<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Meja-Kursi, Puluhan Siswa SMP Ini Belajar di Lantai</title><description>Ada beberapa di antara mereka yang menulis sambil tengkurap di lantai tanpa alas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai"/><item><title>Tak Punya Meja-Kursi, Puluhan Siswa SMP Ini Belajar di Lantai</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai</guid><pubDate>Rabu 21 September 2016 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai-x0ir02j85u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana ruang kelas SMP 11 Kecamatan Baamang, Kotim. Foto Sigit Dzakwan/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/21/340/1495061/tak-punya-meja-kursi-puluhan-siswa-smp-ini-belajar-di-lantai-x0ir02j85u.jpg</image><title>Suasana ruang kelas SMP 11 Kecamatan Baamang, Kotim. Foto Sigit Dzakwan/Okezone</title></images><description>

KOTIM &amp;ndash; Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah harus belajar di lantai karena sekolah mereka tidak memiliki meja dan kursi.

&amp;ldquo;Sebanyak 37 siswa di sekolah ini membutuhkan meja dan kursi agar kegiatan proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal. Mereka ini terpaksa duduk di lantai setiap harinya,&amp;rdquo; kata Hairani, Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Sampit, Rabu (21/9/2016).

Saat Okezone datang ke lokasi, meski tak ada meja dan kursi puluhan siswa tetap semangat untuk belajar. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang menulis sambil tengkurap di lantai tanpa alas.

Sekolah yang mulai berdiri sejak 2014 itu hanya memiliki lima ruang kelas dengan jumlah siswa sebanyak 156 orang dan ditampung di lima ruang kelas. Untuk kelas tujuh hanya memiliki satu ruang belajar, kelas delapan memiliki dua ruangan, dan kelas sembilan memiliki dua ruangan.

Idealnya sekolah memiliki enam ruang belajar sehingga masing-masing kelas memiliki dua ruangan. &amp;ldquo;Sudah kami usulkan anggaran pengadaan meja-kursi dan peralatan lainnya ke dinas, tapi mungkin karena kondisi keuangan daerah. Kendalanya kami ini kurang ruangan saja, animo masyarakat untuk memasukan anak di sekolah ini cukup tinggi,&quot; tutur Hairani.

SMP 11 terletak di kota Sampit. Meski demikian infrastruktur dan kebutuhan siswanya luput dari perhatian pemerintah.

</description><content:encoded>

KOTIM &amp;ndash; Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah harus belajar di lantai karena sekolah mereka tidak memiliki meja dan kursi.

&amp;ldquo;Sebanyak 37 siswa di sekolah ini membutuhkan meja dan kursi agar kegiatan proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal. Mereka ini terpaksa duduk di lantai setiap harinya,&amp;rdquo; kata Hairani, Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Sampit, Rabu (21/9/2016).

Saat Okezone datang ke lokasi, meski tak ada meja dan kursi puluhan siswa tetap semangat untuk belajar. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang menulis sambil tengkurap di lantai tanpa alas.

Sekolah yang mulai berdiri sejak 2014 itu hanya memiliki lima ruang kelas dengan jumlah siswa sebanyak 156 orang dan ditampung di lima ruang kelas. Untuk kelas tujuh hanya memiliki satu ruang belajar, kelas delapan memiliki dua ruangan, dan kelas sembilan memiliki dua ruangan.

Idealnya sekolah memiliki enam ruang belajar sehingga masing-masing kelas memiliki dua ruangan. &amp;ldquo;Sudah kami usulkan anggaran pengadaan meja-kursi dan peralatan lainnya ke dinas, tapi mungkin karena kondisi keuangan daerah. Kendalanya kami ini kurang ruangan saja, animo masyarakat untuk memasukan anak di sekolah ini cukup tinggi,&quot; tutur Hairani.

SMP 11 terletak di kota Sampit. Meski demikian infrastruktur dan kebutuhan siswanya luput dari perhatian pemerintah.

</content:encoded></item></channel></rss>
