<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pameran Lukisan Batik Digelar di Universitas Tertua di Meksiko</title><description>Pameran lukisan batik bertajuk &quot;Suspiros&quot; tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak KBRI di Mexico City.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko"/><item><title>Pameran Lukisan Batik Digelar di Universitas Tertua di Meksiko</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko</guid><pubDate>Minggu 02 Oktober 2016 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Eti Kurnaeti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko-OeLcTPhC6l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Llany Arias Medellin menggelar pameran lukisan batik di Universitas tertua di Meksiko. (Foto: Eti Kurnaeti) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/02/18/1504026/pameran-lukisan-batik-digelar-di-universitas-tertua-di-meksiko-OeLcTPhC6l.jpg</image><title>Llany Arias Medellin menggelar pameran lukisan batik di Universitas tertua di Meksiko. (Foto: Eti Kurnaeti) </title></images><description>MEXICO CITY - Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia khususnya masyarakat Jawa sejak lama. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini teknik membatik tidak hanya digunakan padapakaian saja, tetapi juga dalam teknik melukis. Seperti yang dilakukan oleh Llany Arias Medellin, seorang Warga Negara Meksiko yang merupakan mantan penerima beasiswa Darmasiswa Indonesia yang tengah merintis karier sebagai pelukis dengan teknik membatik.

Foto: Eti Kurnaeti
Untuk mewujudkan ambisinya Llany Arias Medellin mengadakan pameran 20 karya lukis dengan menggunakan teknik membatik di Museum Ilmu Pengetahuan dan Seni (Museo Universitario de Ciencias y Arte) Universitas UNAM (Universidad Nacional Aut&amp;oacute;noma de M&amp;eacute;xico) di Mexico City. UNAM merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di Meksiko.
Pameran lukisan yang bertajuk &amp;ldquo;Suspiros&amp;rdquo; ini merupakan salah satu kegiatan dalam Festival de las Culturas del Mundo (Festival Budaya Mancanegara) 2016 di UNAM yang diselenggarakan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2016.
Pameran lukisan batik karya Llany Arias Medellin tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City. Kepala Konsuler KBRI Mexico City, Aji Setiawan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pameran lukisan batik tersebut.
&amp;ldquo;Pameran lukisan ini tentunya akan semakin memperkaya khazanah seni pelukis Meksiko akan teknik membatik yang dapat menghasilkan karya lukis yang menarik,&amp;rdquo;ungkapnya.
Penyelenggaraan pameran lukisan dengan teknik membatik di UNAM ini bukan merupakan kegiatan pameran pertama yang dilakukan oleh pelukis Llany Arias Medellin. Sebelumnya, Llany juga pernah melakukan pameran yang sama di kota Cuernavaca pada bulan April 2016 lalu.
Llany yang mempelajari teknik membatik di kota Yogyakarta saat mengikuti program beasiswa Darmasiswa pada tahun 2013 lalu itu mulai menggunakan teknik membatik dalam menuangkan ide kreatifnya di kanvas sejak tahun 2014 dan telah menghasilkan karya sebanyak 30 lukisan batik.
KBRI mencatat setidaknya terdapat tiga pelukis Meksiko yang menghasilkan karya lukis dengan teknik membatik. Selain Llany Arias Medellin, dua pelukis dengan teknik membatik lainnya adalah Fransisco Sorensic Mere dan Eduardo Cisneros.
Fasilitasi dan dukungan kepada pelukis asal Meksiko yang memiliki kecintaan akan teknik membatik ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan batik di kalangan pencinta seni lukis Meksiko. Keindahan lukisan batik karya pelukis Meksiko diharapkan dapat menumbuhkan rasa ketertarikan untuk lebih mengenal Indonesia sehingga tergerak untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia.

</description><content:encoded>MEXICO CITY - Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia khususnya masyarakat Jawa sejak lama. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini teknik membatik tidak hanya digunakan padapakaian saja, tetapi juga dalam teknik melukis. Seperti yang dilakukan oleh Llany Arias Medellin, seorang Warga Negara Meksiko yang merupakan mantan penerima beasiswa Darmasiswa Indonesia yang tengah merintis karier sebagai pelukis dengan teknik membatik.

Foto: Eti Kurnaeti
Untuk mewujudkan ambisinya Llany Arias Medellin mengadakan pameran 20 karya lukis dengan menggunakan teknik membatik di Museum Ilmu Pengetahuan dan Seni (Museo Universitario de Ciencias y Arte) Universitas UNAM (Universidad Nacional Aut&amp;oacute;noma de M&amp;eacute;xico) di Mexico City. UNAM merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di Meksiko.
Pameran lukisan yang bertajuk &amp;ldquo;Suspiros&amp;rdquo; ini merupakan salah satu kegiatan dalam Festival de las Culturas del Mundo (Festival Budaya Mancanegara) 2016 di UNAM yang diselenggarakan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2016.
Pameran lukisan batik karya Llany Arias Medellin tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City. Kepala Konsuler KBRI Mexico City, Aji Setiawan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pameran lukisan batik tersebut.
&amp;ldquo;Pameran lukisan ini tentunya akan semakin memperkaya khazanah seni pelukis Meksiko akan teknik membatik yang dapat menghasilkan karya lukis yang menarik,&amp;rdquo;ungkapnya.
Penyelenggaraan pameran lukisan dengan teknik membatik di UNAM ini bukan merupakan kegiatan pameran pertama yang dilakukan oleh pelukis Llany Arias Medellin. Sebelumnya, Llany juga pernah melakukan pameran yang sama di kota Cuernavaca pada bulan April 2016 lalu.
Llany yang mempelajari teknik membatik di kota Yogyakarta saat mengikuti program beasiswa Darmasiswa pada tahun 2013 lalu itu mulai menggunakan teknik membatik dalam menuangkan ide kreatifnya di kanvas sejak tahun 2014 dan telah menghasilkan karya sebanyak 30 lukisan batik.
KBRI mencatat setidaknya terdapat tiga pelukis Meksiko yang menghasilkan karya lukis dengan teknik membatik. Selain Llany Arias Medellin, dua pelukis dengan teknik membatik lainnya adalah Fransisco Sorensic Mere dan Eduardo Cisneros.
Fasilitasi dan dukungan kepada pelukis asal Meksiko yang memiliki kecintaan akan teknik membatik ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan batik di kalangan pencinta seni lukis Meksiko. Keindahan lukisan batik karya pelukis Meksiko diharapkan dapat menumbuhkan rasa ketertarikan untuk lebih mengenal Indonesia sehingga tergerak untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
