<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Bangsa Paling Ditakuti dalam Sejarah Dunia</title><description>Pada kesempatan ini, Okezone akan membahas lima bangsa yang memiliki reputasi buruk sehingga ditakuti oleh bangsa lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia"/><item><title>Lima Bangsa Paling Ditakuti dalam Sejarah Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia</guid><pubDate>Minggu 18 September 2016 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia-ggvwEQI7KX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Suku Maori di Selandia Baru. (Foto: New Zealand)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/18/18/1492365/lima-bangsa-paling-ditakuti-dalam-sejarah-dunia-ggvwEQI7KX.jpg</image><title>Ilustrasi. Suku Maori di Selandia Baru. (Foto: New Zealand)</title></images><description>DALAM sejarah terdapat dua sisi kontras yang kerap menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Ada hal baik yang perlu diteladani dan ada pula hal buruk yang alangkah baiknya tidak diulangi.
Perang dan darah, kemenangan dan air mata seolah selalu menghiasi perjalanan banyak bangsa di dunia tanpa terkecuali. Semua itu acapkali dilakukan untuk menunjukkan dominasinya atas suku dan atau bangsa lain.
Namun begitu, tidak semua pelaku perang adalah pejuang. Ada juga para penjahatnya. Sementara sebagian lagi dibenci dan disegani bukan karena menjadi penjahat perang, tetapi lantaran reputasi buruk yang melekat padanya.
Pada kesempatan ini, Okezone akan membahas lima bangsa yang memiliki reputasi buruk sehingga ditakuti oleh bangsa lain.
&amp;bull; Suku Maori
Suku Maori adalah suku asli dari masyarakat Polinesia yang tinggal di wilayah Selandia Baru. Namun, suku ini memiliki reputasi yang buruk pada abad 18, khususnya bagi orang-orang yang berasal dari luar lingkup suku Maori. Satu hal yang membuat nama suku Maori terkenal di kalangan pelaut asing adalah mereka dipercaya sebagai suku kanibal.
Suku Maori diklaim melakukan praktik kanibal ketika sedang dalam keadaan perang. Pasalnya, suku Maori percaya dengan memakan daging dari musuh maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari sang musuh.
Praktik kanibalisme ini sempat disaksikan oleh beberapa orang yang selamat pada Oktober 1809. Tepatnya ketika kapal yang mengangkut para tahanan dari Eropa diserang oleh suku Maori sebagai tindakan balasan atas pelecehan yang dilakukan anak buah kapal (ABK) tersebut terhadap anak kepala suku Maori.
Dikabarkan, suku Maori membantai 66 ABK di atas kapal. Tidak selesai sampai di sana saja, suku Maori membawa jenazah serta ABK yang masih hidup ke daratan.
Beberapa ABK yang selamat sempat bersembunyi, namun yang mereka saksikan hanya teror tak berujung. Mereka melihat para anggota suku Maori memakan daging rekan-rekan ABK yang selamat dari malam hingga keesokan paginya.&amp;bull; Viking
Bagi penikmat sejarah ataupun dokumentasi tentang Barat, pasti  mengenal bangsa yang satu ini. Ya, bangsa Viking, bangsa yang selalu  digambarkan kuat dan selalu tidak takut untuk berperang melawan  siapapun.

Bangsa Viking merupakan para pelaut yang berasal dari Jerman bagian  timur. Mereka terkenal menyerang, melakukan jual beli, mengeksplorasi  dan bermukim di banyak wilayah dari Eropa, Asia dan pulau-pulau di  Atlantik Utara. Selama di Eropa, bangsa Viking memiliki reputasi buruk  karena menyebarkan teror dan melakukan perampasan di setiap desa serta  kota yang mereka sambangi di Eropa.
Kemampuan bertarung bangsa Viking di medan perang tidak perlu  diragukan lagi. Viking terkenal menggunakan beragam senjata dari  mulai pedang, tombak hingga kapak.
Oleh karena memang gemar bertempur dan menebarkan teror, banyak pihak yang  memandang para bangsa Viking memiliki agama khusus menyembah dewa  perang. Bahkan bangsa Viking kerap disebut sebagai bangsa yang hidupnya  hanya untuk berperang hingga napas terakhir mereka.
&amp;bull; Mongol
Kerajaan yang dikuasai oleh bangsa Mongol pada abad ke 13 hingga 14  termasuk sebagai kerajaan terbesar di sepanjang sejarah manusia.  Kerajaan Mongol tercipta atas unifikasi dari bangsa Mongol dan suku  Turkic yang berada di bawah kepemimpinan Genghis Khan.

