<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jual Buku Komunis, WN Malaysia yang Diamankan Polisi Segera Dideportasi</title><description>Polda Metro Jaya sudah menyerahkan empat warga Malaysia penjual buku komunis tersebut ke Imigrasi dan segera dideportasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi"/><item><title>Jual Buku Komunis, WN Malaysia yang Diamankan Polisi Segera Dideportasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi</guid><pubDate>Minggu 02 Oktober 2016 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi-ps9dZydFcA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buku komunis disita polisi dari pameran buku di JCC Senayan, Jakarta (Fakhrizal/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/02/338/1504297/jual-buku-komunis-wn-malaysia-yang-diamankan-polisi-segera-dideportasi-ps9dZydFcA.jpg</image><title>Buku komunis disita polisi dari pameran buku di JCC Senayan, Jakarta (Fakhrizal/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Empat warga Malaysia diamankan ke Mapolda Metro Jaya karena menjual buku komunis yang berlambang palu-arit dalam pameran yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia &amp;lrm;(Ikapi) di JCC Senayan, Kemayoran, Jakarta Pusat&amp;lrm;.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiono mengatakan, warga Negeri Jiran bernama Sakri (61) selaku pimpinan stand, M Razlan (40), Nizam (51), dan Zamir (31)&amp;lrm;, telah diserahkan kepada pihak Imigrasi dan segera dideportasi ke negara asalnya.
&quot;Sudah dibawa ke Imigrasi para pelaku. Rencananya besok dipulangkan ke Malaysia,&quot; kata Awi saat dihubungi Okezone, Minggu (2/10/2016).
Awi menambahkan, bahwa para pelaku tidak mengetahui buku karya&amp;lrm; Karl Marx dan Friedrich Engels&amp;lrm; dilarang keras beredar di Indonesia. Sehingga, pihaknya menyertakan buku tersebut untuk dijual dalam acara pameran IKAPI.
&quot;Perlu diketahui peristiwa ini berawal karena ada pengunjung yang melapor ada buku berlambang palu-arit di JCC. Kita amankan pelaku ke Polda dan mereka enggak tahu buku ini dilarang dan penerbitnya juga dari Malaysia,&quot; pungkas Awi.</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Empat warga Malaysia diamankan ke Mapolda Metro Jaya karena menjual buku komunis yang berlambang palu-arit dalam pameran yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia &amp;lrm;(Ikapi) di JCC Senayan, Kemayoran, Jakarta Pusat&amp;lrm;.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiono mengatakan, warga Negeri Jiran bernama Sakri (61) selaku pimpinan stand, M Razlan (40), Nizam (51), dan Zamir (31)&amp;lrm;, telah diserahkan kepada pihak Imigrasi dan segera dideportasi ke negara asalnya.
&quot;Sudah dibawa ke Imigrasi para pelaku. Rencananya besok dipulangkan ke Malaysia,&quot; kata Awi saat dihubungi Okezone, Minggu (2/10/2016).
Awi menambahkan, bahwa para pelaku tidak mengetahui buku karya&amp;lrm; Karl Marx dan Friedrich Engels&amp;lrm; dilarang keras beredar di Indonesia. Sehingga, pihaknya menyertakan buku tersebut untuk dijual dalam acara pameran IKAPI.
&quot;Perlu diketahui peristiwa ini berawal karena ada pengunjung yang melapor ada buku berlambang palu-arit di JCC. Kita amankan pelaku ke Polda dan mereka enggak tahu buku ini dilarang dan penerbitnya juga dari Malaysia,&quot; pungkas Awi.</content:encoded></item></channel></rss>
