<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Tahun Pemerintahan Jokowi Terkesan Fokus pada Agenda Politik</title><description>Selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK terkesan mengabaikan agenda hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik"/><item><title>Dua Tahun Pemerintahan Jokowi Terkesan Fokus pada Agenda Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2016 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik-8ifD3x7ghy.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/18/337/1518185/dua-tahun-pemerintahan-jokowi-terkesan-fokus-pada-agenda-politik-8ifD3x7ghy.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menilai selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK terkesan mengabaikan agenda hukum.
&quot;Kita paham betul Jokwoi-JK tidak menempatkan hukum pada tempatnya,&quot; ungkap Zainal dalam acara diskusi Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kantor ICW, Kalibata Timur IV D No.6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).
Zainal melanjutkan, selama ini Jokowi-JK terkesan fokus dengan agenda politiknya. Hal itu terlihat saat Jokowi memilih para pembantunya di Kementerian dan Lembaga sarat dengan kepentingan partai politik.
&quot;Kalau kita fair, saat Jokowi memilih menteri-menterinya, sangat sarat dengan kepentingan partai politik. Catatan besar kepada Jokowi-JK adalah tidak serius dalam memilih menteri di kabinetnya,&quot; lanjut Zainal.
Lebih lanjut, Zainal menjelaskan dua tahun terakhir pemerintahan Jokowi malah sempat disibukkan dengan kebijakan ekonomi sampai menerbitkan 13 jilid paket kebinakan ekonomi.
&quot;Paket kebijakan ekonomi bisa sampai 13 jilid seinget saya. Lalu ada UU Tax Amnesty yang sedikit bau anyir menurut saya. Hukum akhirnya terabaikan, hukum akhirnya tidak mendapatkan porsi yang besar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menilai selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK terkesan mengabaikan agenda hukum.
&quot;Kita paham betul Jokwoi-JK tidak menempatkan hukum pada tempatnya,&quot; ungkap Zainal dalam acara diskusi Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kantor ICW, Kalibata Timur IV D No.6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).
Zainal melanjutkan, selama ini Jokowi-JK terkesan fokus dengan agenda politiknya. Hal itu terlihat saat Jokowi memilih para pembantunya di Kementerian dan Lembaga sarat dengan kepentingan partai politik.
&quot;Kalau kita fair, saat Jokowi memilih menteri-menterinya, sangat sarat dengan kepentingan partai politik. Catatan besar kepada Jokowi-JK adalah tidak serius dalam memilih menteri di kabinetnya,&quot; lanjut Zainal.
Lebih lanjut, Zainal menjelaskan dua tahun terakhir pemerintahan Jokowi malah sempat disibukkan dengan kebijakan ekonomi sampai menerbitkan 13 jilid paket kebinakan ekonomi.
&quot;Paket kebijakan ekonomi bisa sampai 13 jilid seinget saya. Lalu ada UU Tax Amnesty yang sedikit bau anyir menurut saya. Hukum akhirnya terabaikan, hukum akhirnya tidak mendapatkan porsi yang besar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
