<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>E-mail Hillary &amp; Program Nuklir Trump Jadi Amunisi Debat Cawapres AS</title><description>Saling serang dan bela mewarnai hampir seluruh prosesi debat cawapres AS  2016 yang menghadirkan Mike Pence dan Tim Kaine.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as"/><item><title>E-mail Hillary &amp; Program Nuklir Trump Jadi Amunisi Debat Cawapres AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as</guid><pubDate>Rabu 05 Oktober 2016 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as-YG8G77KHrZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat Cawapres AS pergunjingkan kontroversi Hillary dan Trump. (Foto: Mike Segar/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/05/18/1506747/e-mail-hillary-program-nuklir-trump-jadi-amunisi-debat-cawapres-as-YG8G77KHrZ.jpg</image><title>Debat Cawapres AS pergunjingkan kontroversi Hillary dan Trump. (Foto: Mike Segar/Reuters)</title></images><description>FARMVILLE &amp;ndash; Saling serang dan bela mewarnai hampir seluruh prosesi debat cawapres AS 2016 yang menghadirkan Mike Pence dari Republik dan Tim Kaine dari Demokrat. Seperti yang diprediksi banyak media asing, fokus perdebatan masih akan seputar kontroversi yang bergulir di sekeliling capres masing-masing.
Berdasarkan pantauan Okezone, Rabu (5/10/2016), sering kali isu-isu pribadi Hillary Clinton dan Donald Trump dijadikan senjata untuk meruntuhkan argumen lawan. Padahal, Elaine Quijano sang moderator debat, tidak ada mempertanyakan hal tersebut sama sekali.
Kontroversi e-mail Hillary sewaktu masih menjabat sebagai menteri luar negeri termasuk salah satu andalan Pence untuk menyerang Kaine. Sekali lagi, wapres Trump mempertanyakan kredibilitas mantan ibu negara tersebut dalam menjaga keamanan nasional.
Kaine pun membela, katanya, &amp;ldquo;Masalah itu sudah jelas. Negara kita punya hukum. Semua e-mail itu sudah diproses secara hukum dan FBI kita membuktikan bahwa surel-surel (pribadi Hillary) itu tidak membahayakan keamanan nasional.&amp;rdquo;
Sebaliknya, Senator Virginia itu menggunjingkan kebijakan nuklir yang diusulkan Trump-Pence. Dia mengecam pidato Trump yang menyebut akan menarik pasukan AS dari negara sekutu di Asia. Lalu menyuruh Jepang dan Korea Selatan membangun militer dan persenjataan nuklirnya sendiri.Pernyataan tersebut menurut Kaine terang-terangan menyulut perang  nuklir. &amp;ldquo;Kalau kita biarkan nuklir bebas dikembangkan seperti itu,  teroris akan mudah memanfaatkannya. Ini bisa memicu perang nuklir,&amp;rdquo;  sergahnya.
Namun Pence yang tampil gemilang dalam perdebatan ini dengan ketenangannya menuding balik kemampuan  Hillary dalam menangani kontroversi nuklir. Dalam argumennya, suami dari  Karen Pence tersebut mengungkit kesalahan Hillary yang membawa AS  berperang di Irak pada 2011.
&amp;ldquo;Hillary Clinton memiliki server pribadi di rumahnya yang menyimpan  informasi negara yang dirahasiakan. Salah satunya soal serangan kapal  nirawak, pesannya sendiri datang dari Presiden AS (Barack Obama). Server pribadinya itu juga yang menjadi sasaran empuk untuk diretas kekuatan  asing,&amp;rdquo; pungkasnya.
