<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiongkok Konfirmasi Duterte Bakal Kunjungi China Pekan Depan</title><description>Pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan mengunjungi China pada pekan depan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan"/><item><title>Tiongkok Konfirmasi Duterte Bakal Kunjungi China Pekan Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2016 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan-W1yCTSZWEM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duterte kunjungi China pekan depan (Foto: ABS-CBN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/12/18/1512973/tiongkok-konfirmasi-duterte-bakal-kunjungi-china-pekan-depan-W1yCTSZWEM.jpg</image><title>Duterte kunjungi China pekan depan (Foto: ABS-CBN)</title></images><description>BEIJING - Pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan mengunjungi China pada pekan depan. Kunjungan ini berlangsung saat hubungan antara Tiongkok dan Washington terus memburuk.
Selama pemerintahan Presiden Duterte, hubungan Manila dan Washington terus memanas. Dalam menghadapi China, Duterte memilih untuk mengesampingkan sengketa dengan Tiongkok, khususnya terkait dengan Laut China Selatan (LCS) dan membentuk hubungan baru dengan China. Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (12/10/2016).
Kebenaran kunjungan Presiden Duterte telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang. Menurutnya, selama kunjungan, Duterte akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li keqiang pada 18-21 Oktober. Kedua pemimpin negara juga akan bertukar pikiran tentang bagaimana meningkatkan hubungan dan kerjasama.
Dalam kunjungan tersebut, sekira 250 eksekutif pebisnis dari Filipina akan dijadwalkan mengunjungi Beijing bersama dengan Presiden Duterte. Para pebisnis dari Filipina itu akan berbicara dengan para pengusaha China dan petugas pemerintah terkait perjanjian dalam sejumlah sektor seperti rel, konstruksi hingga wisata, agrobisnis, listrik, dan manufaktur.
&amp;ldquo;China akan meningkatkan kepercayaan bersama antara kedua negara, memperdalam kerjasama praktis dan melanjutkan tradisi persahabatan melalui kunjungan Presiden Duterte,&amp;rdquo; ujar Geng. Kedua pemimpin negara juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah melalui pembicaraan dan promosi hubungan kerjasama dan strategis yang didedikasikan untuk perdamaian dan pengembangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan antara Manila dan Washington terus memburuk. Situasi ini dipicu oleh tindakan dan ucapan Presiden Duterte yang berulangkali mencaci-maki Presiden Barack Obama. Merespons hal tersebut, Washington membatalkan pertemuan yang telah direncanakan dengan Duterte.</description><content:encoded>BEIJING - Pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan mengunjungi China pada pekan depan. Kunjungan ini berlangsung saat hubungan antara Tiongkok dan Washington terus memburuk.
Selama pemerintahan Presiden Duterte, hubungan Manila dan Washington terus memanas. Dalam menghadapi China, Duterte memilih untuk mengesampingkan sengketa dengan Tiongkok, khususnya terkait dengan Laut China Selatan (LCS) dan membentuk hubungan baru dengan China. Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (12/10/2016).
Kebenaran kunjungan Presiden Duterte telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang. Menurutnya, selama kunjungan, Duterte akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li keqiang pada 18-21 Oktober. Kedua pemimpin negara juga akan bertukar pikiran tentang bagaimana meningkatkan hubungan dan kerjasama.
Dalam kunjungan tersebut, sekira 250 eksekutif pebisnis dari Filipina akan dijadwalkan mengunjungi Beijing bersama dengan Presiden Duterte. Para pebisnis dari Filipina itu akan berbicara dengan para pengusaha China dan petugas pemerintah terkait perjanjian dalam sejumlah sektor seperti rel, konstruksi hingga wisata, agrobisnis, listrik, dan manufaktur.
&amp;ldquo;China akan meningkatkan kepercayaan bersama antara kedua negara, memperdalam kerjasama praktis dan melanjutkan tradisi persahabatan melalui kunjungan Presiden Duterte,&amp;rdquo; ujar Geng. Kedua pemimpin negara juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah melalui pembicaraan dan promosi hubungan kerjasama dan strategis yang didedikasikan untuk perdamaian dan pengembangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan antara Manila dan Washington terus memburuk. Situasi ini dipicu oleh tindakan dan ucapan Presiden Duterte yang berulangkali mencaci-maki Presiden Barack Obama. Merespons hal tersebut, Washington membatalkan pertemuan yang telah direncanakan dengan Duterte.</content:encoded></item></channel></rss>
