<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNN Akan Uji Laboratorium Anggota DPRD yang Nyabu di Padang Pariaman</title><description>Oknum anggota DPRD itu kini sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman"/><item><title>BNN Akan Uji Laboratorium Anggota DPRD yang Nyabu di Padang Pariaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2016 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman-LS9F8M0dyR.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/10/337/1510897/bnn-akan-uji-laboratorium-anggota-dprd-yang-nyabu-di-padang-pariaman-LS9F8M0dyR.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Beredarnya video anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sempat menggegerkan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu anggota DPRD setempat akan menjalani tes laboratorium di BNN, Cawang, Jakarta Timur hari ini, Senin (10/10/2016).
Kabag Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi membenarkan kabar tersebut. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNNP Sumbar, dan oknum anggota DPRD itu kini sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.
&quot;Kepala BNNP sudah&amp;nbsp; menyampaikan bahwa satu orang anggota DPRD berangkat ke Jakarta untuk minta dites rambut, supaya ada kepastian pada masyarakat dan itu dari Partai Demokrat dan diperkirakan sampai jam empat disini,&quot; ungkap Slamet di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/10/2016).
Slamet menambahkan, sebelumnya ada dua nama yang seharusnya di panggil ke BNN untuk menjalani pemeriksaan. Namun saat ini baru satu orang yang memiliki niat baik untuk menjalani tes laboratorium.
&quot;Angota dari PDIP belum ada kesediaan, jika terbukti tergantung dari sana, proses hukumnya dan apabila dia pengguna serta pengedar atau bandar sekali pun nanti harus kita lihat terlebih dahulu hasilnya,&quot; tambahnya.
Dikatakan Slamet, dalam kasus tersebut, BNN kantor pusat hanya membantu BNNP dan Polda Sumatera Barat untuk mempermudah proses penyelidikan. Termasuk untuk mengungkap peredarannya dan bandar yang bermain di daerah tersebut.
&quot;Nanti bareng-bareng bersama kepala kepala BNNP, dan Dirnarkoba juga akan datang ke sini, untuk hasil bisa dua jam baru bisa terlihat,&quot; pungkasnya. (sym)</description><content:encoded>JAKARTA - Beredarnya video anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sempat menggegerkan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu anggota DPRD setempat akan menjalani tes laboratorium di BNN, Cawang, Jakarta Timur hari ini, Senin (10/10/2016).
Kabag Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi membenarkan kabar tersebut. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNNP Sumbar, dan oknum anggota DPRD itu kini sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.
&quot;Kepala BNNP sudah&amp;nbsp; menyampaikan bahwa satu orang anggota DPRD berangkat ke Jakarta untuk minta dites rambut, supaya ada kepastian pada masyarakat dan itu dari Partai Demokrat dan diperkirakan sampai jam empat disini,&quot; ungkap Slamet di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/10/2016).
Slamet menambahkan, sebelumnya ada dua nama yang seharusnya di panggil ke BNN untuk menjalani pemeriksaan. Namun saat ini baru satu orang yang memiliki niat baik untuk menjalani tes laboratorium.
&quot;Angota dari PDIP belum ada kesediaan, jika terbukti tergantung dari sana, proses hukumnya dan apabila dia pengguna serta pengedar atau bandar sekali pun nanti harus kita lihat terlebih dahulu hasilnya,&quot; tambahnya.
Dikatakan Slamet, dalam kasus tersebut, BNN kantor pusat hanya membantu BNNP dan Polda Sumatera Barat untuk mempermudah proses penyelidikan. Termasuk untuk mengungkap peredarannya dan bandar yang bermain di daerah tersebut.
&quot;Nanti bareng-bareng bersama kepala kepala BNNP, dan Dirnarkoba juga akan datang ke sini, untuk hasil bisa dua jam baru bisa terlihat,&quot; pungkasnya. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
