<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarahan George Bush ketika Mendengar Serangan 9/11</title><description>Amukan Presiden George W Bush mendengar Amerika Serikat diserang pada 11 September 2001.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11"/><item><title>Kemarahan George Bush ketika Mendengar Serangan 9/11</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11</guid><pubDate>Minggu 11 September 2016 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11-UWfDjZ8Ujc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">George W Bush saat mendengar serangan kedua menghantam WTC. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/11/18/1487025/kemarahan-george-bush-ketika-mendengar-serangan-9-11-UWfDjZ8Ujc.jpg</image><title>George W Bush saat mendengar serangan kedua menghantam WTC. (Foto: Reuters)</title></images><description>TRAGEDI 9/11 adalah serangan teroris termasif pertama yang menghantam Amerika Serikat. Sebanyak empat pesawat komersil American Airlines dibajak oleh 19 militan Al Qaeda dan merubuhkan tiga gedung di kompleks Menara Kembar atau World Trade Center.
Serangan pertama dilaporkan pada pukul 08.46 dan ratusan orang telah meninggal. Puluhan panggilan darurat dilakukan penumpang dari atas pesawat yang dibajak. Dengan nada panik, mereka menceritakan rincian peristiwa, bahwa para pembajak sudah menusuk dan membunuh pilot, pramugari dan beberapa penumpang lainnya.
&amp;ldquo;Amerika sedang diserang!&amp;rdquo; Itulah pesan yang kemudian sampai ke telinga George Walker Bush yang kala itu menjabat sebagai presidennya. Mantan Gubernur Texas itu ingin segera beranjak dari kursinya di ruang kelas, akan tetapi dia sadar harus tetap tenang menanggapi situasi ini.

Saat itu dia diketahui sedang menjalankan kunjungan terkait program pendidikan di Sekolah Dasar Sarasota, Florida, sekira 1.606, 72 kilometer jauhnya dari lokasi kejadian. Bahkan, dia masih sempat membacakan cerita The Pet Goat saat menara selatan WTC ditabrak pesawat kedua.
Selang 15 tahun sesudah tragedi yang menewaskan hampir 3.000 orang itu terjadi, sebuah catatan  tangan dari mantan sekretaris Bush, Ari Fleischer dipublikasikan ke media untuk pertama kalinya. Dalam dokumentasi sepanjang enam halaman tersebut, Fleishcer menuturkan secara detil reaksi Bush dan orang-orang di sekitarnya ketika mendengar kabar AS telah diserang teroris.Ia membuka kisahnya dengan kebingungan para staf. Semua mengelilingi  presiden dan mencoba mencari solusinya. Fleischer bersikeras bahwa sang  presiden harus diberi laporan lengkap lebih dulu mengenai situasi  terkini di lapangan. Lalu menyusun pidatonya, sebelum bicara di hadapan  media massa.

Dilansir dari Independent,  Minggu (11/9/2016),  pria kelahiran Connecticut 6 Juli 1946 itu meminta  waktu untuk menenangkan pikirannya. Dia tidak ingin membuat rakyatnya  semakin panik, dengan mendengarnya bicara dalam kondisi terbakar amarah.  Tuduhan pertamanya saat itu adalah terorisme.
&amp;ldquo;Kita akan menangkap para bedebah itu. Kita sudah dalam kondisi  perang,&amp;rdquo; tukasnya dalam pembicaraan lewat sambungan telefon dengan Wakil  Presiden Dick Cheney dari atas pesawat.
Kemarahannya masih terus berkobar setelah dia menutup telefon. Bush  berbalik dan berkata kepada pelayannya, &amp;ldquo;saat kita tahun siapa yang  melakukannya, mereka tidak akan suka mengetahui saya presidennya.  Seseorang harus membayar untuk ini. Saya tidak sabar untuk mengetahui  siapa yang melakukan semua ini.&amp;rdquo;Sembilan hari kemudian, Bush menyatakan AS berperang terhadap   terorisme. Ia menyebut pelakunya adalah militan Islam Al Qaeda dan   Presiden Irak Osama bin Laden juga terlibat dalam serangan ini.
&amp;ldquo;Kita pertama-tama akan memerangi Al Qaeda, tetapi itu bukan akhir.   Perang ini tidak akan berakhir sampai semua kelompok teroris di seluruh   dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan,&amp;rdquo; serunya yang mengundang   tepuk tangan riuh.

