<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mirna Tewas Sebelum Tiba di RS Abdi Waluyo</title><description>Dokter Prima Yudo dari RS Abdi Waluyo mengatakan Mirna sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo"/><item><title>Mirna Tewas Sebelum Tiba di RS Abdi Waluyo</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2016 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo-FKMWLGuvHF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rumah Sakit (Dok: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/29/338/1475537/mirna-tewas-sebelum-tiba-di-rs-abdi-waluyo-FKMWLGuvHF.jpg</image><title>Ilustrasi Rumah Sakit (Dok: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sidang ke-15 kasus kopi sianida kembali digelar di PN Jakarta Pusat. Kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua dokter RS Abdi Waluyo yang sempat menangani korban, Wayan Mirna sebagai saksi. Keduanya ialah, Dokter Prima Yudo dan Dokter Ardianto.

&quot;Pasang infus, alat pacu jantung sekitar 15 menit. Saya tidak lihat siapa yang menggendong,&quot; ujar Prima saat memberikan keterangan di persidangan, Senin (29/8/2016).
(Baca: Tak Kunjung Hadirkan PRT Jessica, Jaksa: Itu Strategi!)

Prima menambahkan, saat diminta pertolongan, ia melihat korban belum dipasang infus dan alat pacu jantung. Semetara kondisi mata mengalami midresis atau pupil mengecil dengan mata terpejam.

&quot;Diperiksa buka kelopak mata tidak ada respon. Pukul 18.00 WIB datang, sebelum dipasang alat pacu jantung,&quot; imbuhnya.

Sementara wajah korban terlihat pucat. Meski demikian, Prima mengaku tidak memperhatikan bibir Mirna serta tak melakukan pemeriksaan di dada korban.

&quot;Pucat, mulut kurang melihat. Saya tidak memperhatikan bibir,&quot; sambungnya.

Namun, Prima memastikan jika Wayan Mirna telah meregag nyawa sebelum tiba di rumah sakit. Sebab itu, ia sempat memasang alat pacu jantung kepada korban.

&quot;Di rumah sakit sudah tidak ada respon, meninggal di perjalanan. (Alat pacu jantung) tidak ada respon sama sekali. Infus tidak jalan, tidak bisa dipasang, tidak mengalir,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sidang ke-15 kasus kopi sianida kembali digelar di PN Jakarta Pusat. Kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua dokter RS Abdi Waluyo yang sempat menangani korban, Wayan Mirna sebagai saksi. Keduanya ialah, Dokter Prima Yudo dan Dokter Ardianto.

&quot;Pasang infus, alat pacu jantung sekitar 15 menit. Saya tidak lihat siapa yang menggendong,&quot; ujar Prima saat memberikan keterangan di persidangan, Senin (29/8/2016).
(Baca: Tak Kunjung Hadirkan PRT Jessica, Jaksa: Itu Strategi!)

Prima menambahkan, saat diminta pertolongan, ia melihat korban belum dipasang infus dan alat pacu jantung. Semetara kondisi mata mengalami midresis atau pupil mengecil dengan mata terpejam.

&quot;Diperiksa buka kelopak mata tidak ada respon. Pukul 18.00 WIB datang, sebelum dipasang alat pacu jantung,&quot; imbuhnya.

Sementara wajah korban terlihat pucat. Meski demikian, Prima mengaku tidak memperhatikan bibir Mirna serta tak melakukan pemeriksaan di dada korban.

&quot;Pucat, mulut kurang melihat. Saya tidak memperhatikan bibir,&quot; sambungnya.

Namun, Prima memastikan jika Wayan Mirna telah meregag nyawa sebelum tiba di rumah sakit. Sebab itu, ia sempat memasang alat pacu jantung kepada korban.

&quot;Di rumah sakit sudah tidak ada respon, meninggal di perjalanan. (Alat pacu jantung) tidak ada respon sama sekali. Infus tidak jalan, tidak bisa dipasang, tidak mengalir,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
