<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelandangan Penemu Bom New Jersey Dihadiahi Apartemen</title><description>Temukan bom, seorang gelandangan selamatkan nyawa banyak orang tetapi kehilangan pekerjaan. Namun kebaikannya tetap membuahkan hasil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/27/18/1499338/gelandangan-penemu-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/27/18/1499338/gelandangan-penemu-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen"/><item><title>Gelandangan Penemu Bom New Jersey Dihadiahi Apartemen</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/27/18/1499338/gelandangan-penemu-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/27/18/1499338/gelandangan-penemu-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen</guid><pubDate>Selasa 27 September 2016 03:18 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/27/18/1499338/gelandang-temukan-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen-gsP8re4FFV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dari kiri ke kanan: Donald Goncalves, Ivan White dan Lee Parker. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/27/18/1499338/gelandang-temukan-bom-new-jersey-dihadiahi-apartemen-gsP8re4FFV.jpg</image><title>Dari kiri ke kanan: Donald Goncalves, Ivan White dan Lee Parker. (Foto: Facebook)</title></images><description>NEW JERSEY &amp;ndash; Lee Parker hanya membutuhkan sebuah tas ransel besar untuk menghadiri wawancara kerjanya pada Senin 19 September lalu. Dia kala itu ingin melamar sebagai supir truk pengangkut barang.
Sehari sebelum memenuhi panggilan kerja, Parker bersama seorang temannya, Ivan White menyusuri jalan-jalan New Jersey dan menemukan sebuah tas punggung baru yang bagus. Serasa mendapat keberuntungan yang amat kebetulan, dia mengambil ransel tersebut dari atas tumpukan tempat sampah di stasiun kereta Elizabeth, New Jersey pada Minggu 18 September malam waktu Amerika Serikat.
Namun siapa sangka, ketika ditengok isinya, ia melihat belitan kabel tersambung pada sebuah pipa yang dibuat menjadi bom. Parker dan White terkejut dan melarikan tas itu ke tempat yang aman, jauh dari kerumunan, lalu melapor ke polisi.

Foto: Lee Parker menjelaskan tempat penemuan ransel berisi bom tersebut (AP)
Sejak itu, nama keduanya dielu-elukan sebagai pahlawan New Jersey. Meski berhasil mencegah kematian bagi banyak orang, Parker kehilangan pekerjaannya. Dia seharusnya datang untuk wawancara kerja pada Senin pagi, tetapi tak bisa hadir karena masih ditanyai oleh polisi.
Orang-orang mendengar kisah hidupnya dan tersentuh. Salah satu yang tergerak hatinya adalah Donald Goncalves, pria 52 tahun warga New Jersey yang sehari-hari bepergian dengan kereta api.
&amp;ldquo;Saya sangat peduli pada kota asal saya. Saya juga pengguna kereta komuter di New York. Jadi keputusan mereka (Parker dan White melaporkan penemuan mereka ke kantor polisi) menyentuh saya sangat dalam. Membuat saya berpikir, adakah yang bisa saya lakukan untuk mengubah tragedi ini jadi sesuatu yang positif?&amp;rdquo; tutur Goncalves, seperti disunting Independent, Selasa (27/9/2016).Untuk itu, dia menggalang dana bagi kedua pahlawan New Jersey itu dan  berhasil mengumpulkan USD28.000 atau Rp365 juta dalam hitungan hari.  Hasilnya dibagi tiga dengan Parker, White dan Elizabeth Coalition to  House the Homeless.
Pihak yang disebut belakangan adalah organisasi nirlaba di Elizabeth  yang mencarikan apartemen untuk tempat tinggal bagi Parker. Sementara  temannya, White menetap di rumah subsidi pemerintah karena sudah  memiliki penghasilan tetap.
Bak durian runtuh, kebaikan Parker juga menganugerahkan dia pekerjaan  yang lebih baik. Bertindak sebagai juru bicara gelandangan baik hati  itu, Goncalves mengungkap, sebuah perusahaan makanan yang berbasis di  Elizabeth siap mempekerjakan dia.

