<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boneka Indonesia Bantu Anak Penderita Paralisis Serebral di Meksiko</title><description>Boneka kebaya Indonesia beramal untuk pengobatan anak-anak di Meksiko yang menderita paralisis serebral.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko"/><item><title>Boneka Indonesia Bantu Anak Penderita Paralisis Serebral di Meksiko</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2016 11:52 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko-m0r9WJhPtV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Boneka Kebaya Jawa Indonesia dilelang dalam acara amal di Meksiko. (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/01/18/1503565/boneka-indonesia-bantu-anak-penderita-paralisis-serebral-di-meksiko-m0r9WJhPtV.jpeg</image><title>Boneka Kebaya Jawa Indonesia dilelang dalam acara amal di Meksiko. (Foto: MNC Media)</title></images><description>SEBUAH boneka yang mengenakan baju tradisional kebaya Jawa sukses menyita perhatian pengunjung pada malam gala pelelangan boneka untuk membantu pengobatan penderita paralisis serebral di Meksiko.
Paralisis serebral tergolong penyakit menurun yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Penyakit ini bersifat kronik sehingga penderitanya memiliki kecacatan permanen pada bentuk wajah, pergerakan, dan kemampuan belajar.
Kegiatan amal yang diselenggarakan oleh Yayasan MGAS (Foundacion MGAS) pada 28 September 2016 di Hotel Marquis Reforma Mexico City tersebut melibatkan sejumlah perwakilan negara sahabat, termasuk Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mexico City. Acara ini didukung juga oleh Darma Wanita Persatuan KBRI Mexico City dengan mendandani sebuah boneka berpakaian khas Indonesia.
Boneka berkebaya Jawa  tersebut dilelang bersama dengan 21 boneka lain yang mengenakan kostum dari Kuba, Singapura, Rusia, Jepang, Mesir, Lebanon, Filipina, Ekuador, Turki, Bolivia, Israel, Kolombia, Afrika Selatan, Uruguay, Brasil, Finlandia, Kanada, Argentina, dan Meksiko.
Tiga boneka berkostum Meksiko merupakan sumbangan dari kalangan sosialita Meksiko yaitu Salma Hayek, Silvia Rojo, dan Cristina Pineda.
Selain sebagai salah satu upaya untuk menolong sesama, keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan amal tersebut juga bertujuan memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Dengan kata lain, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Tanah Air sekaligus mempromosikan kebudayaan Nusantara kepada masyarakat Meksiko.Dalam kegiatan amal tersebut, nilai lelang boneka Indonesia mencapai 34.000 peso atau Rp22,8 juta. Sedangkan boneka berkostum Frida Kahlo,  seorang pelukis ternama Meksiko, yang disumbang oleh artis Salma Hayek,  berkontribusi terbesar dengan nilai lelang sebesar 410.000 peso atau Rp276 juta.
Sebelum kegiatan pelelangan dimulai, seluruh boneka dipamerkan  terlebih dahulu di sebuah pertokoan mewah di Mexico  City yaitu Palacio de Hierro pada 23-25 September 2016.
Pada malam gala tersebut, Yayasan MGAS berhasil mengumpulkan total  dana sumbangan sebesar 1,775 juta peso atau Rp1,195 miliar.
Sementara Ketua Yayasan MGAS, Mari Rous Villegas Balmori,  menyampaikan apresiasi tinggi kepada kedutaan besar dan perwakilan  masyarakat internasional,  termasuk Indonesia atas partisipasi dan  dukungan dalam mendandani boneka dengan kostum asal negaranya.
Ia mengatakan, kegiatan amal tersebut tidak hanya akan memberikan  kesempatan kepada anak-anak penderita  paralisis serebral untuk sembuh,  namun juga memberikan kesempatan bagi pencinta produk boneka merek  &amp;ldquo;American Girl&amp;rdquo; untuk mengenal keragaman kostum dan pakaian khas dari  berbagai negara.
Yayasan MGAS adalah sebuah yayasan sosial yang didirikan pada 2012.  Setiap tahunnya, Yayasan MGAS menyelenggarakan kegiatan sosial  khusus dengan menggalang dana sosial untuk membiayai pengobatan  anak-anak penderita paralisis serebral di Meksiko.
