<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Santri di Tegal Tewas Dikeroyok Kawan Mondok</title><description>Seorang santri di Ponpes Darul Khair, Muhammad Roihanul Ilmi Muadib (13) tewas karena dikeroyok rekan sesama santri.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok"/><item><title>Santri di Tegal Tewas Dikeroyok Kawan Mondok</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok</guid><pubDate>Jum'at 30 September 2016 22:42 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok-arWnouZ2ZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/30/512/1503395/santri-di-tegal-tewas-dikeroyok-kawan-mondok-arWnouZ2ZU.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi</title></images><description>TEGAL - Seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes)  Darul Khair, Muhammad Roihanul Ilmi Muadib (13) tewas karena dikeroyok rekan sesama santri.Korban yang merupakan warga  Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal itu meninggal Kamis  29 September 2016 sekira pukul 18.00 WIB. Nyawa korban tak tertolong  meski sempat dibawa ke bidan desa dan rumah sakit. Pengeroyokan  yang menimpa korban bermula pada Selasa 27 September 2016. Saat itu,  korban diketahui merupakan salah seorang pengurus ponpes dan terlibat  perkelahian dengan sejumlah santri lainnya. &quot;Perkelahian terjadi  habis salat Maghrib,&quot; kata salah seorang pengurus Ponpes Darul Khair  &amp;lrm;Abdul Muqsith, saat mendatangi rumah korban, Jumat (30/9/2016).Keesokan  harinya, perkelahian itu kembali terjadi. Namun lokasinya berada di  Madrasah Tsanawiyah (MTs), di tempat korban bersekolah. Diduga akibat  dikeroyok, malam harinya korban mengeluhkan tubuhnya panas. Pengurus  pondok lalu membawa korban ke bidan desa. &amp;lrm;&quot;Waktu di bidan desa sempat  diberi obat penurun panas. Tapi kondisinya tak berubah, sehingga hari  Kamis pagi dibawa ke rumah sakit,&quot; terangnya. Nahas, menjelang  korban akhirnya meninggal dunia. Ayah korban Kholidin menyesalkan  peristiwa yang menimpa anaknya justru terjadi di kalangan santri. Dari  hasil keterangan dokter yang melakuan diagnosa, kondisi paru-paru  anaknya sudah pecah akibat terkena pukulan benda tumpul. Selain itu,  telinga korban berwarna biru, dan hidungnya mengeluarkan darah tanpa  henti.&quot;Di tangan yang kiri ada bekas sundutan rokok. Pas mau diinfus juga tubuhnya menolak,&quot; ungkapnya. Terpisah,  Kapolsek Lebaksiu AKP Ngakan Putra mengatakan, korban meninggal karena  dikeroyok oleh teman-temanya sesama santri. Dugaan pengeroyokan itu kini  tengah diselidiki dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan  autopsi. &quot;Dugaannya dia merupakan korban pengeroyokan,&quot; kata Ngakan.</description><content:encoded>TEGAL - Seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes)  Darul Khair, Muhammad Roihanul Ilmi Muadib (13) tewas karena dikeroyok rekan sesama santri.Korban yang merupakan warga  Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal itu meninggal Kamis  29 September 2016 sekira pukul 18.00 WIB. Nyawa korban tak tertolong  meski sempat dibawa ke bidan desa dan rumah sakit. Pengeroyokan  yang menimpa korban bermula pada Selasa 27 September 2016. Saat itu,  korban diketahui merupakan salah seorang pengurus ponpes dan terlibat  perkelahian dengan sejumlah santri lainnya. &quot;Perkelahian terjadi  habis salat Maghrib,&quot; kata salah seorang pengurus Ponpes Darul Khair  &amp;lrm;Abdul Muqsith, saat mendatangi rumah korban, Jumat (30/9/2016).Keesokan  harinya, perkelahian itu kembali terjadi. Namun lokasinya berada di  Madrasah Tsanawiyah (MTs), di tempat korban bersekolah. Diduga akibat  dikeroyok, malam harinya korban mengeluhkan tubuhnya panas. Pengurus  pondok lalu membawa korban ke bidan desa. &amp;lrm;&quot;Waktu di bidan desa sempat  diberi obat penurun panas. Tapi kondisinya tak berubah, sehingga hari  Kamis pagi dibawa ke rumah sakit,&quot; terangnya. Nahas, menjelang  korban akhirnya meninggal dunia. Ayah korban Kholidin menyesalkan  peristiwa yang menimpa anaknya justru terjadi di kalangan santri. Dari  hasil keterangan dokter yang melakuan diagnosa, kondisi paru-paru  anaknya sudah pecah akibat terkena pukulan benda tumpul. Selain itu,  telinga korban berwarna biru, dan hidungnya mengeluarkan darah tanpa  henti.&quot;Di tangan yang kiri ada bekas sundutan rokok. Pas mau diinfus juga tubuhnya menolak,&quot; ungkapnya. Terpisah,  Kapolsek Lebaksiu AKP Ngakan Putra mengatakan, korban meninggal karena  dikeroyok oleh teman-temanya sesama santri. Dugaan pengeroyokan itu kini  tengah diselidiki dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan  autopsi. &quot;Dugaannya dia merupakan korban pengeroyokan,&quot; kata Ngakan.</content:encoded></item></channel></rss>