Foto: Lee Parker dan Ivan White
Goncalves bercerita, ketika pertama kali bertemu Parker dan memberi  tahu dia bahwa penduduk Elizabeth telah berdonasi untuknya. Pria kulit  hitam itu hanya menjawab, kalau dia lapar dan butuh makan.
&amp;ldquo;Baginya USD8.000 berarti sangat banyak, padahal untuk kita jumlah itu tak berarti,&amp;rdquo; imbuh Goncalves.
Parker dan White juga merendah ketika ditanya pendapatnya soal  julukan pahlawan yang disematkan padanya. &amp;ldquo;Saya hanya bersyukur bisa  segera menyadari situasinya dan bereaksi cepat. Untunglah tidak ada yang  terluka,&amp;rdquo; ujar White.
Sementara Parker menjawab, &amp;ldquo;Pahlawan? Tidak, saya belum pantas dijuluki seperti itu. Saya hanya melakukan hal yang tepat.&amp;rdquo;
Kabar baik lainnya, mantan gelandangan itu kini memiliki tidak hanya  sebuah ransel, tetapi dua. Seperti kata pepatah, &amp;lsquo;bermain air basah,  bermain api letup. Setiap pekerjaan senantiasa ada untung ruginya&amp;rsquo;.</description><content:encoded>NEW JERSEY &amp;ndash; Lee Parker hanya membutuhkan sebuah tas ransel besar untuk menghadiri wawancara kerjanya pada Senin 19 September lalu. Dia kala itu ingin melamar sebagai supir truk pengangkut barang.
Sehari sebelum memenuhi panggilan kerja, Parker bersama seorang temannya, Ivan White menyusuri jalan-jalan New Jersey dan menemukan sebuah tas punggung baru yang bagus. Serasa mendapat keberuntungan yang amat kebetulan, dia mengambil ransel tersebut dari atas tumpukan tempat sampah di stasiun kereta Elizabeth, New Jersey pada Minggu 18 September malam waktu Amerika Serikat.
Namun siapa sangka, ketika ditengok isinya, ia melihat belitan kabel tersambung pada sebuah pipa yang dibuat menjadi bom. Parker dan White terkejut dan melarikan tas itu ke tempat yang aman, jauh dari kerumunan, lalu melapor ke polisi.

Foto: Lee Parker menjelaskan tempat penemuan ransel berisi bom tersebut (AP)
Sejak itu, nama keduanya dielu-elukan sebagai pahlawan New Jersey. Meski berhasil mencegah kematian bagi banyak orang, Parker kehilangan pekerjaannya. Dia seharusnya datang untuk wawancara kerja pada Senin pagi, tetapi tak bisa hadir karena masih ditanyai oleh polisi.
Orang-orang mendengar kisah hidupnya dan tersentuh. Salah satu yang tergerak hatinya adalah Donald Goncalves, pria 52 tahun warga New Jersey yang sehari-hari bepergian dengan kereta api.
&amp;ldquo;Saya sangat peduli pada kota asal saya. Saya juga pengguna kereta komuter di New York. Jadi keputusan mereka (Parker dan White melaporkan penemuan mereka ke kantor polisi) menyentuh saya sangat dalam. Membuat saya berpikir, adakah yang bisa saya lakukan untuk mengubah tragedi ini jadi sesuatu yang positif?&amp;rdquo; tutur Goncalves, seperti disunting Independent, Selasa (27/9/2016).Untuk itu, dia menggalang dana bagi kedua pahlawan New Jersey itu dan  berhasil mengumpulkan USD28.000 atau Rp365 juta dalam hitungan hari.  Hasilnya dibagi tiga dengan Parker, White dan Elizabeth Coalition to  House the Homeless.
Pihak yang disebut belakangan adalah organisasi nirlaba di Elizabeth  yang mencarikan apartemen untuk tempat tinggal bagi Parker. Sementara  temannya, White menetap di rumah subsidi pemerintah karena sudah  memiliki penghasilan tetap.
Bak durian runtuh, kebaikan Parker juga menganugerahkan dia pekerjaan  yang lebih baik. Bertindak sebagai juru bicara gelandangan baik hati  itu, Goncalves mengungkap, sebuah perusahaan makanan yang berbasis di  Elizabeth siap mempekerjakan dia.

Foto: Lee Parker dan Ivan White
Goncalves bercerita, ketika pertama kali bertemu Parker dan memberi  tahu dia bahwa penduduk Elizabeth telah berdonasi untuknya. Pria kulit  hitam itu hanya menjawab, kalau dia lapar dan butuh makan.
&amp;ldquo;Baginya USD8.000 berarti sangat banyak, padahal untuk kita jumlah itu tak berarti,&amp;rdquo; imbuh Goncalves.
Parker dan White juga merendah ketika ditanya pendapatnya soal  julukan pahlawan yang disematkan padanya. &amp;ldquo;Saya hanya bersyukur bisa  segera menyadari situasinya dan bereaksi cepat. Untunglah tidak ada yang  terluka,&amp;rdquo; ujar White.
Sementara Parker menjawab, &amp;ldquo;Pahlawan? Tidak, saya belum pantas dijuluki seperti itu. Saya hanya melakukan hal yang tepat.&amp;rdquo;
Kabar baik lainnya, mantan gelandangan itu kini memiliki tidak hanya  sebuah ransel, tetapi dua. Seperti kata pepatah, &amp;lsquo;bermain air basah,  bermain api letup. Setiap pekerjaan senantiasa ada untung ruginya&amp;rsquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
