<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihimpit Krisis Ekonomi, Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Tuntut Referendum</title><description>Ribuan rakyat Venezuela pendukung pihak oposisi membanjiri Pusat Kota Venezuela untuk menuntut referendum demi melengserkan Presiden Maduro.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-turun-ke-jalan-tuntut-referendum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-turun-ke-jalan-tuntut-referendum"/><item><title>Dihimpit Krisis Ekonomi, Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Tuntut Referendum</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-turun-ke-jalan-tuntut-referendum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-turun-ke-jalan-tuntut-referendum</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2016 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-tuntut-referendum-untuk-lengserkan-nicolas-maduro-dnnrV9sKrK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rakyat Venezuela minta referendum digelas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/02/18/1479252/dihimpit-krisis-ekonomi-rakyat-venezuela-tuntut-referendum-untuk-lengserkan-nicolas-maduro-dnnrV9sKrK.jpg</image><title>Rakyat Venezuela minta referendum digelas (Foto: Reuters)</title></images><description>CARACAS&amp;nbsp;&amp;ndash; Ribuan rakyat Venezuela pendukung pihak oposisi membanjiri Pusat Kota Venezuela. Aksi ini dilakukan massa demonstran untuk meminta agar dilakukan referendum untuk melengserkan Presiden Nicol&amp;aacute;s Maduro. Dalam aksi ini, massa demonstran menggunakan pakaian serba putih sambil meneriakkan &quot;Pemerintahan ini (Nicolas Maduro) akan tumbang.&quot;
Bersama massa demonstran yang berasal dari hutan Amazon sampai Andes Barat, koalisi oposisi berupaya mengumpulkan setidaknya satu juta orang untuk melakukan demonstrasi di ibu kota. Hal ini dilakukan demi menunjukkan kemarahan mereka terhadap Maduro dan krisis ekonomi yang melanda Venezuela.
&quot;Kami akan mengalahkan rasa lapar, kejahatan, inflasi dan korupsi. Mereka tidak melakukan apa-apa dalam 17 tahun ini. Waktu mereka sudah selesai,&quot; ujar salah seorang massa demonstran, Naty Gutierren, sebagaimana dilansir Aljazeera, Jumat (2/9/2016). Sementara itu, demonstrasi tandingan oleh pihak pro-pemerintah rencananya juga akan digelar di pusat kota.
Aksi demonstrasi ini terjadi saat Venezuela tengah dilanda kekurangan makanan dan obat-obatan, wabah kejahatan, kekerasan dan penjarahan meluas. Merespons aksi ini, ratusan tentara dan petugas kepolisian dengan mobil lapis baja telah dikerahkan menuju lokasi demonstrasi.</description><content:encoded>CARACAS&amp;nbsp;&amp;ndash; Ribuan rakyat Venezuela pendukung pihak oposisi membanjiri Pusat Kota Venezuela. Aksi ini dilakukan massa demonstran untuk meminta agar dilakukan referendum untuk melengserkan Presiden Nicol&amp;aacute;s Maduro. Dalam aksi ini, massa demonstran menggunakan pakaian serba putih sambil meneriakkan &quot;Pemerintahan ini (Nicolas Maduro) akan tumbang.&quot;
Bersama massa demonstran yang berasal dari hutan Amazon sampai Andes Barat, koalisi oposisi berupaya mengumpulkan setidaknya satu juta orang untuk melakukan demonstrasi di ibu kota. Hal ini dilakukan demi menunjukkan kemarahan mereka terhadap Maduro dan krisis ekonomi yang melanda Venezuela.
&quot;Kami akan mengalahkan rasa lapar, kejahatan, inflasi dan korupsi. Mereka tidak melakukan apa-apa dalam 17 tahun ini. Waktu mereka sudah selesai,&quot; ujar salah seorang massa demonstran, Naty Gutierren, sebagaimana dilansir Aljazeera, Jumat (2/9/2016). Sementara itu, demonstrasi tandingan oleh pihak pro-pemerintah rencananya juga akan digelar di pusat kota.
Aksi demonstrasi ini terjadi saat Venezuela tengah dilanda kekurangan makanan dan obat-obatan, wabah kejahatan, kekerasan dan penjarahan meluas. Merespons aksi ini, ratusan tentara dan petugas kepolisian dengan mobil lapis baja telah dikerahkan menuju lokasi demonstrasi.</content:encoded></item></channel></rss>
