<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhan Tak Setuju TNI Punya Hak Politik, Ini Alasannya</title><description>Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak setuju TNI diberi hak berpolitik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya"/><item><title>Menhan Tak Setuju TNI Punya Hak Politik, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2016 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya-ppE3E9x83p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan RI, Ryamizard Ryacucu (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/10/337/1510632/menhan-tak-setuju-tni-punya-hak-politik-ini-alasannya-ppE3E9x83p.jpg</image><title>Menhan RI, Ryamizard Ryacucu (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak setuju dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang menginginkan TNI memiliki hak politik.&amp;lrm; Pasalnya, kondisi saat ini dianggapnya tidak pas.
&quot;Kondisi kita kan belum matang berpolitiknya, jangan sampai nanti ada TNI PDIP, TNI Golkar, TNI apa nanti perang sendiri,&quot; ujar Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).
Menurut dia, belum tentu juga lima atau sepuluh tahun ke depan, TNI bisa diberikan hak politik.&amp;lrm; &quot;Lihat dulu, kayak gini nanti enggak jadi lagi, kalau negara lain mungkin paham enggak ada kayak gini, kalau sekarang bisa pecah,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, tiap prajurit TNI sudah tidak memiliki hak politik semenjak masuk ke institusi itu.&amp;lrm; &quot;Contoh saat mengajukan mau nikah, kedua belah pihak setuju, undangan juga, begitu menghadap izin menikah, kalau enggak boleh, ya enggak boleh,&quot; paparnya.
Dia berpendapat, TNI bisa terpecah belah jika diberikan hak politik saat ini. &amp;lrm;&quot;Partai-partai tak semua solid&amp;lrm;,&quot; imbuhnya.
Namun, dia tak mempersoalkan jika di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terdapat unsur TNI. &quot;Kalau itu saya setuju-setuju aja, tapi tidak berpolitik, jadi politik negara, politik menyatukan bangsa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak setuju dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang menginginkan TNI memiliki hak politik.&amp;lrm; Pasalnya, kondisi saat ini dianggapnya tidak pas.
&quot;Kondisi kita kan belum matang berpolitiknya, jangan sampai nanti ada TNI PDIP, TNI Golkar, TNI apa nanti perang sendiri,&quot; ujar Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).
Menurut dia, belum tentu juga lima atau sepuluh tahun ke depan, TNI bisa diberikan hak politik.&amp;lrm; &quot;Lihat dulu, kayak gini nanti enggak jadi lagi, kalau negara lain mungkin paham enggak ada kayak gini, kalau sekarang bisa pecah,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, tiap prajurit TNI sudah tidak memiliki hak politik semenjak masuk ke institusi itu.&amp;lrm; &quot;Contoh saat mengajukan mau nikah, kedua belah pihak setuju, undangan juga, begitu menghadap izin menikah, kalau enggak boleh, ya enggak boleh,&quot; paparnya.
Dia berpendapat, TNI bisa terpecah belah jika diberikan hak politik saat ini. &amp;lrm;&quot;Partai-partai tak semua solid&amp;lrm;,&quot; imbuhnya.
Namun, dia tak mempersoalkan jika di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terdapat unsur TNI. &quot;Kalau itu saya setuju-setuju aja, tapi tidak berpolitik, jadi politik negara, politik menyatukan bangsa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
