<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Aceh Barat, Seorang Kakek Meninggal Lantaran Bertahan di Rumah</title><description>Seorang kakek diketahui meninggal dunia lantaran enggan mengungsi ketika banjir mengepung Kabupaten Aceh Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah"/><item><title>Banjir Aceh Barat, Seorang Kakek Meninggal Lantaran Bertahan di Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2016 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rayful Mudassir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah-JuNmgR4871.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/18/340/1518295/banjir-aceh-barat-seorang-kakek-meninggal-lantaran-bertahan-di-rumah-JuNmgR4871.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH &amp;ndash; Bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat mulai memakan korban jiwa. Seorang kakek diketahui meninggal dunia lantaran enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumah.
&amp;ldquo;Ia benar korban meninggal pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Syahluna Polem, Selasa (18/10/2016).
Korban diketahui bernama Banta Lidan (75), warga Gampong Pasie Mesjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Tidak diketahui pasti sebab meninggalnya pria tua itu. Namun diduga meninggalnya sang kakek lantaran sedang dalam keadaan sakit.
Banta sendiri menghembuskan nafas terakhir kemarin malam. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga di Gampong Ujong Tanjong siang tadi. Proses evakuasi korban juga dibawa menggunakan perahu karet menuju ke lokasi pemakaman.
Seperti diketahui, bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat hingga kini terus meluas. Banjir disebutkan telah menggenangi sedikitnya 71 gampong (desa), yang tersebar di delapan kecamatan.
Banjir yang terjadi sejak kemarin itu telah menyebabkan 12.164 orang terkena dampaknya. Sementara itu tercatat dari total tersebut, korban berasal dari 3.393 kepala keluarga.</description><content:encoded>BANDA ACEH &amp;ndash; Bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat mulai memakan korban jiwa. Seorang kakek diketahui meninggal dunia lantaran enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumah.
&amp;ldquo;Ia benar korban meninggal pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Syahluna Polem, Selasa (18/10/2016).
Korban diketahui bernama Banta Lidan (75), warga Gampong Pasie Mesjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Tidak diketahui pasti sebab meninggalnya pria tua itu. Namun diduga meninggalnya sang kakek lantaran sedang dalam keadaan sakit.
Banta sendiri menghembuskan nafas terakhir kemarin malam. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga di Gampong Ujong Tanjong siang tadi. Proses evakuasi korban juga dibawa menggunakan perahu karet menuju ke lokasi pemakaman.
Seperti diketahui, bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat hingga kini terus meluas. Banjir disebutkan telah menggenangi sedikitnya 71 gampong (desa), yang tersebar di delapan kecamatan.
Banjir yang terjadi sejak kemarin itu telah menyebabkan 12.164 orang terkena dampaknya. Sementara itu tercatat dari total tersebut, korban berasal dari 3.393 kepala keluarga.</content:encoded></item></channel></rss>
