<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Indonesia Tahanan Politik Turki Syaiful Iman Bebas</title><description>Syaiful Iman, mahasiswa asal Indonesia, yang ditahan di  Turki pada 26 Agustus lalu telah dibebaskan pada Jumat 8 September waktu  Ankara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/09/18/1485713/mahasiswa-indonesia-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/09/18/1485713/mahasiswa-indonesia-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas"/><item><title>Mahasiswa Indonesia Tahanan Politik Turki Syaiful Iman Bebas</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/09/18/1485713/mahasiswa-indonesia-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/09/18/1485713/mahasiswa-indonesia-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2016 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/09/18/1485713/wni-mahasiswa-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas-uoTvLMYUoZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. WNI mahasiswa ditahan di Turki telah bebas. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/09/18/1485713/wni-mahasiswa-tahanan-politik-turki-syaiful-iman-bebas-uoTvLMYUoZ.jpg</image><title>Ilustrasi. WNI mahasiswa ditahan di Turki telah bebas. (Foto: AFP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Syaiful Iman, mahasiswa asal Kalimantan, Indonesia, yang ditahan di Turki pada 26 Agustus lalu telah dibebaskan pada Jumat 8 September waktu Ankara. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Azwir Nazar dalam sebuah rilis kepada Okezone, Jumat (9/9/2016).
Dengan dibebaskannya mahasiswa Middle East Technical University (METU) tersebut, Azwir mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan pihak KBRI Ankara atas langkah cepatnya membantu menyelesaikan sejumlah persoalan pelajar Indonesia di Turki.
&amp;ldquo;Kami juga berterima kasih kepada Kementerian terkait yang berjanji setelah ini akan menjamin kelangsungan beasiswa dan pendidikan para pelajar Indonesia penerima beasiswa Pasiad. Seperti kita tahu, program pendidikan tersebut sekarang sudah dihentikan oleh pemerintah Turki,&amp;rdquo; ujarnya.
Syaiful Iman merupakan WNI mahasiswa ketiga yang ditangkap pemerintah Turki pascakudeta militer. Mahasiswa S-1 ini diciduk aparat keamanan setempat saat sedang berada di dalam rumah tinggal yang dikelola yayasan Fethullah Gulen. Iman sendiri dapat dipastikan tidak terlibat Gerakan Hizmet.
KBRI Ankara sebelumnya menyatakan, SI telah dihimbau untuk keluar dari rumah tinggal itu. Tetapi yang bersangkutan menolak. Belum diketahui alasan dia menolak dipindahkan. Diduga kuat, karena tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi atau terkendala ekonomi.
&amp;ldquo;Anak-anak ini datang dari daerah-daerahnya masing-masing, dibawa oleh yayasan pemberi beasiswa. Ada yang belum pernah ke luar negeri, mereka sendirian di sini. Hidup mereka di Turki bergantung sepenuhnya pada si pemberi beasiswa. Sekarang ketika (beasiswanya dicabut, lalu) disuruh keluar, mau ke mana mereka?&amp;rdquo; tukas Azwir saat ditemui Okezone di Wisma Forba Aceh, Setiabudi, Jakarta belum lama ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Syaiful Iman, mahasiswa asal Kalimantan, Indonesia, yang ditahan di Turki pada 26 Agustus lalu telah dibebaskan pada Jumat 8 September waktu Ankara. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Azwir Nazar dalam sebuah rilis kepada Okezone, Jumat (9/9/2016).
Dengan dibebaskannya mahasiswa Middle East Technical University (METU) tersebut, Azwir mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan pihak KBRI Ankara atas langkah cepatnya membantu menyelesaikan sejumlah persoalan pelajar Indonesia di Turki.
&amp;ldquo;Kami juga berterima kasih kepada Kementerian terkait yang berjanji setelah ini akan menjamin kelangsungan beasiswa dan pendidikan para pelajar Indonesia penerima beasiswa Pasiad. Seperti kita tahu, program pendidikan tersebut sekarang sudah dihentikan oleh pemerintah Turki,&amp;rdquo; ujarnya.
Syaiful Iman merupakan WNI mahasiswa ketiga yang ditangkap pemerintah Turki pascakudeta militer. Mahasiswa S-1 ini diciduk aparat keamanan setempat saat sedang berada di dalam rumah tinggal yang dikelola yayasan Fethullah Gulen. Iman sendiri dapat dipastikan tidak terlibat Gerakan Hizmet.
KBRI Ankara sebelumnya menyatakan, SI telah dihimbau untuk keluar dari rumah tinggal itu. Tetapi yang bersangkutan menolak. Belum diketahui alasan dia menolak dipindahkan. Diduga kuat, karena tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi atau terkendala ekonomi.
&amp;ldquo;Anak-anak ini datang dari daerah-daerahnya masing-masing, dibawa oleh yayasan pemberi beasiswa. Ada yang belum pernah ke luar negeri, mereka sendirian di sini. Hidup mereka di Turki bergantung sepenuhnya pada si pemberi beasiswa. Sekarang ketika (beasiswanya dicabut, lalu) disuruh keluar, mau ke mana mereka?&amp;rdquo; tukas Azwir saat ditemui Okezone di Wisma Forba Aceh, Setiabudi, Jakarta belum lama ini.</content:encoded></item></channel></rss>
