<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihantam Badai Matthew, Florida Kini Bak Medan Perang</title><description>Usai dihantam Badai Matthew kategori tiga, negara bagian Amerika  Serikat yang berada di pesisir pantai, Florida tengah berbenah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang"/><item><title>Dihantam Badai Matthew, Florida Kini Bak Medan Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2016 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang-JywM2BRtSR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak Badai Matthew di Florida. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/10/18/1510332/dihantam-badai-matthew-florida-kini-bak-medan-perang-JywM2BRtSR.jpg</image><title>Dampak Badai Matthew di Florida. (Foto: Getty Images)</title></images><description>PORT ORANGE &amp;ndash; Usai dihantam Badai Matthew kategori tiga, negara bagian Amerika Serikat yang berada di pesisir pantai, Florida tengah berbenah. Sepanjang mata memandang, kehancuran saja yang tampak. Badai telah berlalu, tetapi banjir masih menggenang.
Joan Galasso, salah seorang warga berjalan di antara puing dan reruntuhan bekas terjangan Badai Matthew. Dia pun berhenti di sebuah rumah makan seafood yang didirikannya bersama suami seperempat abad yang lalu. Kondisinya benar-benar mengerikan.
Badai yang membawa hujan lebat dan angin kencang tersebut telah memporak porandakan meja-bangku yang biasa dipakai untuk makan, minum atau sekadar menikmati siraman sinar matahari Florida. Kaca-kaca rumah makan pecah dan tembok tak lagi berdiri pada tiang pancangnya.
&amp;ldquo;Kelihatannya seperti medan perang. Keadaannya hancur total,&amp;rdquo; ucap Galasso (63) di depan rumah makannya, Matanzas Innlet, sekira 24 kilometer dari St Augustine, Florida. Demikian seperti disitat dari Newsweek, Senin (10/10/2016).
Pastinya, Galasso baru satu dari jutaan penduduk di tenggara AS yang kembali ke rumah dan menemukan bisnis yang dibangunnya susah payah telah rata dengan tanah. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas akibat Badai Matthew di North Carolina, Florida, Georgia dan South Carolina. Di Haiti, Kepulauan Bahama dan Kuba yang lebih disambangi badai serupa,korban meninggal jumlahnya hampir 900 orang.Kisah pilu lain datang dari Barry Fauts (72) yang hanya bisa terpaku  saat mendatangi rumahnya yang disewakan di St Augustine hancur diamuk  badai. &amp;ldquo;Ini benar-benar menyakitkan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Ada orang yang sudah menempati rumah ini ketika Badai Matthew  datang. Jadinya, kami harus mengembalikan uang mereka dan keduanya sudah  pergi. Saya agak ngeri melihatnya, tapi saya rasa bisa menanganinya.  Langkah paling tepat yang bisa saya ambil sekarang adalah menghubungi  agen asuransi saya,&amp;rdquo; tambah dia.
CoreLogic, perusahaan yang mengumpulkan data-data real estate  nasional memperkirakan jumlah kerugian yang disebabkan Badai Matthew  sebesar USD800 miliar. Kerusakan itu terhitung dari seluruh bangunan di  sepanjang pantai AS.
Di sisi lain, polisi dan para petugas penyelamat masih berjibaku  dengan reruntuhan, banjir dan lainnya untuk mencari korban. Sementara  itu, akses jalan juga terus diupayakan. Listrik pun belum ada yang  nyala.
Elyse Deluca (30) berprofesi sebagai perawat. Kala Badai Matthew  datang, dia sudah mengungsikan diri ke Tennessee, karena sulit mencari  hotel terdekat dan murah.
&amp;ldquo;Kami sangat ingin pulang ke rumah. Tapi kami mengkhawatirkan rumah,  apa yang akan kami lihat? Seluruh jalan tergenang banjir, namun tak  sedikit pun air bersih mengalir ke rumah,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>PORT ORANGE &amp;ndash; Usai dihantam Badai Matthew kategori tiga, negara bagian Amerika Serikat yang berada di pesisir pantai, Florida tengah berbenah. Sepanjang mata memandang, kehancuran saja yang tampak. Badai telah berlalu, tetapi banjir masih menggenang.
Joan Galasso, salah seorang warga berjalan di antara puing dan reruntuhan bekas terjangan Badai Matthew. Dia pun berhenti di sebuah rumah makan seafood yang didirikannya bersama suami seperempat abad yang lalu. Kondisinya benar-benar mengerikan.
Badai yang membawa hujan lebat dan angin kencang tersebut telah memporak porandakan meja-bangku yang biasa dipakai untuk makan, minum atau sekadar menikmati siraman sinar matahari Florida. Kaca-kaca rumah makan pecah dan tembok tak lagi berdiri pada tiang pancangnya.
&amp;ldquo;Kelihatannya seperti medan perang. Keadaannya hancur total,&amp;rdquo; ucap Galasso (63) di depan rumah makannya, Matanzas Innlet, sekira 24 kilometer dari St Augustine, Florida. Demikian seperti disitat dari Newsweek, Senin (10/10/2016).
Pastinya, Galasso baru satu dari jutaan penduduk di tenggara AS yang kembali ke rumah dan menemukan bisnis yang dibangunnya susah payah telah rata dengan tanah. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas akibat Badai Matthew di North Carolina, Florida, Georgia dan South Carolina. Di Haiti, Kepulauan Bahama dan Kuba yang lebih disambangi badai serupa,korban meninggal jumlahnya hampir 900 orang.Kisah pilu lain datang dari Barry Fauts (72) yang hanya bisa terpaku  saat mendatangi rumahnya yang disewakan di St Augustine hancur diamuk  badai. &amp;ldquo;Ini benar-benar menyakitkan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Ada orang yang sudah menempati rumah ini ketika Badai Matthew  datang. Jadinya, kami harus mengembalikan uang mereka dan keduanya sudah  pergi. Saya agak ngeri melihatnya, tapi saya rasa bisa menanganinya.  Langkah paling tepat yang bisa saya ambil sekarang adalah menghubungi  agen asuransi saya,&amp;rdquo; tambah dia.
CoreLogic, perusahaan yang mengumpulkan data-data real estate  nasional memperkirakan jumlah kerugian yang disebabkan Badai Matthew  sebesar USD800 miliar. Kerusakan itu terhitung dari seluruh bangunan di  sepanjang pantai AS.
Di sisi lain, polisi dan para petugas penyelamat masih berjibaku  dengan reruntuhan, banjir dan lainnya untuk mencari korban. Sementara  itu, akses jalan juga terus diupayakan. Listrik pun belum ada yang  nyala.
Elyse Deluca (30) berprofesi sebagai perawat. Kala Badai Matthew  datang, dia sudah mengungsikan diri ke Tennessee, karena sulit mencari  hotel terdekat dan murah.
&amp;ldquo;Kami sangat ingin pulang ke rumah. Tapi kami mengkhawatirkan rumah,  apa yang akan kami lihat? Seluruh jalan tergenang banjir, namun tak  sedikit pun air bersih mengalir ke rumah,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