Seruan itu sayangnya, telah mewabahkan virus islamophobia ke seantero   Negeri Paman Sam. Selain itu, sejumlah negara di Asia Selatan dan  Timur  Tengah hancur akibat deklarasi perang ini, seperti yang terjadi  di Irak  dan Afghanistan.
</description><content:encoded>TRAGEDI 9/11 adalah serangan teroris termasif pertama yang menghantam Amerika Serikat. Sebanyak empat pesawat komersil American Airlines dibajak oleh 19 militan Al Qaeda dan merubuhkan tiga gedung di kompleks Menara Kembar atau World Trade Center.
Serangan pertama dilaporkan pada pukul 08.46 dan ratusan orang telah meninggal. Puluhan panggilan darurat dilakukan penumpang dari atas pesawat yang dibajak. Dengan nada panik, mereka menceritakan rincian peristiwa, bahwa para pembajak sudah menusuk dan membunuh pilot, pramugari dan beberapa penumpang lainnya.
&amp;ldquo;Amerika sedang diserang!&amp;rdquo; Itulah pesan yang kemudian sampai ke telinga George Walker Bush yang kala itu menjabat sebagai presidennya. Mantan Gubernur Texas itu ingin segera beranjak dari kursinya di ruang kelas, akan tetapi dia sadar harus tetap tenang menanggapi situasi ini.

Saat itu dia diketahui sedang menjalankan kunjungan terkait program pendidikan di Sekolah Dasar Sarasota, Florida, sekira 1.606, 72 kilometer jauhnya dari lokasi kejadian. Bahkan, dia masih sempat membacakan cerita The Pet Goat saat menara selatan WTC ditabrak pesawat kedua.
Selang 15 tahun sesudah tragedi yang menewaskan hampir 3.000 orang itu terjadi, sebuah catatan  tangan dari mantan sekretaris Bush, Ari Fleischer dipublikasikan ke media untuk pertama kalinya. Dalam dokumentasi sepanjang enam halaman tersebut, Fleishcer menuturkan secara detil reaksi Bush dan orang-orang di sekitarnya ketika mendengar kabar AS telah diserang teroris.Ia membuka kisahnya dengan kebingungan para staf. Semua mengelilingi  presiden dan mencoba mencari solusinya. Fleischer bersikeras bahwa sang  presiden harus diberi laporan lengkap lebih dulu mengenai situasi  terkini di lapangan. Lalu menyusun pidatonya, sebelum bicara di hadapan  media massa.

Dilansir dari Independent,  Minggu (11/9/2016),  pria kelahiran Connecticut 6 Juli 1946 itu meminta  waktu untuk menenangkan pikirannya. Dia tidak ingin membuat rakyatnya  semakin panik, dengan mendengarnya bicara dalam kondisi terbakar amarah.  Tuduhan pertamanya saat itu adalah terorisme.
&amp;ldquo;Kita akan menangkap para bedebah itu. Kita sudah dalam kondisi  perang,&amp;rdquo; tukasnya dalam pembicaraan lewat sambungan telefon dengan Wakil  Presiden Dick Cheney dari atas pesawat.
Kemarahannya masih terus berkobar setelah dia menutup telefon. Bush  berbalik dan berkata kepada pelayannya, &amp;ldquo;saat kita tahun siapa yang  melakukannya, mereka tidak akan suka mengetahui saya presidennya.  Seseorang harus membayar untuk ini. Saya tidak sabar untuk mengetahui  siapa yang melakukan semua ini.&amp;rdquo;Sembilan hari kemudian, Bush menyatakan AS berperang terhadap   terorisme. Ia menyebut pelakunya adalah militan Islam Al Qaeda dan   Presiden Irak Osama bin Laden juga terlibat dalam serangan ini.
&amp;ldquo;Kita pertama-tama akan memerangi Al Qaeda, tetapi itu bukan akhir.   Perang ini tidak akan berakhir sampai semua kelompok teroris di seluruh   dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan,&amp;rdquo; serunya yang mengundang   tepuk tangan riuh.

Seruan itu sayangnya, telah mewabahkan virus islamophobia ke seantero   Negeri Paman Sam. Selain itu, sejumlah negara di Asia Selatan dan  Timur  Tengah hancur akibat deklarasi perang ini, seperti yang terjadi  di Irak  dan Afghanistan.
</content:encoded></item></channel></rss>
