<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Kisah Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Binatang Buas </title><description>Berikut ini adalah kisah menakjubkan anak manusia yang hidup bersama dengan hewan liar. Ini membuktikan hewan masih memiliki rasa kasih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/03/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/03/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas"/><item><title>Lima Kisah Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Binatang Buas </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/03/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/03/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas</guid><pubDate>Kamis 03 November 2016 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/02/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas-tuQdYF33Vw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah-kisah manusia yang hidup dengan hewan pada masa kecilnya (Foto: Odde)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/02/18/1531370/lima-kisah-anak-manusia-yang-dibesarkan-oleh-binatang-buas-tuQdYF33Vw.jpg</image><title>Kisah-kisah manusia yang hidup dengan hewan pada masa kecilnya (Foto: Odde)</title></images><description> 
SERIGALA, anjing, dan monyet adalah binatang yang tidak memiliki akal. Jika merasa terganggu, mereka dapat saja sewaktu-waktu menyerang manusia dan memangsanya. Bahkan, meskipun telah dikandangkan di kebun binatang, hewan-hewan tersebut masih dapat menyerang manusia.
Itulah insting hewan pada umumnya. Namun, tidak semua binatang bersikap buas terhadap manusia. Masih ada sejumlah binatang yang memiliki hati untuk mengasihi manusia.
Kisah-kisah di bawah ini membuktikan bahwa binatang-binatang yang buas dan hidup di alam liar ternyata masih memiliki naluri untuk mengasihi dan menyayangi. Sebagaimana dilansir Odde, Kamis (3/11/2016), Okezone merangkum lima kisah manusia yang dibesarkan oleh hewan.


1. Marcos Rodriguez Pantoja , Pria Spanyol yang Diadopsi Serigala Buas 
Pantoja adalah salah satu manusia di dunia yang dibesarkan oleh hewan. Tidak tangung-tanggung, ia hidup bersama dengan seekor hewan yang sangat buas yaitu seekor serigala. Saat berusia tujuh tahun, Pantoja tinggal bersama dengan penggembala kambing. Setelah penggembala itu meninggal, dia kemudian hidup seorang diri dengan serigala di Sierra Morena selama 11 tahun.
Menurut pengakuan Pantoja, ia tumbuh setelah diadopsi dan diberi makan oleh para serigala. Pada usia 19 tahun, Pantoja akhirnya ditemukan oleh Otoritas Spanyol, Guardia Civil. Ia lalu dibawa paksa ke perkampungan kecil di Fuenaliente. Di sana, ia akhirnya hidup secara normal sebagaimana manusia pada umumnya.
Sejarah hidup Pantoja saat berjuang hidup dengan para serigala telah didokumentasikan dalam bentuk video. Saat ini, Pantoja berprofesi sebagai seorang guru di sejumlah sekolah untuk mengajarkan anak-anak tentang serigala.

2. Oxana Malaya, Hidup Bersama Anjing selama Enam Tahun &amp;nbsp;
Berbeda dengan Pantoja, perempuan bernama Oxana Malaya dari Ukraina  hidup dengan anjing-anjing saat ditemukan pada 1991. Saat itu, Oxana  masih berusia delapan tahun dan ia sudah tinggal bersama anjing selama  enam tahun.
Oxana hidup bersama anjing karena ayahnya pada saat itu merupakan  seorang pecandu alkohol. Sang ayah menelantarkan Oxana yang kala itu  masih balita, bahkan hingga meninggalkannya di luar rumah. Untuk  menghalau dingin, Oxana merangkak ke kandang peternakan dan mencari  kehangatan dari anjing-anjing di sana. Itulah awal kebersamaannya dengan  hewan.
Akibatnya, perilaku Oxana pun tak ubahnya seperti hewan. Ia berdiri  dengan kedua tangan dan kaki layaknya binatang berkaki empat,  mengeluarkan giginya dan menyalak meniru perilaku anjing. Karena tidak  dapat berinteraksi dengan manusia, Oxana hanya dapat mengatakan &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; dan  &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo;. &amp;nbsp;Saat ini, Oxana tinggal di sebuah klinik di Odesa, serta  bekerja dengan hewan ternak yang ada di rumah sakit. &amp;nbsp;

