<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Pneumonia, Hillary Clinton Diduga Menderita Parkinson</title><description>Hillary pernah mengalami patah tulang siku dan dioperasi  pada 2009. Dia terjatuh dan mengalami  gumpalan darah pada otaknya pada 2012.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson"/><item><title>Bukan Pneumonia, Hillary Clinton Diduga Menderita Parkinson</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson</guid><pubDate>Rabu 14 September 2016 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson-gLcj40GoA3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hillary Clinton dan Dokter Lisa Bardack. (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/14/18/1488638/bukan-pneumonia-hillary-clinton-diduga-menderita-parkinson-gLcj40GoA3.jpg</image><title>Hillary Clinton dan Dokter Lisa Bardack. (Foto: Twitter)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Perempuan pertama calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton diduga menderita gejala parkinson dini. Parkinson adalah penyakit tua yang disebabkan penurunan fungsi saraf motorik.
Dugaan ini menyeruak tatkala foto Hillary dan seorang perempuan bergaun biru tersebar di dunia maya. Foto diambil saat politisi Demokrat itu menghadiri peringatan 15 tahun tragedi 9/11 di Ground Zero, New York. Mantan ibu negara tersebut tak kuasa mengikuti prosesi sampai akhir dan dikawal ke mobilnya karena nyaris pingsan.
Dalam salah satu foto, Hillary tampak memegang dadanya, sementar perempuan bergaun biru dongker memeriksa detak pada nadi di pergelangan tangannya. Warganet sontak ramai berspekulasi kalau perempuan di sebelah Hillary adalah perawat rahasianya yang menyamar. Kehadirannya membuktikan kondisi kesehatan mantan menteri luar negeri AS itu cukup mengkhawatirkan sampai harus didampingi dokter pribadi.
Diketahui kemudian, kalau perawat misterius adalah Dokter Lisa Bardack. Pada Minggu 11 September, sang dokter telah menjelaskan bahwa rival Donald Trump itu hanya menderita dehidrasi dan paru-paru basah (pneumonia). Dia lantas menyarankan perempuan 67 tahun tersebut untuk istirahat.
&amp;ldquo;Dia menjalani gaya hidup sehat dan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hasilnya, terbukti sama sekali tidak ada gangguan pada jantungnya. Ia juga negatif menderita kanker. Kondisinya luar biasa sehat dan layak untuk menjadi Presiden Amerika Serikat,&amp;rdquo; terang Bardack, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (14/9/2016).
Foto kedua di dekat mobil van hitam menampilkan Bardack yang meminta Hillary meremas jarinya. Pemeriksaan ini disebut-sebut biasanya dilakukan kepada penderita gangguan saraf. Bukti inilah yang semakin menguatkan asumsi warganet bahwa sejatinya bukan pneumonia yang dideritanya, tetapi parkinson.

Apapun itu, riwayat kesehatan Hillary yang ditulis oleh Dokter Bardack pada 2015 mencatat kemungkinan tersebut. Istri Bill Clinton ini pernah mengalami patah tulang siku dan dioperasi pada 2009. Tiga tahun kemudian, dia terjatuh keras dan mengalami gumpalan darah pada otaknya (gegar otak ringan).</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Perempuan pertama calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton diduga menderita gejala parkinson dini. Parkinson adalah penyakit tua yang disebabkan penurunan fungsi saraf motorik.
Dugaan ini menyeruak tatkala foto Hillary dan seorang perempuan bergaun biru tersebar di dunia maya. Foto diambil saat politisi Demokrat itu menghadiri peringatan 15 tahun tragedi 9/11 di Ground Zero, New York. Mantan ibu negara tersebut tak kuasa mengikuti prosesi sampai akhir dan dikawal ke mobilnya karena nyaris pingsan.
Dalam salah satu foto, Hillary tampak memegang dadanya, sementar perempuan bergaun biru dongker memeriksa detak pada nadi di pergelangan tangannya. Warganet sontak ramai berspekulasi kalau perempuan di sebelah Hillary adalah perawat rahasianya yang menyamar. Kehadirannya membuktikan kondisi kesehatan mantan menteri luar negeri AS itu cukup mengkhawatirkan sampai harus didampingi dokter pribadi.
Diketahui kemudian, kalau perawat misterius adalah Dokter Lisa Bardack. Pada Minggu 11 September, sang dokter telah menjelaskan bahwa rival Donald Trump itu hanya menderita dehidrasi dan paru-paru basah (pneumonia). Dia lantas menyarankan perempuan 67 tahun tersebut untuk istirahat.
&amp;ldquo;Dia menjalani gaya hidup sehat dan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hasilnya, terbukti sama sekali tidak ada gangguan pada jantungnya. Ia juga negatif menderita kanker. Kondisinya luar biasa sehat dan layak untuk menjadi Presiden Amerika Serikat,&amp;rdquo; terang Bardack, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (14/9/2016).
Foto kedua di dekat mobil van hitam menampilkan Bardack yang meminta Hillary meremas jarinya. Pemeriksaan ini disebut-sebut biasanya dilakukan kepada penderita gangguan saraf. Bukti inilah yang semakin menguatkan asumsi warganet bahwa sejatinya bukan pneumonia yang dideritanya, tetapi parkinson.

Apapun itu, riwayat kesehatan Hillary yang ditulis oleh Dokter Bardack pada 2015 mencatat kemungkinan tersebut. Istri Bill Clinton ini pernah mengalami patah tulang siku dan dioperasi pada 2009. Tiga tahun kemudian, dia terjatuh keras dan mengalami gumpalan darah pada otaknya (gegar otak ringan).</content:encoded></item></channel></rss>