Bangsa Mongol terkenal sebagai orang-orang yang barbar dan kejam.  Mereka mendominasi Eropa dan Asia sambil mengendarai kuda. Bangsa Mongol  sangat terlatih dalam menggunakan panah sambil berkuda.
Ketika pergi menyerang, bangsa Mongol menggunakan panah dengan bahan  campuran yang dapat menembus baju zirah. Selain itu, mereka juga pandai  menggunakan pedang lengkung dan tombak. Bangsa Mongol juga menggunakan  intimidasi serta teknik psikologi untuk membuat lawannya gentar.
Salah satu tindakan ikonik mereka yang sangat ditakuti terjadi ketika  invasi ke India. Bangsa Mongol membangun piramid dari kepala manusia di  depan tembok Delhi. Bangsa Mongol juga menggunakan salah satu teknik  psikologi yang mengerikan terhadap musuhnya. Mereka menggunakan kepala  manusia yang dilemparkan ke kamp musuh untuk membuat para pasukan di  dalam kamp gentar.&amp;bull; Aztec
Bangsa Aztec merupakan kelompok etnis yang berada di Meksiko tengah   dan mereka mendominasi wilayah Mesoamerica pada abad ke 14 hingga 16.   Bangsa ini juga memiliki tradisi yang membuat bangsa lainnya takut,   yaitu mereka kerap menjalankan ritual pengorbangan manusia.
Ritual pengorbanan manusia ini mulai mencapai zaman keemasannya di   Aztec ketika mereka mulai menggunakan sistem Teokrasi. Bangsa Aztec   percaya setiap 52 tahun sekali, jika mereka tidak memuaskan para dewa   maka dunia akan berakhir.

Bangsa Aztec juga meyakini cara memuaskan para dewa ialah melalui   ritual pengorbanan manusia. Sekira 20 ribu orang dibunuh   oleh bangsa Aztec demi memuaskan Dewa Matahari mereka. Jantung para   manusia yang dikorbankan dipotong keluar dari tubuh mereka dan   beberapa bagian dari tubuh mereka dimakan oleh bangsa Aztec.
Itu baru untuk satu dewa. Faktanya, bangsa Aztec memiliki banyak dewa yang harus di-&amp;ldquo;puas&amp;rdquo;-kan. Jika lama tidak turun hujan   maka beberapa anak kecil akan dikorbankan di beberapa lokasi, sebab   bangsa Aztec percaya air mata anak-anak tersebut akan membantu   menurunkan hujan.
Sedangkan untuk Dewa Api, pasangan suami-istri yang baru menikah akan   dilemparkan ke dalam api, hingga keduanya tewas terbakar. Masih ada satu   ritual lagi yang bikin bulu kuduk merinding, yaitu ritual Dewi Jagung.   Pada ritual ini seorang perempuan yang masih perawan dipaksa menari   selama seharian dan dibunuh serta dikuliti. Kulit dari perempuan   malang itu selanjutnya akan digunakan oleh seorang pendeta Aztec.
&amp;bull; Keltik
Bangsa Keltik atau Celtic merupakan sebutan bagi orang-orang yang   tinggal di wilayah jajahan yang membentang dari British Isles hingga ke   Gallatia. Bangsa ini kerap bertikai dengan bangsa lain yang tinggal   dekat perbatasan mereka. Walaupun tidak ada catatan sejarah tentang   eksistensi mereka, namun bangsa ini tetap terkenal di wilayah Eropa.

