<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNICEF: 300 Juta Anak di Dunia Hidup dengan Polusi Udara</title><description>DATA&amp;nbsp;terbaru dari UNICEF menunjukkan, sekira 300 juta anak di dunia hidup dengan polusi udara beracun.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara"/><item><title>UNICEF: 300 Juta Anak di Dunia Hidup dengan Polusi Udara</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2016 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara-eqM34U3Mwz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polusi udara sebabkan ribuan anak berada dalam bahaya (Foto: Asian Correspondent)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/31/18/1529273/unicef-300-juta-anak-di-dunia-hidup-dengan-polusi-udara-eqM34U3Mwz.jpg</image><title>Polusi udara sebabkan ribuan anak berada dalam bahaya (Foto: Asian Correspondent)</title></images><description>DATA terbaru dari UNICEF menunjukkan, sekira 300 juta anak di dunia hidup dengan polusi udara beracun. Parahnya, tingkat keracunan mencapai enam kali lipat lebih tinggi dari standar minimum yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). &amp;nbsp;
Sementara itu, dengan menggunakan data satelit, UNICEF juga menemukan sekira dua miliar anak terpapar polusi udara seperti debu, emisi kendaraan, dan penggunaan bahan bakar fosil. Demikian sebagaimana dilansir Time, Senin (31/10/2016). &amp;nbsp;
UNICEF juga menemukan bahwa polusi udara di dalam dan di luar ruangan adalah salah satu hal yang sangat berbahaya bagi kesehatan para remaja. Polusi udara setidaknya telah membunuh 600 ribu orang setiap tahun. Bahkan, polusi udara juga telah memicu munculnya sejumlah penyakit pernafasan yang sangat berbahaya seperti pneumonia.
&amp;ldquo;Polusi udara adalah faktor utama penyebab kematian 600 ribu anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Polusi juga mengancam kehidupan dan masa depan tiap orang,&amp;rdquo; ujar Eksekutif Direktur UNICEF Anthony Lake.
&quot;Polusi tidak hanya membahayakan perkembangan paru-paru anak-anak, tapi juga dapat menghalangi masuknya darah ke otak dan secara permanen merusak otak mereka dan masa depan mereka. Karena itu, tidak ada masyarakat yang boleh mengabaikan polusi udara,&quot; tambah Lake.</description><content:encoded>DATA terbaru dari UNICEF menunjukkan, sekira 300 juta anak di dunia hidup dengan polusi udara beracun. Parahnya, tingkat keracunan mencapai enam kali lipat lebih tinggi dari standar minimum yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). &amp;nbsp;
Sementara itu, dengan menggunakan data satelit, UNICEF juga menemukan sekira dua miliar anak terpapar polusi udara seperti debu, emisi kendaraan, dan penggunaan bahan bakar fosil. Demikian sebagaimana dilansir Time, Senin (31/10/2016). &amp;nbsp;
UNICEF juga menemukan bahwa polusi udara di dalam dan di luar ruangan adalah salah satu hal yang sangat berbahaya bagi kesehatan para remaja. Polusi udara setidaknya telah membunuh 600 ribu orang setiap tahun. Bahkan, polusi udara juga telah memicu munculnya sejumlah penyakit pernafasan yang sangat berbahaya seperti pneumonia.
&amp;ldquo;Polusi udara adalah faktor utama penyebab kematian 600 ribu anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Polusi juga mengancam kehidupan dan masa depan tiap orang,&amp;rdquo; ujar Eksekutif Direktur UNICEF Anthony Lake.
&quot;Polusi tidak hanya membahayakan perkembangan paru-paru anak-anak, tapi juga dapat menghalangi masuknya darah ke otak dan secara permanen merusak otak mereka dan masa depan mereka. Karena itu, tidak ada masyarakat yang boleh mengabaikan polusi udara,&quot; tambah Lake.</content:encoded></item></channel></rss>
