<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo 4 November Bukti Ketidakpercayaan Masyarakat terhadap Sistem Hukum</title><description>Demo 4 November dinilai sebagai cermin ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum"/><item><title>Demo 4 November Bukti Ketidakpercayaan Masyarakat terhadap Sistem Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum</guid><pubDate>Kamis 03 November 2016 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ferio Pristiawan Ekananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum-EXGAWPkDwz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi di Imparsial jelang demo 4 November. (Foto: Ferio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/03/337/1532022/demo-4-november-bukti-ketidakpercayaan-masyarakat-terhadap-sistem-hukum-EXGAWPkDwz.jpg</image><title>Diskusi di Imparsial jelang demo 4 November. (Foto: Ferio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Demo 4 November dinilai sebagai cermin ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia. Hukum dianggap tak lagi jadi panglima dalam menyikapi berbagai kasus yang terjadi.
&quot;Ya saya kira ini &amp;lrm;akibat pemerintah tidak meletakkan hukum sebagai panglima,&quot; ujar Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar di Kantor Imparsial, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).
Seharusnya, pemerintah bisa menjadikan demo besar-besaran 4 November sebagai sarana evaluasi terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Sistem hukum yang dibangun &amp;lrm;haruslah proporsional, berimbang, dan tidak memihak.
&quot;Lah ini Jaksa Agung, Menkumham, dan BIN orangnya enggak netral, mereka punya kepentingan semua, kalau ada warna-warna gini kan publik jadi enggak percaya,&quot; ungkapnya.
Dengan demikian, Jokowi diharapkan bisa memperbaiki para penegak hukumnya agar tak ada lagi protes masyarakat hingga harus turun berunjuk rasa.
&quot;Nalar publik kalau saya lihat tidak semata-mata politik sih, tapi ada ketidakpercayaan terhadap sistem hukum kita,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Demo 4 November dinilai sebagai cermin ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia. Hukum dianggap tak lagi jadi panglima dalam menyikapi berbagai kasus yang terjadi.
&quot;Ya saya kira ini &amp;lrm;akibat pemerintah tidak meletakkan hukum sebagai panglima,&quot; ujar Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar di Kantor Imparsial, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).
Seharusnya, pemerintah bisa menjadikan demo besar-besaran 4 November sebagai sarana evaluasi terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Sistem hukum yang dibangun &amp;lrm;haruslah proporsional, berimbang, dan tidak memihak.
&quot;Lah ini Jaksa Agung, Menkumham, dan BIN orangnya enggak netral, mereka punya kepentingan semua, kalau ada warna-warna gini kan publik jadi enggak percaya,&quot; ungkapnya.
Dengan demikian, Jokowi diharapkan bisa memperbaiki para penegak hukumnya agar tak ada lagi protes masyarakat hingga harus turun berunjuk rasa.
&quot;Nalar publik kalau saya lihat tidak semata-mata politik sih, tapi ada ketidakpercayaan terhadap sistem hukum kita,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
