<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah di Kali Petogogan Dibongkar, Warga Ngaku Belum Bisa Tempati Rusun</title><description>Supriatin mengaku baru bulan Januari bisa menempati rusun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun"/><item><title>Rumah di Kali Petogogan Dibongkar, Warga Ngaku Belum Bisa Tempati Rusun</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2016 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Ferio Pristiawan Ekananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun-9hkoCnozC4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas gabungan saat membongkar bangunan rumah di sekitar bantaran Kali Petogogan. (Foto: Ferio Pristiawan Ekananda/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/12/338/1512721/rumah-di-kali-petogogan-dibongkar-warga-ngaku-belum-bisa-tempati-rusun-9hkoCnozC4.jpg</image><title>Petugas gabungan saat membongkar bangunan rumah di sekitar bantaran Kali Petogogan. (Foto: Ferio Pristiawan Ekananda/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Kota Jakarta Selatan menertibkan beberapa rumah yang berdiri di sekitar bantaran Kali Petogogan, Jakarta Selatan. Warga yang rumahnya ditertibkan akan dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) Marunda. Namun, ternyata saat ini rusun tersebut belum bisa ditempati oleh seluruh warga.

Salah seorang warga, Supriatin mengaku baru bulan Januari bisa menempati rusun. Karena belum dapat menempati rusun tersebut, dirinya terpaksa untuk mengontrak rumah.

&amp;ldquo;Belum jadi, masih perbaikan. Nanti Januari baru bisa nempatin rusun. Ngontrak sementara di Jalan Bangka 7 Dalam RT 5 RW 11,&amp;rdquo; ujar Supriatin (44), Rabu (12/10/2016).

Ia mengaku belum menerima kunci untuk menempati rusun, namun baru hanya mendapatkan kunci secara simbolis.

Namun, Supriatin menyatakan, dirinya sudah mengetahui risiko untuk mendirikan rumah di tanah milik negara, termasuk risiko untuk ditertibkan.

&amp;ldquo;Kita tahu ini memang tanah negara, sudah jadi risiko,&amp;rdquo; katanya.

Ia menuding, banjir di sekitar Kali Petogogan akibat adanya Apartemen Kintamani. Sebelumnya, di lahan apartemen tersebut merupakan permukiman masyarakat.

&amp;ldquo;Banjir sekarang itu karena Apartemen Kintamani menurut saya. Apartemen itu dulu kampung warga, tapi sudah digusur juga sekitar tahun 1995. Jadi bukan karena rumah saya Kemang banjir. Ya normalisasi saja,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Kota Jakarta Selatan menertibkan beberapa rumah yang berdiri di sekitar bantaran Kali Petogogan, Jakarta Selatan. Warga yang rumahnya ditertibkan akan dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) Marunda. Namun, ternyata saat ini rusun tersebut belum bisa ditempati oleh seluruh warga.

Salah seorang warga, Supriatin mengaku baru bulan Januari bisa menempati rusun. Karena belum dapat menempati rusun tersebut, dirinya terpaksa untuk mengontrak rumah.

&amp;ldquo;Belum jadi, masih perbaikan. Nanti Januari baru bisa nempatin rusun. Ngontrak sementara di Jalan Bangka 7 Dalam RT 5 RW 11,&amp;rdquo; ujar Supriatin (44), Rabu (12/10/2016).

Ia mengaku belum menerima kunci untuk menempati rusun, namun baru hanya mendapatkan kunci secara simbolis.

Namun, Supriatin menyatakan, dirinya sudah mengetahui risiko untuk mendirikan rumah di tanah milik negara, termasuk risiko untuk ditertibkan.

&amp;ldquo;Kita tahu ini memang tanah negara, sudah jadi risiko,&amp;rdquo; katanya.

Ia menuding, banjir di sekitar Kali Petogogan akibat adanya Apartemen Kintamani. Sebelumnya, di lahan apartemen tersebut merupakan permukiman masyarakat.

&amp;ldquo;Banjir sekarang itu karena Apartemen Kintamani menurut saya. Apartemen itu dulu kampung warga, tapi sudah digusur juga sekitar tahun 1995. Jadi bukan karena rumah saya Kemang banjir. Ya normalisasi saja,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
