<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Korsel: Rezim Korut Tak Punya Telinga</title><description>Berkali-kali sudah Korut melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik tanpa mengindahkan protes dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga"/><item><title>Dubes Korsel: Rezim Korut Tak Punya Telinga</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga</guid><pubDate>Selasa 20 September 2016 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga-eMLlglowHz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes Korsel untuk Indonesia Cho Tai-young. (foto: Wikanto Arung/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/20/18/1493923/dubes-korsel-rezim-korut-tak-punya-telinga-eMLlglowHz.jpg</image><title>Dubes Korsel untuk Indonesia Cho Tai-young. (foto: Wikanto Arung/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berkali-kali sudah Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik. Sepanjang September saja, Pyongyang telah melakukan satu uji coba rudal balistik pada 5 September dan bom nuklir pada 9 September 2016.

Berbagai kecaman dari dunia internasional berdatangan. Namun, Korut bergeming. Bagi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai-young, rezim Korut seperti tidak punya telinga untuk mendengar dunia internasional.

&quot;Komunitas internasional tidak suka program nuklir Korut. Mereka harus mendengar komunitas internasional, sayangnya mereka tidak punya telinga untuk mendengar,&quot; ujar Tai-young kepada awak media di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Pria berkacamata itu menambahkan, Negeri Ginseng sangat ingin Korut menghentikan program nuklir mereka. Korut diimbau untuk mencari teman di dunia Internasional dan menggunakan uangnya untuk membiayai kehidupan warganya alih-alih melanjutkan program nuklir.

&quot;Korut itu menderita. Warganya kekurangan makanan. Sangat jelas mereka harus mengganti cara berpikir dan mulai mencari teman di dunia internasional. Tentu banyak yang ingin membantu,&quot; tutup Tai-young.</description><content:encoded>JAKARTA - Berkali-kali sudah Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik. Sepanjang September saja, Pyongyang telah melakukan satu uji coba rudal balistik pada 5 September dan bom nuklir pada 9 September 2016.

Berbagai kecaman dari dunia internasional berdatangan. Namun, Korut bergeming. Bagi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai-young, rezim Korut seperti tidak punya telinga untuk mendengar dunia internasional.

&quot;Komunitas internasional tidak suka program nuklir Korut. Mereka harus mendengar komunitas internasional, sayangnya mereka tidak punya telinga untuk mendengar,&quot; ujar Tai-young kepada awak media di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Pria berkacamata itu menambahkan, Negeri Ginseng sangat ingin Korut menghentikan program nuklir mereka. Korut diimbau untuk mencari teman di dunia Internasional dan menggunakan uangnya untuk membiayai kehidupan warganya alih-alih melanjutkan program nuklir.

&quot;Korut itu menderita. Warganya kekurangan makanan. Sangat jelas mereka harus mengganti cara berpikir dan mulai mencari teman di dunia internasional. Tentu banyak yang ingin membantu,&quot; tutup Tai-young.</content:encoded></item></channel></rss>