Pasukan Keltik terkenal sebagai pemburu kepala. Pasalnya, bangsa ini kerap menggunakan kepala korban mereka yang sudah terlepas dari   tubuhnya untuk dijadikan semacam &amp;ldquo;hiasan&amp;rdquo; yang diletakkan di kereta  kuda  tempur serta rumah mereka.
Memotong kepala musuh adalah kebanggaan tersendiri bagi mereka. Kepala-kepala tersebut kemudian akan diikatkan di kuda yang mereka   tunggangi untuk kembali ke desa tempat tinggalnya. Kepulangan dari medan perang ini akan diiringi nyanyian sepanjang jalan sebagai bentuk representasi   kemenangan mereka.
Sesampainya di rumah, orang-orang Keltik akan membalsem kepala   milik musuh bebuyutan mereka menggunakan minyak cemara. Kemudian, kepala   tersebut mereka letakkan di dalam kotak dan menjadi piagam yang   orang Keltik banggakan kepada orang asing atau para tamunya.</description><content:encoded>DALAM sejarah terdapat dua sisi kontras yang kerap menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Ada hal baik yang perlu diteladani dan ada pula hal buruk yang alangkah baiknya tidak diulangi.
Perang dan darah, kemenangan dan air mata seolah selalu menghiasi perjalanan banyak bangsa di dunia tanpa terkecuali. Semua itu acapkali dilakukan untuk menunjukkan dominasinya atas suku dan atau bangsa lain.
Namun begitu, tidak semua pelaku perang adalah pejuang. Ada juga para penjahatnya. Sementara sebagian lagi dibenci dan disegani bukan karena menjadi penjahat perang, tetapi lantaran reputasi buruk yang melekat padanya.
Pada kesempatan ini, Okezone akan membahas lima bangsa yang memiliki reputasi buruk sehingga ditakuti oleh bangsa lain.
&amp;bull; Suku Maori
Suku Maori adalah suku asli dari masyarakat Polinesia yang tinggal di wilayah Selandia Baru. Namun, suku ini memiliki reputasi yang buruk pada abad 18, khususnya bagi orang-orang yang berasal dari luar lingkup suku Maori. Satu hal yang membuat nama suku Maori terkenal di kalangan pelaut asing adalah mereka dipercaya sebagai suku kanibal.
Suku Maori diklaim melakukan praktik kanibal ketika sedang dalam keadaan perang. Pasalnya, suku Maori percaya dengan memakan daging dari musuh maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari sang musuh.
Praktik kanibalisme ini sempat disaksikan oleh beberapa orang yang selamat pada Oktober 1809. Tepatnya ketika kapal yang mengangkut para tahanan dari Eropa diserang oleh suku Maori sebagai tindakan balasan atas pelecehan yang dilakukan anak buah kapal (ABK) tersebut terhadap anak kepala suku Maori.
Dikabarkan, suku Maori membantai 66 ABK di atas kapal. Tidak selesai sampai di sana saja, suku Maori membawa jenazah serta ABK yang masih hidup ke daratan.
Beberapa ABK yang selamat sempat bersembunyi, namun yang mereka saksikan hanya teror tak berujung. Mereka melihat para anggota suku Maori memakan daging rekan-rekan ABK yang selamat dari malam hingga keesokan paginya.&amp;bull; Viking
Bagi penikmat sejarah ataupun dokumentasi tentang Barat, pasti  mengenal bangsa yang satu ini. Ya, bangsa Viking, bangsa yang selalu  digambarkan kuat dan selalu tidak takut untuk berperang melawan  siapapun.

Bangsa Viking merupakan para pelaut yang berasal dari Jerman bagian  timur. Mereka terkenal menyerang, melakukan jual beli, mengeksplorasi  dan bermukim di banyak wilayah dari Eropa, Asia dan pulau-pulau di  Atlantik Utara. Selama di Eropa, bangsa Viking memiliki reputasi buruk  karena menyebarkan teror dan melakukan perampasan di setiap desa serta  kota yang mereka sambangi di Eropa.
Kemampuan bertarung bangsa Viking di medan perang tidak perlu  diragukan lagi. Viking terkenal menggunakan beragam senjata dari  mulai pedang, tombak hingga kapak.
Oleh karena memang gemar bertempur dan menebarkan teror, banyak pihak yang  memandang para bangsa Viking memiliki agama khusus menyembah dewa  perang. Bahkan bangsa Viking kerap disebut sebagai bangsa yang hidupnya  hanya untuk berperang hingga napas terakhir mereka.
&amp;bull; Mongol
Kerajaan yang dikuasai oleh bangsa Mongol pada abad ke 13 hingga 14  termasuk sebagai kerajaan terbesar di sepanjang sejarah manusia.  Kerajaan Mongol tercipta atas unifikasi dari bangsa Mongol dan suku  Turkic yang berada di bawah kepemimpinan Genghis Khan.

