<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Siswa SD Belajar di Garasi Sekolah</title><description>Sebanyak 149 murid SD Negeri 4 Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dalam kondisi memprihatinkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah"/><item><title>Ratusan Siswa SD Belajar di Garasi Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah</guid><pubDate>Minggu 23 Oktober 2016 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Maarif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah-51n80ln58j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Bangunan SDN 4 Kertamukti (Foto: Syamsul Maarif/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/23/525/1522199/ratusan-siswa-sd-belajar-di-garasi-sekolah-51n80ln58j.jpg</image><title>Kondisi Bangunan SDN 4 Kertamukti (Foto: Syamsul Maarif/Sindonews)</title></images><description>PANGANDARAN &amp;ndash; Sebanyak 149 murid SD Negeri 4 Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dalam kondisi memprihatinkan selama hampir dua bulan.

Salah seorang guru SD Negeri 4 Kertamukti Ika Sartika mengatakan, murid kelas 3, 5 dan 6 belajar di ruang perpustakaan sedangkan murid kelas 1 dan kelas 2 menggunakan satu ruangan kelas secara bergantian pagi dan siang. Sementara murid kelas 4 terpaksa belajar di garasi sekolah.

&amp;ldquo;Kegiatan belajar tidak maksimal lantaran rangka atap bangunan yang berbahan baja ringan berjatuhan dan membahayakan murid dan pengajar di sekolah,&amp;rdquo; kata Ika, Minggu (23/10/2016).

Pada 2009, lanjutnya, saat masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis, SDN 4 Kertamukti mendapat dana rehab dengan rangka atap baja ringan. Namun, belum genap 7 tahun, rangka atap bajaringan sudah berjatuhan.

&amp;ldquo;Dulu waktu pemasangan pihak rekanan menjanjikan ada garansi hingga 10 tahun, namun karena lokasinya di pinggir laut rangka atap baja ringan tidak bertahan lama,&amp;rdquo; terangnya.

Ika Menjelaskan, pihak sekolah telah melapor ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Pangandaran dan disarankan untuk menurunkan genteng.

&amp;ldquo;Setelah genteng diturunkan akibatnya jika hujan turun air masuk kedalam ruangan dan kegiatan belajar mengajar sering dihentikan saat terjadi hujan,&amp;rdquo; jelas Ika.

Ika berharap, pemerintah segera mengatasi persoalan ini  dan kalaupun diperbaiki jangan pakai baja ringan lagi, sebab kalau pakai kayu bisa awet dan tahan puluhan tahun.</description><content:encoded>PANGANDARAN &amp;ndash; Sebanyak 149 murid SD Negeri 4 Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dalam kondisi memprihatinkan selama hampir dua bulan.

Salah seorang guru SD Negeri 4 Kertamukti Ika Sartika mengatakan, murid kelas 3, 5 dan 6 belajar di ruang perpustakaan sedangkan murid kelas 1 dan kelas 2 menggunakan satu ruangan kelas secara bergantian pagi dan siang. Sementara murid kelas 4 terpaksa belajar di garasi sekolah.

&amp;ldquo;Kegiatan belajar tidak maksimal lantaran rangka atap bangunan yang berbahan baja ringan berjatuhan dan membahayakan murid dan pengajar di sekolah,&amp;rdquo; kata Ika, Minggu (23/10/2016).

Pada 2009, lanjutnya, saat masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis, SDN 4 Kertamukti mendapat dana rehab dengan rangka atap baja ringan. Namun, belum genap 7 tahun, rangka atap bajaringan sudah berjatuhan.

&amp;ldquo;Dulu waktu pemasangan pihak rekanan menjanjikan ada garansi hingga 10 tahun, namun karena lokasinya di pinggir laut rangka atap baja ringan tidak bertahan lama,&amp;rdquo; terangnya.

Ika Menjelaskan, pihak sekolah telah melapor ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Pangandaran dan disarankan untuk menurunkan genteng.

&amp;ldquo;Setelah genteng diturunkan akibatnya jika hujan turun air masuk kedalam ruangan dan kegiatan belajar mengajar sering dihentikan saat terjadi hujan,&amp;rdquo; jelas Ika.

Ika berharap, pemerintah segera mengatasi persoalan ini  dan kalaupun diperbaiki jangan pakai baja ringan lagi, sebab kalau pakai kayu bisa awet dan tahan puluhan tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
