harian Pesantren, Ridwan Syah kepada Okezone, Sabtu (27/8/2016).
Dalam pesantren ini, nantinya para santri diajarkan membaca kitab kuning yang merupakan program unggulan. Keterampilan membaca kitab kuning sendiri ada dua sistem yaitu balagan dan sorogan.
Untuk sistem Balagan, di mana seorang Ustad nantinya akan membacakan kitab kuning dihadapan para santri. Sementara sorogan justru santri yang membacakan di depan para ustadz.
&quot;Program kitab kuning ini merupakan program utama kita. Di mana detail keilmuan dan penjelasan rinci terkait Islam itu sebenarnya ada dalam kitab kuning. Jadi santri tidak hanya sekadar belajar Islam hanya dari luarnya saja tetapi kita mengajarkan mereka untuk memahami dan mengerti ilmu-ilmu agama yang sudah kita diberikan,&quot; tuturnya.
Selain itu, pondok pesantren yang mempunyai peserta didik sebanyak 1.102 ini juga menerapkan sistem berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab baik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut bertujuan agar para santri mempunyai bekal berbahasa yang baik untuk menghadapi masa depan baik dalam pekerjaan ataupun melanjutkan pendidika yang lebih tinggi di luar negeri.

&quot;Para santri juga kita ajarkan berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan Arab selama sepekan secara bergantian. Namun itu dimulai oleh para santri yang sudah memasuk semester dua di pesantren ini. Kalau untuk santri baru masih belum. Ya tujuan kita untuk memberi bekal mereka juga kita ada progres bagi santri berprestai untuk menajutkan kuliah di luar negeri seperti Yaman,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Untuk masa pendidikan, pesantren ini memiliki tiga program pendidikan yaitu progam selama enam tahun untuk lulusan sekolah dasar (SD). Selain itu, ada juga program pendidikan selama 4 tahun bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terakhir merupakan program pesantren anak dimana mulai dari anak usia delapan tahun ke atas atau setara dengan kelas 3 SD.

&quot;Ada berbagai pilihan mulai dari lulusan SD nanti akan mengenyam pendidikan selama tiga tahun hingga lulus SMP. Kalau untuk lulusan SMP akan mengeyam pendidikan selama 4 tahun di mana 1 tahun awal merupakan penyesuaian dan 3 tahunnya itu normal. Untuk pesantren anak lamanya 9 tahun bisa dimulai dari usia 8 tahun ke atas,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dengan semakin majunya perkembangan zaman baik dari segi pendidikan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran pondok pesantren diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan terkahir untuk menjaga moral dan ahlak para generasi muda. Selain itu, peran pemerintah juga dianggap penting demi kelangsungan dan perkembangan duni pesantren di Indonesia.

&quot;Saya atau kita semua pesantren di Indonesia pasti berharap supaya pondok pesantren ini jangan sampai dilupakan. Bagaima pun pesantren salah satu lembaga pendidikan atau penyelenggara pendidikan berbasis agama yang mampu membentuk karakter generasi muda. Kita juga berharap opini dari masyaakat terhadap pesantren itu tidak negatif, karena pada dasarnya di mana pun pesantren itu mengajarkan ilmu kebaikan dan bertoleransi dalam agama,&quot; harapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
