<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusuh di Charlotte Masuki Hari Kedua, Satu Orang Tertembak</title><description>Satu orang dilaporkan tertembak dengan luka yang mengancam nyawanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak"/><item><title>Rusuh di Charlotte Masuki Hari Kedua, Satu Orang Tertembak</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak</guid><pubDate>Kamis 22 September 2016 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak-MRsNDtoDhf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi dengan perlengkapan antihuru-hara melakukan penjagaan dalam demonstrasi di Charlotte, 20 September 2016. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/22/18/1495620/rusuh-di-charlotte-masuki-hari-kedua-satu-orang-tertembak-MRsNDtoDhf.jpg</image><title>Polisi dengan perlengkapan antihuru-hara melakukan penjagaan dalam demonstrasi di Charlotte, 20 September 2016. (Foto: Reuters)</title></images><description>CHARLOTTE &amp;ndash; Protes yang terjadi di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS) menyusul penembakan yang dilakukan polisi terhadap seorang warga kulit hitam kemarin, memasuki hari kedua. Insiden penembakan tersebut merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Charlotte dalam tiga tahun terakhir.
Dilaporkan Charlotte Observer, Kamis, (22/9/2016), polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang memblokade persimpangan jalan di pusat kota pada Rabu malam waktu setempat. Suasana yang memanas menyebabkan unjuk rasa menjadi rusuh. Satu orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak yang mengancam nyawanya.
Suasana tegang telah terasa pada Rabu sore. Para pelaku usaha di kota memulangkan karyawan mereka lebih awal karena khawatir kerusuhan akan bertambah parah. Unjuk rasa yang dilakukan puluhan orang di pusat kota masih berlangsung damai. Demonstran berdiri diam dengan memegang plakat bertuliskan &amp;lsquo;Black Lives Matter&amp;rsquo; dan seruan untuk menghentikan pembunuhan.
Di tengah panasnya situasi, perwakilan Nations of Islam, B.J. Murphy menyerukan warga kulit hitam Charlotte untuk melakukan boikot ekonomi sebagai bentuk protes. Nations of Islam adalah organisasi keagamaan dan politik kaum Afrika Amerika di AS.
&amp;ldquo;Biarkan semua merasakan sakit secara ekonomi dari apa yang kami rasakan secara saat kalian membunuh kami. Karena nyawa warga kulit hitam tidak berarti di kota ini, maka dolar hitam kami seharusnya juga tidak penting,&amp;rdquo; ujar Murphy.
Kerusuhan bermula dari penembakan Keith Lamont Scott, seorang warga kulit hitam di sebuah lapangan parkir kompleks apartemen di kota itu. Keith ditembak oleh seorang opsir bernama Brentley Vinson karena diduga mengancam petugas.
Kepolisian Charlotte mengatakan setidaknya 12 polisi terluka dalam kerusuhan hari pertama pada Selasa malam, salah satunya terkena lemparan batu di wajahnya. Polisi juga mengerahkan unit darurat dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang.
</description><content:encoded>CHARLOTTE &amp;ndash; Protes yang terjadi di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS) menyusul penembakan yang dilakukan polisi terhadap seorang warga kulit hitam kemarin, memasuki hari kedua. Insiden penembakan tersebut merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Charlotte dalam tiga tahun terakhir.
Dilaporkan Charlotte Observer, Kamis, (22/9/2016), polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang memblokade persimpangan jalan di pusat kota pada Rabu malam waktu setempat. Suasana yang memanas menyebabkan unjuk rasa menjadi rusuh. Satu orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak yang mengancam nyawanya.
Suasana tegang telah terasa pada Rabu sore. Para pelaku usaha di kota memulangkan karyawan mereka lebih awal karena khawatir kerusuhan akan bertambah parah. Unjuk rasa yang dilakukan puluhan orang di pusat kota masih berlangsung damai. Demonstran berdiri diam dengan memegang plakat bertuliskan &amp;lsquo;Black Lives Matter&amp;rsquo; dan seruan untuk menghentikan pembunuhan.
Di tengah panasnya situasi, perwakilan Nations of Islam, B.J. Murphy menyerukan warga kulit hitam Charlotte untuk melakukan boikot ekonomi sebagai bentuk protes. Nations of Islam adalah organisasi keagamaan dan politik kaum Afrika Amerika di AS.
&amp;ldquo;Biarkan semua merasakan sakit secara ekonomi dari apa yang kami rasakan secara saat kalian membunuh kami. Karena nyawa warga kulit hitam tidak berarti di kota ini, maka dolar hitam kami seharusnya juga tidak penting,&amp;rdquo; ujar Murphy.
Kerusuhan bermula dari penembakan Keith Lamont Scott, seorang warga kulit hitam di sebuah lapangan parkir kompleks apartemen di kota itu. Keith ditembak oleh seorang opsir bernama Brentley Vinson karena diduga mengancam petugas.
Kepolisian Charlotte mengatakan setidaknya 12 polisi terluka dalam kerusuhan hari pertama pada Selasa malam, salah satunya terkena lemparan batu di wajahnya. Polisi juga mengerahkan unit darurat dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang.
</content:encoded></item></channel></rss>