Kaine lalu mengungkit pernyataan Trump yang ingin menyingkirkan NATO.  Pence meluruskan masalah ini, &amp;ldquo;Bukan itu yang Trump katakan.&amp;rdquo;
Sang miliarder AS yang diperdebatkan di sini pun sebelumnya pernah  menjelaskan pernyataan kontroversial tersebut. &amp;ldquo;Saya sebelumnya pernah  bilang kalau NATO itu pakta usang, karena mereka gagal menangani  terorisme. Tapi berkat komentar saya, mereka jadi mengubah kebijakannya  dan sekarang punya divisi baru yang berfokus menanggulangi ancaman  teror,&amp;rdquo; ujar Trump, seperti dikutip dari Fact-Check di CBS News.</description><content:encoded>FARMVILLE &amp;ndash; Saling serang dan bela mewarnai hampir seluruh prosesi debat cawapres AS 2016 yang menghadirkan Mike Pence dari Republik dan Tim Kaine dari Demokrat. Seperti yang diprediksi banyak media asing, fokus perdebatan masih akan seputar kontroversi yang bergulir di sekeliling capres masing-masing.
Berdasarkan pantauan Okezone, Rabu (5/10/2016), sering kali isu-isu pribadi Hillary Clinton dan Donald Trump dijadikan senjata untuk meruntuhkan argumen lawan. Padahal, Elaine Quijano sang moderator debat, tidak ada mempertanyakan hal tersebut sama sekali.
Kontroversi e-mail Hillary sewaktu masih menjabat sebagai menteri luar negeri termasuk salah satu andalan Pence untuk menyerang Kaine. Sekali lagi, wapres Trump mempertanyakan kredibilitas mantan ibu negara tersebut dalam menjaga keamanan nasional.
Kaine pun membela, katanya, &amp;ldquo;Masalah itu sudah jelas. Negara kita punya hukum. Semua e-mail itu sudah diproses secara hukum dan FBI kita membuktikan bahwa surel-surel (pribadi Hillary) itu tidak membahayakan keamanan nasional.&amp;rdquo;
Sebaliknya, Senator Virginia itu menggunjingkan kebijakan nuklir yang diusulkan Trump-Pence. Dia mengecam pidato Trump yang menyebut akan menarik pasukan AS dari negara sekutu di Asia. Lalu menyuruh Jepang dan Korea Selatan membangun militer dan persenjataan nuklirnya sendiri.Pernyataan tersebut menurut Kaine terang-terangan menyulut perang  nuklir. &amp;ldquo;Kalau kita biarkan nuklir bebas dikembangkan seperti itu,  teroris akan mudah memanfaatkannya. Ini bisa memicu perang nuklir,&amp;rdquo;  sergahnya.
Namun Pence yang tampil gemilang dalam perdebatan ini dengan ketenangannya menuding balik kemampuan  Hillary dalam menangani kontroversi nuklir. Dalam argumennya, suami dari  Karen Pence tersebut mengungkit kesalahan Hillary yang membawa AS  berperang di Irak pada 2011.
&amp;ldquo;Hillary Clinton memiliki server pribadi di rumahnya yang menyimpan  informasi negara yang dirahasiakan. Salah satunya soal serangan kapal  nirawak, pesannya sendiri datang dari Presiden AS (Barack Obama). Server pribadinya itu juga yang menjadi sasaran empuk untuk diretas kekuatan  asing,&amp;rdquo; pungkasnya.
Kaine lalu mengungkit pernyataan Trump yang ingin menyingkirkan NATO.  Pence meluruskan masalah ini, &amp;ldquo;Bukan itu yang Trump katakan.&amp;rdquo;
Sang miliarder AS yang diperdebatkan di sini pun sebelumnya pernah  menjelaskan pernyataan kontroversial tersebut. &amp;ldquo;Saya sebelumnya pernah  bilang kalau NATO itu pakta usang, karena mereka gagal menangani  terorisme. Tapi berkat komentar saya, mereka jadi mengubah kebijakannya  dan sekarang punya divisi baru yang berfokus menanggulangi ancaman  teror,&amp;rdquo; ujar Trump, seperti dikutip dari Fact-Check di CBS News.</content:encoded></item></channel></rss>