3. Traian Caldarar, Anak Kecil yang Hidup dengan Hewan Liar &amp;nbsp;
Pada 2002, Mowgli Boy dari Romania disatukan kembali dengan ibunya,   Lina Caldarar. Sebelumnya bertahun-tahun ia hidup dengan hewan liar di   hutan Transylvania.
Traian &amp;ndash; dengan nama pendek Mowgli yang diberikan oleh staf rumah   sakit &amp;ndash; ditemukan oleh seorang gembala. Saat itu, ia ditemukan dalam   kardus, tanpa busana, dan masih berusia tiga tahun. Saat ditemukan,   Traian tidak mengetahui cara berbicara.
Menurut keterangan para dokter, Traian hampir tidak mungkin hidup   seorang diri di hutan. Karena itu, para dokter percaya bahwa dia telah   dijaga oleh anjing-anjing liar di hutan Transylvania.
Setelah beberapa lama, Traian akhirnya ditemukan dengan ibunya.   Menurut penuturan sang ibu, beberapa tahun lalu, ia melarikan diri dari   rumah suaminya karena mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. &amp;nbsp;Dia   percaya Traian melarikan diri karena alasan yang sama.
4. Marina Champman, Perempuan yang Dibesarkan oleh Monyet 
Marina Champman yang dilahirkan sekira 1950 adalah warga Inggris    &amp;nbsp;kelahiran Colombia yang mengaku telah menghabiskan waktu kecilnya di    hutan. Menurut penuturan Chapman, saat itu ia masih berusia empat tahun.    Dia diambil dari desanya dan dilepaskan dengan alasan yang tidak ia    ketahui. Ini menyebabkan ia menghabiskan hidupnya bersama dengan para    monyet di hutan sampai beberapa pemburu mengambilnya.
Setelah sekian lama hidup di hutan, Champman akhirnya tidak dapat    berbicara bahasa manusia. Dia juga mengatakan bahwa ia telah dijual    kepada rumah bordir di Cucuta, hidup di jalanan, dan diperbudak oleh    sebuah keluarga mafia. Dia akhirnya pindah ke Inggris. Di sana, Champman    akhirnya menikah dan memiliki anak.
Setelah mendengar kisah sang ibu, anak Champman kemudian meyakinkan    ibunya agar menuliskan kisah hidupnya. Pada 2013, dia akhirnya    menerbitkan sebuah otobiografi dengan judul &amp;ldquo;The Girl With No Name&amp;rdquo;.
5. Rochom P&amp;rsquo;ngieng, Perempuan Rimba dari Kamboja 
Pada 2007, seorang perempuan Kamboja muncul dari dalam hutan lebat     dalam keadaan kotor, tak berbusana, dan tampak takut di Provinsi     Ratanakiri yaitu sebuah kota terpencil di Kamboja.
Menurut keterangan petugas kepolisian setempat, perempuan itu tampak     seperti &amp;ldquo;Setengah manusia dan setengah binatang&amp;rdquo;. Ia juga berbicara     dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti. Perempuan ini kemudian  dikenal    sebagai Perempuan Rimba dari Kamboja.
Perempuan itu diyakini sebagai Rochom P'ngieng, yang menghilang 19     tahun lalu. Pada 2016, seorang pria warga Vietnam mengklaim, perempuan     itu adalah putrinya yang menghilang pada 2006. Saat itu, ia berusia  23    tahun dan diduga mengidap penyakit mental.
Klaim pria tersebut dibuktikannya dengan memberikan bukti berupa     dokumentasi tentang Rochom P'ngieng. Setelah memaparkan bukti yang ada,     pria itu lalu membawa anaknya pulang ke kampungnya di Vietnam.</description><content:encoded> 
SERIGALA, anjing, dan monyet adalah binatang yang tidak memiliki akal. Jika merasa terganggu, mereka dapat saja sewaktu-waktu menyerang manusia dan memangsanya. Bahkan, meskipun telah dikandangkan di kebun binatang, hewan-hewan tersebut masih dapat menyerang manusia.
Itulah insting hewan pada umumnya. Namun, tidak semua binatang bersikap buas terhadap manusia. Masih ada sejumlah binatang yang memiliki hati untuk mengasihi manusia.
Kisah-kisah di bawah ini membuktikan bahwa binatang-binatang yang buas dan hidup di alam liar ternyata masih memiliki naluri untuk mengasihi dan menyayangi. Sebagaimana dilansir Odde, Kamis (3/11/2016), Okezone merangkum lima kisah manusia yang dibesarkan oleh hewan.


1. Marcos Rodriguez Pantoja , Pria Spanyol yang Diadopsi Serigala Buas 
Pantoja adalah salah satu manusia di dunia yang dibesarkan oleh hewan. Tidak tangung-tanggung, ia hidup bersama dengan seekor hewan yang sangat buas yaitu seekor serigala. Saat berusia tujuh tahun, Pantoja tinggal bersama dengan penggembala kambing. Setelah penggembala itu meninggal, dia kemudian hidup seorang diri dengan serigala di Sierra Morena selama 11 tahun.
Menurut pengakuan Pantoja, ia tumbuh setelah diadopsi dan diberi makan oleh para serigala. Pada usia 19 tahun, Pantoja akhirnya ditemukan oleh Otoritas Spanyol, Guardia Civil. Ia lalu dibawa paksa ke perkampungan kecil di Fuenaliente. Di sana, ia akhirnya hidup secara normal sebagaimana manusia pada umumnya.
Sejarah hidup Pantoja saat berjuang hidup dengan para serigala telah didokumentasikan dalam bentuk video. Saat ini, Pantoja berprofesi sebagai seorang guru di sejumlah sekolah untuk mengajarkan anak-anak tentang serigala.