Bentuk kegiatan sosial tahun ini adalah pelelangan boneka merek  &amp;ldquo;American Girl&amp;rdquo; yang mengenakan kostum dan/atau pakaian tradisional  mancanegara.</description><content:encoded>SEBUAH boneka yang mengenakan baju tradisional kebaya Jawa sukses menyita perhatian pengunjung pada malam gala pelelangan boneka untuk membantu pengobatan penderita paralisis serebral di Meksiko.
Paralisis serebral tergolong penyakit menurun yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Penyakit ini bersifat kronik sehingga penderitanya memiliki kecacatan permanen pada bentuk wajah, pergerakan, dan kemampuan belajar.
Kegiatan amal yang diselenggarakan oleh Yayasan MGAS (Foundacion MGAS) pada 28 September 2016 di Hotel Marquis Reforma Mexico City tersebut melibatkan sejumlah perwakilan negara sahabat, termasuk Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mexico City. Acara ini didukung juga oleh Darma Wanita Persatuan KBRI Mexico City dengan mendandani sebuah boneka berpakaian khas Indonesia.
Boneka berkebaya Jawa  tersebut dilelang bersama dengan 21 boneka lain yang mengenakan kostum dari Kuba, Singapura, Rusia, Jepang, Mesir, Lebanon, Filipina, Ekuador, Turki, Bolivia, Israel, Kolombia, Afrika Selatan, Uruguay, Brasil, Finlandia, Kanada, Argentina, dan Meksiko.
Tiga boneka berkostum Meksiko merupakan sumbangan dari kalangan sosialita Meksiko yaitu Salma Hayek, Silvia Rojo, dan Cristina Pineda.
Selain sebagai salah satu upaya untuk menolong sesama, keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan amal tersebut juga bertujuan memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Dengan kata lain, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Tanah Air sekaligus mempromosikan kebudayaan Nusantara kepada masyarakat Meksiko.Dalam kegiatan amal tersebut, nilai lelang boneka Indonesia mencapai 34.000 peso atau Rp22,8 juta. Sedangkan boneka berkostum Frida Kahlo,  seorang pelukis ternama Meksiko, yang disumbang oleh artis Salma Hayek,  berkontribusi terbesar dengan nilai lelang sebesar 410.000 peso atau Rp276 juta.
Sebelum kegiatan pelelangan dimulai, seluruh boneka dipamerkan  terlebih dahulu di sebuah pertokoan mewah di Mexico  City yaitu Palacio de Hierro pada 23-25 September 2016.
Pada malam gala tersebut, Yayasan MGAS berhasil mengumpulkan total  dana sumbangan sebesar 1,775 juta peso atau Rp1,195 miliar.
Sementara Ketua Yayasan MGAS, Mari Rous Villegas Balmori,  menyampaikan apresiasi tinggi kepada kedutaan besar dan perwakilan  masyarakat internasional,  termasuk Indonesia atas partisipasi dan  dukungan dalam mendandani boneka dengan kostum asal negaranya.
Ia mengatakan, kegiatan amal tersebut tidak hanya akan memberikan  kesempatan kepada anak-anak penderita  paralisis serebral untuk sembuh,  namun juga memberikan kesempatan bagi pencinta produk boneka merek  &amp;ldquo;American Girl&amp;rdquo; untuk mengenal keragaman kostum dan pakaian khas dari  berbagai negara.
Yayasan MGAS adalah sebuah yayasan sosial yang didirikan pada 2012.  Setiap tahunnya, Yayasan MGAS menyelenggarakan kegiatan sosial  khusus dengan menggalang dana sosial untuk membiayai pengobatan  anak-anak penderita paralisis serebral di Meksiko.
Bentuk kegiatan sosial tahun ini adalah pelelangan boneka merek  &amp;ldquo;American Girl&amp;rdquo; yang mengenakan kostum dan/atau pakaian tradisional  mancanegara.</content:encoded></item></channel></rss>
