<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DEBAT CAPRES AS: Kompetisi Bisnis Trump vs Independensi Energi Hillary</title><description>Donald Trump mendukung pertumbuhan dan kompetisi bisnis di bidang energi. Sementara itu, Hillary Clinton mendorong independensi energi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary"/><item><title>DEBAT CAPRES AS: Kompetisi Bisnis Trump vs Independensi Energi Hillary</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2016 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary-uKgaR3mR1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat Capres AS putaran kedua di Washington University. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/10/18/1510472/debat-capres-as-kompetisi-bisnis-trump-vs-independensi-energi-hillary-uKgaR3mR1A.jpg</image><title>Debat Capres AS putaran kedua di Washington University. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Kebijakan energi Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama turut menutup lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Banyak penambang batu bara dirumahkan dan kehilangan mata pencaharian.

Salah satu penonton Debat Capres AS 2016 putaran kedua di Washington University, Minggu 9 Oktober waktu AS atau Senin (10/10/2016) waktu Indonesia, Ken Boone, mempertanyakan rencana kebijakan energi dua calon presidennya, Donald Trump dan Hillary Clinton.

&quot;Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan energi kita? Sementara di saat yang sama menerapkan sistem ramah lingkungan seraya mencegah para pekerja di sektor energi berbasis fosil kehilangan pekerjaan mereka?&quot; ujar Ken.

Capres AS dari Partai Republik Donald Trump mengambil kesempatan ini untuk mengkritik Presiden Obama.

&quot;Kebijakan energi yang dijalankan EPA (Badan Pengendalian Energi AS) membuat perusahaan energi Amerika mati. Kini banyak perusahaan masuk ke Amerika, membeli banyak kilang dan mengacak-ngacak fasilitas itu sehingga bisa mengurusi minyak mereka. Kita membunuh bisnis energi di negara ini,&quot; tukas Trump.

Pengusaha kelas kakap itu mengaku, terbuka dengan segala bentuk energi alternatif termasuk dari sumber daya angin, sinar matahari dan lainnya. Tetapi, Trump mengingatkan, banyak penambang batu bara Amerika kehilangan pekerjaan akibat yang disebut &quot;batu bara bersih&quot;. Menurut Trump, banyak potensi kekayaan Amerika sudah ada di bawah tanah berupa batu bara.

&quot;Saya akan menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan energi. Mereka akan menghasilkan uang dan membayar defisit anggaran kita karena utang yang mencapai USD20 triliun. Tetapi, nyatanya kita kini menghentikan bisnis mereka,&quot; tukas Trump.

Kritik Trump ditangkis oleh Capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Ia mengajukan gagasan independensi energi kepada penonton Debat Capres AS 2016 putaran kedua.

Menurut Hillary, untuk pertama kalinya, Amerika memiliki independensi energi. Amerika tidak lagi tergantung pada Timur Tengah meski mereka masih mengontrol banyak harga energi dunia.

&quot;Harga minyak dunia menurun dan memberi dampak pada banyak perusahaan minyak. Namun Amerika berhasil memproduksi gas alam yang menjadi jembatan untuk lebih banyak lagi bahan bakar terbarukan. Saya rasa transisi ini sangat penting. Kita harus menjaga independensi energi ini. Saya optimistis Amerika akan bisa menjadi negara superpower dalam bidang energi bersih di abad 21 ini serta menciptakan banyak lapangan kerja dan bisnis baru,&quot; tandas Hillary.</description><content:encoded>WASHINGTON - Kebijakan energi Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama turut menutup lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Banyak penambang batu bara dirumahkan dan kehilangan mata pencaharian.

Salah satu penonton Debat Capres AS 2016 putaran kedua di Washington University, Minggu 9 Oktober waktu AS atau Senin (10/10/2016) waktu Indonesia, Ken Boone, mempertanyakan rencana kebijakan energi dua calon presidennya, Donald Trump dan Hillary Clinton.

&quot;Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan energi kita? Sementara di saat yang sama menerapkan sistem ramah lingkungan seraya mencegah para pekerja di sektor energi berbasis fosil kehilangan pekerjaan mereka?&quot; ujar Ken.

Capres AS dari Partai Republik Donald Trump mengambil kesempatan ini untuk mengkritik Presiden Obama.

&quot;Kebijakan energi yang dijalankan EPA (Badan Pengendalian Energi AS) membuat perusahaan energi Amerika mati. Kini banyak perusahaan masuk ke Amerika, membeli banyak kilang dan mengacak-ngacak fasilitas itu sehingga bisa mengurusi minyak mereka. Kita membunuh bisnis energi di negara ini,&quot; tukas Trump.

Pengusaha kelas kakap itu mengaku, terbuka dengan segala bentuk energi alternatif termasuk dari sumber daya angin, sinar matahari dan lainnya. Tetapi, Trump mengingatkan, banyak penambang batu bara Amerika kehilangan pekerjaan akibat yang disebut &quot;batu bara bersih&quot;. Menurut Trump, banyak potensi kekayaan Amerika sudah ada di bawah tanah berupa batu bara.

&quot;Saya akan menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan energi. Mereka akan menghasilkan uang dan membayar defisit anggaran kita karena utang yang mencapai USD20 triliun. Tetapi, nyatanya kita kini menghentikan bisnis mereka,&quot; tukas Trump.

Kritik Trump ditangkis oleh Capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Ia mengajukan gagasan independensi energi kepada penonton Debat Capres AS 2016 putaran kedua.

Menurut Hillary, untuk pertama kalinya, Amerika memiliki independensi energi. Amerika tidak lagi tergantung pada Timur Tengah meski mereka masih mengontrol banyak harga energi dunia.

&quot;Harga minyak dunia menurun dan memberi dampak pada banyak perusahaan minyak. Namun Amerika berhasil memproduksi gas alam yang menjadi jembatan untuk lebih banyak lagi bahan bakar terbarukan. Saya rasa transisi ini sangat penting. Kita harus menjaga independensi energi ini. Saya optimistis Amerika akan bisa menjadi negara superpower dalam bidang energi bersih di abad 21 ini serta menciptakan banyak lapangan kerja dan bisnis baru,&quot; tandas Hillary.</content:encoded></item></channel></rss>
