<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Riuhnya Jamaah Haji Indonesia Berburu &quot;Mitos&quot; Emas Madinah</title><description>Para jamaah haji Indonesia di Madinah  berbondong-bondong menyerbu deretan toko emas di sekitar Masjid Nabawi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah"/><item><title>Riuhnya Jamaah Haji Indonesia Berburu &quot;Mitos&quot; Emas Madinah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2016 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah-itTeeVPIiz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jamaah Haji Berburu Emas (Foto: Muhammad Saifullah)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/01/337/1503758/riuhnya-jamaah-haji-indonesia-berburu-mitos-emas-madinah-itTeeVPIiz.jpg</image><title>Jamaah Haji Berburu Emas (Foto: Muhammad Saifullah)</title></images><description>MADINAH &amp;ndash; Jelang kepulangan ke Tanah Air, para jamaah haji Indonesia di Madinah berbondong-bondong menyerbu deretan toko emas di sekitar Masjid Nabawi. Mereka mencari cincin, gelang, liontin, serta perhiasan lain untuk kenang-kenangan di tempat asalnya.

&quot;Untuk kenang-kenangan saja,&quot; ujar salah seorang jamaah haji asal Semarang, Siti Qomariyah, di Madinah, Sabtu (1/10/2016).

Bersama suaminya, Qomariyah memutuskan membeli cincin seberat 6,7 gram dengan kadar 21 karat senilai 1.050 riyal. Cukup mahal memang untuk ukuran oleh-oleh, namun ia mengatakan uang untuk membeli cincin merupakan sisa living cost yang diberikan pemerintah sebesar 1.500 riyal per jamaah. Tampaknya dia memilih berhemat demi membeli kenang-kenangan emas.

Mitos membeli emas di Haramain bakal menjadikan yang bersangkutan di masa mendatang diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci juga menjadi pertimbangan lain jamaah membeli oleh-oleh ini.

&quot;Kepenginnya kita ingin ke sini lagi. Insya Allah kalau bisa kita kembali sama anak-anak,&quot; ucapnya.

Jamaah lainnya, Astutik Muniroh, asal Sidoarjo, juga memutuskan membeli oleh-oleh emas Madinah. Dia membeli gelang untuk diberikan kepada putri semata wayangnya. Astutik mengatakan, emas Madinah lebih cemerlang sehingga layak dijadikan oleh-oleh untuk orang-orang tersayang.</description><content:encoded>MADINAH &amp;ndash; Jelang kepulangan ke Tanah Air, para jamaah haji Indonesia di Madinah berbondong-bondong menyerbu deretan toko emas di sekitar Masjid Nabawi. Mereka mencari cincin, gelang, liontin, serta perhiasan lain untuk kenang-kenangan di tempat asalnya.

&quot;Untuk kenang-kenangan saja,&quot; ujar salah seorang jamaah haji asal Semarang, Siti Qomariyah, di Madinah, Sabtu (1/10/2016).

Bersama suaminya, Qomariyah memutuskan membeli cincin seberat 6,7 gram dengan kadar 21 karat senilai 1.050 riyal. Cukup mahal memang untuk ukuran oleh-oleh, namun ia mengatakan uang untuk membeli cincin merupakan sisa living cost yang diberikan pemerintah sebesar 1.500 riyal per jamaah. Tampaknya dia memilih berhemat demi membeli kenang-kenangan emas.

Mitos membeli emas di Haramain bakal menjadikan yang bersangkutan di masa mendatang diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci juga menjadi pertimbangan lain jamaah membeli oleh-oleh ini.

&quot;Kepenginnya kita ingin ke sini lagi. Insya Allah kalau bisa kita kembali sama anak-anak,&quot; ucapnya.

Jamaah lainnya, Astutik Muniroh, asal Sidoarjo, juga memutuskan membeli oleh-oleh emas Madinah. Dia membeli gelang untuk diberikan kepada putri semata wayangnya. Astutik mengatakan, emas Madinah lebih cemerlang sehingga layak dijadikan oleh-oleh untuk orang-orang tersayang.</content:encoded></item></channel></rss>
