<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Cari Mahasiswa di Makassar yang Bakar Enam Motor Polisi</title><description>Polisi akan mengusut oknum mahasiswa di Makassar yang membakar sepeda motor polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi"/><item><title>Polisi Cari Mahasiswa di Makassar yang Bakar Enam Motor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi</guid><pubDate>Sabtu 29 Oktober 2016 04:57 WIB</pubDate><dc:creator>Zulfikarnain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi-JhWQHIdRLT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo anarkis mahasiswa di Makassar. (Foto: Zulfikarnain/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/29/340/1527492/polisi-cari-mahasiswa-di-makassar-yang-bakar-enam-motor-polisi-JhWQHIdRLT.jpg</image><title>Demo anarkis mahasiswa di Makassar. (Foto: Zulfikarnain/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan menyayangkan adanya perusakan dan pembakaran aset  negara dalam demonstrasi anarkis oknum mahasiswa Universitas Muhammadiyah  (Unismuh) Makassar . &quot;Biasa itu dalam mencari eksistensi diri. Itu hal  biasa kalau ada motor yang dibakar. Teman-teman media tidak usaha  besar-besarkan perusakan ini,&quot; ujarnya di Makassar, Jumat 28 Oktober 2016 malam. Kapolda bersama Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono dan  Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono mendatangi Kampus  Unismuh Makassar di Jalan Sultan Alauddin setelah unjuk rasa anarkis  tersebut. Anton Charliyan mengaku sedih dengan tindakan  berlebihan para mahasiswa yang melakukan perusakan dan pembakaran aset  negara seperti motor anggota Polrestabes. Menurut dia,  perusakan dan pembakaran terhadap aset dan fasilitas negara adalah murni  tindak pidana yang harus diselesaikan secara hukum. &quot;Sangat  sayang sekali kalau adek-adek mahasiswa melakukan perusakan terhadap  aset negara ini. Ini tindakan pidana dan akan diusut sesuai dengan  aturan,&quot; jelasnya. Sebelumnya, unjuk rasa puluhan mahasiswa  Unismuh Makassar memperingati Hari Sumpah Pemuda itu dimulai sejak pagi  hingga siang sebelum waktu Salat Jumat masuk. Unjuk rasa  damai yang menyoroti kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla  yang dilakukan paginya itu berubah jadi anarkis ketika sore hari, ketika  mahasiswa menahan mobil truk dan memalangnya di jalanan. Polisi yang berada di lokasi kejadian berusaha melakukan negosiasi  kepada mahasiswa agar tidak menutup jalan dan membiarkan mobil truk  tersebut jalan. Namun situasi berubah ketika mahasiswa  melakukan pelemparan yang kemudian dibalas oleh anggota polisi dengan  menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa. Puncak  dari kemarahan mahasiswa ketika enam motor polisi jadi sasaran  perusakan di tengah jalan yang kemudian dibakar dan ditinggalkan para  mahasiswa.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono  yang tiba di lokasi kejadian langsung menenangkan anak buahnya dan  menariknya semua demi menghindari bentrokan yang bisa berimbas kepada  masyarakat sebagai pengguna jalan.</description><content:encoded>MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan menyayangkan adanya perusakan dan pembakaran aset  negara dalam demonstrasi anarkis oknum mahasiswa Universitas Muhammadiyah  (Unismuh) Makassar . &quot;Biasa itu dalam mencari eksistensi diri. Itu hal  biasa kalau ada motor yang dibakar. Teman-teman media tidak usaha  besar-besarkan perusakan ini,&quot; ujarnya di Makassar, Jumat 28 Oktober 2016 malam. Kapolda bersama Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono dan  Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono mendatangi Kampus  Unismuh Makassar di Jalan Sultan Alauddin setelah unjuk rasa anarkis  tersebut. Anton Charliyan mengaku sedih dengan tindakan  berlebihan para mahasiswa yang melakukan perusakan dan pembakaran aset  negara seperti motor anggota Polrestabes. Menurut dia,  perusakan dan pembakaran terhadap aset dan fasilitas negara adalah murni  tindak pidana yang harus diselesaikan secara hukum. &quot;Sangat  sayang sekali kalau adek-adek mahasiswa melakukan perusakan terhadap  aset negara ini. Ini tindakan pidana dan akan diusut sesuai dengan  aturan,&quot; jelasnya. Sebelumnya, unjuk rasa puluhan mahasiswa  Unismuh Makassar memperingati Hari Sumpah Pemuda itu dimulai sejak pagi  hingga siang sebelum waktu Salat Jumat masuk. Unjuk rasa  damai yang menyoroti kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla  yang dilakukan paginya itu berubah jadi anarkis ketika sore hari, ketika  mahasiswa menahan mobil truk dan memalangnya di jalanan. Polisi yang berada di lokasi kejadian berusaha melakukan negosiasi  kepada mahasiswa agar tidak menutup jalan dan membiarkan mobil truk  tersebut jalan. Namun situasi berubah ketika mahasiswa  melakukan pelemparan yang kemudian dibalas oleh anggota polisi dengan  menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa. Puncak  dari kemarahan mahasiswa ketika enam motor polisi jadi sasaran  perusakan di tengah jalan yang kemudian dibakar dan ditinggalkan para  mahasiswa.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono  yang tiba di lokasi kejadian langsung menenangkan anak buahnya dan  menariknya semua demi menghindari bentrokan yang bisa berimbas kepada  masyarakat sebagai pengguna jalan.</content:encoded></item></channel></rss>
