<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Tersangka: Usut Otak Pelaku Teror Bom Medan!   </title><description>Polisi diminta melakukan penyelidikan secara komprehensif terkait kasus  teror bom di Gereja Katolik Stasi St Yosep, Jalan Dr Mansur, Medan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan"/><item><title>Keluarga Tersangka: Usut Otak Pelaku Teror Bom Medan!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan</guid><pubDate>Selasa 30 Agustus 2016 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan-He8D9NqY7V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/30/340/1476935/keluarga-tersangka-usut-otak-pelaku-teror-bom-medan-He8D9NqY7V.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
MEDAN &amp;ndash; Polisi diminta melakukan penyelidikan secara komprehensif terkait kasus teror bom di Gereja Katolik Stasi St Yosep, Jalan Dr Mansur, Medan, pada Minggu 28 Agustus 2016. Dalam kasus tersebut, pemuda berinisial IAH (18) sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ayah tersangka, Makmur Hasugian, mengatakan penyelidikan polisi tak boleh sebatas menjerat anaknya. Polisi juga harus mampu menjerat pihak-pihak yang telah menghasut dan memerintahkan anaknya untuk melakukan aksi teror itu.

&quot;Saya mengutuk siapa pelaku pencucian otak dan menjanjikan harapan apa-apa kepada anak saya ini. Mereka juga harus dicari dan dikipas (ditangkap),&quot; kata Makmur kepada wartawan, Selasa (30/8/2016).
&amp;nbsp;(Baca: Ayah Pelaku Teror Bom Medan Sebut Anaknya Sebagai Korban)
Ia juga berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas pencucian otak yang dilakukan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Baik melalui tindakan penghasutan langsung maupun melalui internet.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/08/29/28135/173213_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Olah TKP Teror Bom di Medan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Mereka (para pencuci otak) itu harus ditangkap. Sehingga ke depan tidak ada anak-anak lain yang menjadi korban. Negara harus melakukan pengawasan ketat khususnya untuk internet. Memang internet ini ada dampak positifnya, tapi kalau sudah yang negatif dan ada niat jahat di dalamnya, harus segera diantisipasi,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, pemuda berinisial IAH melakukan aksi teror di Gereja Katolik Stasi St Yosep, setelah disuruh oleh seseorang. IAH pun kemudian mencari informasi dari internet terkait aksi-aksi teror, termasuk cara membuat bom.

Namun sampai saat ini polisi belum mengonfirmasi terkait seseorang yang diduga menyuruh IAH. Tersangka pun belum kooperatif dan belum membuat pengakuan utuh atas kasus itu.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOC8yOS8yMi84MDg1OS8zL0NXRWhLdElWZklZ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</description><content:encoded>
MEDAN &amp;ndash; Polisi diminta melakukan penyelidikan secara komprehensif terkait kasus teror bom di Gereja Katolik Stasi St Yosep, Jalan Dr Mansur, Medan, pada Minggu 28 Agustus 2016. Dalam kasus tersebut, pemuda berinisial IAH (18) sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ayah tersangka, Makmur Hasugian, mengatakan penyelidikan polisi tak boleh sebatas menjerat anaknya. Polisi juga harus mampu menjerat pihak-pihak yang telah menghasut dan memerintahkan anaknya untuk melakukan aksi teror itu.

&quot;Saya mengutuk siapa pelaku pencucian otak dan menjanjikan harapan apa-apa kepada anak saya ini. Mereka juga harus dicari dan dikipas (ditangkap),&quot; kata Makmur kepada wartawan, Selasa (30/8/2016).
&amp;nbsp;(Baca: Ayah Pelaku Teror Bom Medan Sebut Anaknya Sebagai Korban)
Ia juga berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas pencucian otak yang dilakukan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Baik melalui tindakan penghasutan langsung maupun melalui internet.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/08/29/28135/173213_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Olah TKP Teror Bom di Medan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Mereka (para pencuci otak) itu harus ditangkap. Sehingga ke depan tidak ada anak-anak lain yang menjadi korban. Negara harus melakukan pengawasan ketat khususnya untuk internet. Memang internet ini ada dampak positifnya, tapi kalau sudah yang negatif dan ada niat jahat di dalamnya, harus segera diantisipasi,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, pemuda berinisial IAH melakukan aksi teror di Gereja Katolik Stasi St Yosep, setelah disuruh oleh seseorang. IAH pun kemudian mencari informasi dari internet terkait aksi-aksi teror, termasuk cara membuat bom.

Namun sampai saat ini polisi belum mengonfirmasi terkait seseorang yang diduga menyuruh IAH. Tersangka pun belum kooperatif dan belum membuat pengakuan utuh atas kasus itu.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOC8yOS8yMi84MDg1OS8zL0NXRWhLdElWZklZ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
