<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Miliki 200 Bom Nuklir, AS Pilih Bungkam</title><description>Kementerian Luar Negeri AS memilih bungkam menanggapi informasi yang menyebutkan Israel memiliki 200 senjata nuklir yang mengarah ke Iran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam"/><item><title>Israel Miliki 200 Bom Nuklir, AS Pilih Bungkam</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam</guid><pubDate>Sabtu 17 September 2016 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam-4O6KCU5bVS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/17/18/1491620/israel-miliki-200-bom-nuklir-as-pilih-bungkam-4O6KCU5bVS.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memilih bungkam menanggapi informasi yang menyebutkan Israel memiliki 200 senjata nuklir yang mengarah ke Teheran, Iran. Hal itu terungkap dari dokumen email mantan Luar Negeri AS Colin Powell yang dibocorkan orang tak dikenal pekan ini.
Dalam suratnya kepada Jeffrey Leeds, seorang rekan bisnisnya sekaligus pendonor besar Partai Demokrat, Powell mengakui bahwa Israel memiliki sekira 200 senjata nuklir yang semuanya diarahkan ke Iran. Selama ini, baik Israel maupun AS tidak pernah mengonfirmasi ataupun membantah kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut, sebuah kebijakan yang dikenal dengan nama &amp;lsquo;ambiguitas nuklir&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Orang-orang di Teheran tahu Israel memiliki 200, semua mengarah ke Teheran, dan kita memiliki ribuan. Seperti (yang Presiden Iran, Ahmadinejad katakan) &amp;lsquo;apa yang akan kita lakukan dengan satu unit, membersihkannya?&amp;rsquo;,&amp;rdquo; Demikian isi surat bertanggal 3 Maret 2015 itu sebagaimana dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/9/2016). Surat tersebut dipublikasikan di laman whistleblower DCLeaks bersama sejumlah dokumen lainnya dan telah dikonfirmasi sebagai email asli oleh juru bicara Powell, Peggy Cifrino.Jika apa yang ditulis Powell benar, maka Israel seharusnya mendapatkan perlakuan serupa dengan apa yang didapatkan Iran dan Korea Utara (Korut) yang mendapatkan sanksi karena melanggar Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri John Kirby menolak berkomentar mengenai bocoran email Powell dan memilih bungkam mengenai masalah ini.
Kepemilikan nuklir Israel juga dapat berpengaruh pada bantuan luar negeri yang diberikan AS pada Negara Zionis itu. Menurut amandemen Undang-undang (UU) Bantuan Asing semua bantuan AS, baik ekonomi maupun militer dilarang diberikan kepada negara-negara yang mengirimkan, menerima, mendapatkan atau memindahkan teknologi pengayaan nuklir tanpa mematuhi NPT. Israel adalah salah satu negara yang tidak menandatangani NPT, bersama dengan India dan Pakistan yang juga memiliki senjata nuklir.
Bocornya email Powell ini hanya berselang beberapa saat sebelum AS dan Israel menandatangani perjanjian bantuan militer dengan jumlah fantastis USD38 miliar selama 10 tahun. Bantuan sebesar itu akan dihabiskan untuk pembelian senjata dan pelatihan militer dari AS.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memilih bungkam menanggapi informasi yang menyebutkan Israel memiliki 200 senjata nuklir yang mengarah ke Teheran, Iran. Hal itu terungkap dari dokumen email mantan Luar Negeri AS Colin Powell yang dibocorkan orang tak dikenal pekan ini.
Dalam suratnya kepada Jeffrey Leeds, seorang rekan bisnisnya sekaligus pendonor besar Partai Demokrat, Powell mengakui bahwa Israel memiliki sekira 200 senjata nuklir yang semuanya diarahkan ke Iran. Selama ini, baik Israel maupun AS tidak pernah mengonfirmasi ataupun membantah kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut, sebuah kebijakan yang dikenal dengan nama &amp;lsquo;ambiguitas nuklir&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Orang-orang di Teheran tahu Israel memiliki 200, semua mengarah ke Teheran, dan kita memiliki ribuan. Seperti (yang Presiden Iran, Ahmadinejad katakan) &amp;lsquo;apa yang akan kita lakukan dengan satu unit, membersihkannya?&amp;rsquo;,&amp;rdquo; Demikian isi surat bertanggal 3 Maret 2015 itu sebagaimana dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/9/2016). Surat tersebut dipublikasikan di laman whistleblower DCLeaks bersama sejumlah dokumen lainnya dan telah dikonfirmasi sebagai email asli oleh juru bicara Powell, Peggy Cifrino.Jika apa yang ditulis Powell benar, maka Israel seharusnya mendapatkan perlakuan serupa dengan apa yang didapatkan Iran dan Korea Utara (Korut) yang mendapatkan sanksi karena melanggar Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri John Kirby menolak berkomentar mengenai bocoran email Powell dan memilih bungkam mengenai masalah ini.
Kepemilikan nuklir Israel juga dapat berpengaruh pada bantuan luar negeri yang diberikan AS pada Negara Zionis itu. Menurut amandemen Undang-undang (UU) Bantuan Asing semua bantuan AS, baik ekonomi maupun militer dilarang diberikan kepada negara-negara yang mengirimkan, menerima, mendapatkan atau memindahkan teknologi pengayaan nuklir tanpa mematuhi NPT. Israel adalah salah satu negara yang tidak menandatangani NPT, bersama dengan India dan Pakistan yang juga memiliki senjata nuklir.
Bocornya email Powell ini hanya berselang beberapa saat sebelum AS dan Israel menandatangani perjanjian bantuan militer dengan jumlah fantastis USD38 miliar selama 10 tahun. Bantuan sebesar itu akan dihabiskan untuk pembelian senjata dan pelatihan militer dari AS.</content:encoded></item></channel></rss>