Bangsa Mongol terkenal sebagai orang-orang yang barbar dan kejam.  Mereka mendominasi Eropa dan Asia sambil mengendarai kuda. Bangsa Mongol  sangat terlatih dalam menggunakan panah sambil berkuda.
Ketika pergi menyerang, bangsa Mongol menggunakan panah dengan bahan  campuran yang dapat menembus baju zirah. Selain itu, mereka juga pandai  menggunakan pedang lengkung dan tombak. Bangsa Mongol juga menggunakan  intimidasi serta teknik psikologi untuk membuat lawannya gentar.
Salah satu tindakan ikonik mereka yang sangat ditakuti terjadi ketika  invasi ke India. Bangsa Mongol membangun piramid dari kepala manusia di  depan tembok Delhi. Bangsa Mongol juga menggunakan salah satu teknik  psikologi yang mengerikan terhadap musuhnya. Mereka menggunakan kepala  manusia yang dilemparkan ke kamp musuh untuk membuat para pasukan di  dalam kamp gentar.&amp;bull; Aztec
Bangsa Aztec merupakan kelompok etnis yang berada di Meksiko tengah   dan mereka mendominasi wilayah Mesoamerica pada abad ke 14 hingga 16.   Bangsa ini juga memiliki tradisi yang membuat bangsa lainnya takut,   yaitu mereka kerap menjalankan ritual pengorbangan manusia.
Ritual pengorbanan manusia ini mulai mencapai zaman keemasannya di   Aztec ketika mereka mulai menggunakan sistem Teokrasi. Bangsa Aztec   percaya setiap 52 tahun sekali, jika mereka tidak memuaskan para dewa   maka dunia akan berakhir.

Bangsa Aztec juga meyakini cara memuaskan para dewa ialah melalui   ritual pengorbanan manusia. Sekira 20 ribu orang dibunuh   oleh bangsa Aztec demi memuaskan Dewa Matahari mereka. Jantung para   manusia yang dikorbankan dipotong keluar dari tubuh mereka dan   beberapa bagian dari tubuh mereka dimakan oleh bangsa Aztec.
Itu baru untuk satu dewa. Faktanya, bangsa Aztec memiliki banyak dewa yang harus di-&amp;ldquo;puas&amp;rdquo;-kan. Jika lama tidak turun hujan   maka beberapa anak kecil akan dikorbankan di beberapa lokasi, sebab   bangsa Aztec percaya air mata anak-anak tersebut akan membantu   menurunkan hujan.
Sedangkan untuk Dewa Api, pasangan suami-istri yang baru menikah akan   dilemparkan ke dalam api, hingga keduanya tewas terbakar. Masih ada satu   ritual lagi yang bikin bulu kuduk merinding, yaitu ritual Dewi Jagung.   Pada ritual ini seorang perempuan yang masih perawan dipaksa menari   selama seharian dan dibunuh serta dikuliti. Kulit dari perempuan   malang itu selanjutnya akan digunakan oleh seorang pendeta Aztec.
&amp;bull; Keltik
Bangsa Keltik atau Celtic merupakan sebutan bagi orang-orang yang   tinggal di wilayah jajahan yang membentang dari British Isles hingga ke   Gallatia. Bangsa ini kerap bertikai dengan bangsa lain yang tinggal   dekat perbatasan mereka. Walaupun tidak ada catatan sejarah tentang   eksistensi mereka, namun bangsa ini tetap terkenal di wilayah Eropa.

Pasukan Keltik terkenal sebagai pemburu kepala. Pasalnya, bangsa ini kerap menggunakan kepala korban mereka yang sudah terlepas dari   tubuhnya untuk dijadikan semacam &amp;ldquo;hiasan&amp;rdquo; yang diletakkan di kereta  kuda  tempur serta rumah mereka.
Memotong kepala musuh adalah kebanggaan tersendiri bagi mereka. Kepala-kepala tersebut kemudian akan diikatkan di kuda yang mereka   tunggangi untuk kembali ke desa tempat tinggalnya. Kepulangan dari medan perang ini akan diiringi nyanyian sepanjang jalan sebagai bentuk representasi   kemenangan mereka.
Sesampainya di rumah, orang-orang Keltik akan membalsem kepala   milik musuh bebuyutan mereka menggunakan minyak cemara. Kemudian, kepala   tersebut mereka letakkan di dalam kotak dan menjadi piagam yang   orang Keltik banggakan kepada orang asing atau para tamunya.</content:encoded></item></channel></rss>
