<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Klarifikasi Kasus yang Ditangani KPK</title><description>Bulog mengklarifikasi kasus impor gula kristal putih (GKP) yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk"/><item><title>Bulog Klarifikasi Kasus yang Ditangani KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk</guid><pubDate>Senin 19 September 2016 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk-u2WKfgiYik.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/19/337/1492652/bulog-klarifikasi-kasus-yang-ditangani-kpk-u2WKfgiYik.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengklarifikasi kasus impor gula kristal putih (GKP) yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  yang melibatksn CV Semesta Berjaya di Sumatera Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bulog Wahyu Suparyono mengatakan bahwa CV SB adalah salah satu mitra penyalur gula Perum Bulog yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat. Namun, penyalur yang diduga memberikan suap kepada pejabat negara yang sudah ditangkap KPK tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan importasi gula yang dilakukan Bulog.
&quot;CV SB adalah salah satu mitra penyalur gula Perum Bulog di Padang. Tapi tidak ada hubungannya dengan kegiatan importasi gula yang dilaksanakan oleh Perum Bulog,&quot; imbuh dia.
Wahyu menambahkan, pihaknya tidak akan mengintervensi proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &quot;Terkait dengan proses hukum yan sedang berlangsung di KPK, Perum Bulog menghormati dan mendukung KPK untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas,&quot; tandasnya.
Sebelumnya dikabarkan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa tak ada importir gula yang statusnya CV. Ia menegaskan, CV BS milik XSS dan MMI tak terdaftar sebagai importir.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengklarifikasi kasus impor gula kristal putih (GKP) yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  yang melibatksn CV Semesta Berjaya di Sumatera Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bulog Wahyu Suparyono mengatakan bahwa CV SB adalah salah satu mitra penyalur gula Perum Bulog yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat. Namun, penyalur yang diduga memberikan suap kepada pejabat negara yang sudah ditangkap KPK tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan importasi gula yang dilakukan Bulog.
&quot;CV SB adalah salah satu mitra penyalur gula Perum Bulog di Padang. Tapi tidak ada hubungannya dengan kegiatan importasi gula yang dilaksanakan oleh Perum Bulog,&quot; imbuh dia.
Wahyu menambahkan, pihaknya tidak akan mengintervensi proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &quot;Terkait dengan proses hukum yan sedang berlangsung di KPK, Perum Bulog menghormati dan mendukung KPK untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas,&quot; tandasnya.
Sebelumnya dikabarkan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa tak ada importir gula yang statusnya CV. Ia menegaskan, CV BS milik XSS dan MMI tak terdaftar sebagai importir.
</content:encoded></item></channel></rss>
