<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Jemaat Kristiani Pentakosta Segel Gereja</title><description>Puluhan jemaat pentakosta menyegel gereja karena tak terima dengan keberadaan dua pendetanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja"/><item><title>Puluhan Jemaat Kristiani Pentakosta Segel Gereja</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja</guid><pubDate>Kamis 15 September 2016 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja-UD2vpEtvuj.png" expression="full" type="image/jpeg">Gereja yang disegel di Kotawaringin Timur. (Foto: Sigit Dzakwan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/15/340/1490414/puluhan-jemaat-kristiani-pentakosta-segel-gereja-UD2vpEtvuj.png</image><title>Gereja yang disegel di Kotawaringin Timur. (Foto: Sigit Dzakwan/Okezone)</title></images><description>KOTAWARINGIN TIMUR - Sedikitnya 60 jemaat Kristiani Pentakosta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA)&amp;nbsp; Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyegel tempat ibadahnya karena menolak dua orang pendeta di sana.
Salah seorang petugas penjaga GSJA Sampit, Ujang mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan jemaat sejak Rabu (14/9/2016), sekira pukul 16.00 WIB hingga Kamis (15/9/2016).
&quot;Dua pendeta yang ditolak jemaat GSJA tersebut adalah pendeta Artius dan pendeta Sandra Tabitha,&quot; kata Ujang di GSJA Sampit.
Ujang mengaku tak tahu pasti alasan penolakan jemaat GSJA. Penolakan tersebut membuat tidak ada lagi kegiatan ibadah di dalam gereja.
&quot;Informasi yang kita terima, Minggu, 19 September nanti rencananya jemaat akan menggelar kegiatan seperti sembahyang di luar gedung.&quot;
Masih kata Ujang, penyegelan bangunan GSJA sempat jadi tontonan warga sekitar, bahkan sejumlah aparat dari Polres Kotawaringin Timur sempat melakukan penjagaan.
&quot;Benar pada Rabu malam sempat dijaga puluhan polisi. namun sekarang sudah tidak dijaga lagi karena kondisi dan situasi di lokasi aman,&quot; ungkapnya.
Ujang sendiri tak tahu sampai kapan penyegelan itu dilakukan. &quot;Saya tidak tahu sampai kapan gereja ini dibuka segelnya. Saya hanya melaksanakan tugas, yakni menjaga dan merawat bangunan gereja itu.&quot;
Sementara itu, di pintu masuk bangunan GSJA terpasang sepanduk berukuran besar dengan tulisan &quot;Kami Menolak Pendeta Artius dan Pendeta Sandra Tabitha untuk menjadi Gembala di GSJA Sampit&quot;.</description><content:encoded>KOTAWARINGIN TIMUR - Sedikitnya 60 jemaat Kristiani Pentakosta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA)&amp;nbsp; Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyegel tempat ibadahnya karena menolak dua orang pendeta di sana.
Salah seorang petugas penjaga GSJA Sampit, Ujang mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan jemaat sejak Rabu (14/9/2016), sekira pukul 16.00 WIB hingga Kamis (15/9/2016).
&quot;Dua pendeta yang ditolak jemaat GSJA tersebut adalah pendeta Artius dan pendeta Sandra Tabitha,&quot; kata Ujang di GSJA Sampit.
Ujang mengaku tak tahu pasti alasan penolakan jemaat GSJA. Penolakan tersebut membuat tidak ada lagi kegiatan ibadah di dalam gereja.
&quot;Informasi yang kita terima, Minggu, 19 September nanti rencananya jemaat akan menggelar kegiatan seperti sembahyang di luar gedung.&quot;
Masih kata Ujang, penyegelan bangunan GSJA sempat jadi tontonan warga sekitar, bahkan sejumlah aparat dari Polres Kotawaringin Timur sempat melakukan penjagaan.
&quot;Benar pada Rabu malam sempat dijaga puluhan polisi. namun sekarang sudah tidak dijaga lagi karena kondisi dan situasi di lokasi aman,&quot; ungkapnya.
Ujang sendiri tak tahu sampai kapan penyegelan itu dilakukan. &quot;Saya tidak tahu sampai kapan gereja ini dibuka segelnya. Saya hanya melaksanakan tugas, yakni menjaga dan merawat bangunan gereja itu.&quot;
Sementara itu, di pintu masuk bangunan GSJA terpasang sepanduk berukuran besar dengan tulisan &quot;Kami Menolak Pendeta Artius dan Pendeta Sandra Tabitha untuk menjadi Gembala di GSJA Sampit&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