2. Oxana Malaya, Hidup Bersama Anjing selama Enam Tahun &amp;nbsp;
Berbeda dengan Pantoja, perempuan bernama Oxana Malaya dari Ukraina  hidup dengan anjing-anjing saat ditemukan pada 1991. Saat itu, Oxana  masih berusia delapan tahun dan ia sudah tinggal bersama anjing selama  enam tahun.
Oxana hidup bersama anjing karena ayahnya pada saat itu merupakan  seorang pecandu alkohol. Sang ayah menelantarkan Oxana yang kala itu  masih balita, bahkan hingga meninggalkannya di luar rumah. Untuk  menghalau dingin, Oxana merangkak ke kandang peternakan dan mencari  kehangatan dari anjing-anjing di sana. Itulah awal kebersamaannya dengan  hewan.
Akibatnya, perilaku Oxana pun tak ubahnya seperti hewan. Ia berdiri  dengan kedua tangan dan kaki layaknya binatang berkaki empat,  mengeluarkan giginya dan menyalak meniru perilaku anjing. Karena tidak  dapat berinteraksi dengan manusia, Oxana hanya dapat mengatakan &amp;ldquo;ya&amp;rdquo; dan  &amp;ldquo;tidak&amp;rdquo;. &amp;nbsp;Saat ini, Oxana tinggal di sebuah klinik di Odesa, serta  bekerja dengan hewan ternak yang ada di rumah sakit. &amp;nbsp;

3. Traian Caldarar, Anak Kecil yang Hidup dengan Hewan Liar &amp;nbsp;
Pada 2002, Mowgli Boy dari Romania disatukan kembali dengan ibunya,   Lina Caldarar. Sebelumnya bertahun-tahun ia hidup dengan hewan liar di   hutan Transylvania.
Traian &amp;ndash; dengan nama pendek Mowgli yang diberikan oleh staf rumah   sakit &amp;ndash; ditemukan oleh seorang gembala. Saat itu, ia ditemukan dalam   kardus, tanpa busana, dan masih berusia tiga tahun. Saat ditemukan,   Traian tidak mengetahui cara berbicara.
Menurut keterangan para dokter, Traian hampir tidak mungkin hidup   seorang diri di hutan. Karena itu, para dokter percaya bahwa dia telah   dijaga oleh anjing-anjing liar di hutan Transylvania.
Setelah beberapa lama, Traian akhirnya ditemukan dengan ibunya.   Menurut penuturan sang ibu, beberapa tahun lalu, ia melarikan diri dari   rumah suaminya karena mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. &amp;nbsp;Dia   percaya Traian melarikan diri karena alasan yang sama.
4. Marina Champman, Perempuan yang Dibesarkan oleh Monyet 
Marina Champman yang dilahirkan sekira 1950 adalah warga Inggris    &amp;nbsp;kelahiran Colombia yang mengaku telah menghabiskan waktu kecilnya di    hutan. Menurut penuturan Chapman, saat itu ia masih berusia empat tahun.    Dia diambil dari desanya dan dilepaskan dengan alasan yang tidak ia    ketahui. Ini menyebabkan ia menghabiskan hidupnya bersama dengan para    monyet di hutan sampai beberapa pemburu mengambilnya.
Setelah sekian lama hidup di hutan, Champman akhirnya tidak dapat    berbicara bahasa manusia. Dia juga mengatakan bahwa ia telah dijual    kepada rumah bordir di Cucuta, hidup di jalanan, dan diperbudak oleh    sebuah keluarga mafia. Dia akhirnya pindah ke Inggris. Di sana, Champman    akhirnya menikah dan memiliki anak.
Setelah mendengar kisah sang ibu, anak Champman kemudian meyakinkan    ibunya agar menuliskan kisah hidupnya. Pada 2013, dia akhirnya    menerbitkan sebuah otobiografi dengan judul &amp;ldquo;The Girl With No Name&amp;rdquo;.
5. Rochom P&amp;rsquo;ngieng, Perempuan Rimba dari Kamboja 
Pada 2007, seorang perempuan Kamboja muncul dari dalam hutan lebat     dalam keadaan kotor, tak berbusana, dan tampak takut di Provinsi     Ratanakiri yaitu sebuah kota terpencil di Kamboja.
Menurut keterangan petugas kepolisian setempat, perempuan itu tampak     seperti &amp;ldquo;Setengah manusia dan setengah binatang&amp;rdquo;. Ia juga berbicara     dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti. Perempuan ini kemudian  dikenal    sebagai Perempuan Rimba dari Kamboja.
Perempuan itu diyakini sebagai Rochom P'ngieng, yang menghilang 19     tahun lalu. Pada 2016, seorang pria warga Vietnam mengklaim, perempuan     itu adalah putrinya yang menghilang pada 2006. Saat itu, ia berusia  23    tahun dan diduga mengidap penyakit mental.
Klaim pria tersebut dibuktikannya dengan memberikan bukti berupa     dokumentasi tentang Rochom P'ngieng. Setelah memaparkan bukti yang ada,     pria itu lalu membawa anaknya pulang ke kampungnya di Vietnam.</content:encoded></item></channel></rss>
