<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Pesawat Penyelamat, India Kucurkan Rp21 Triliun</title><description>India akan kucurkan Rp21 triliun untuk membeli 12 pesawat penyelamat jenis amfibi dari Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun"/><item><title>Beli Pesawat Penyelamat, India Kucurkan Rp21 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun</guid><pubDate>Minggu 06 November 2016 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun-45ahiEbBrr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto pesawat penyelamat buatan ShinMaywa yang akan dibeli India (Foto: Defence.pk)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/06/18/1534323/beli-pesawat-penyelamat-india-kucurkan-rp21-triliun-45ahiEbBrr.jpg</image><title>Foto pesawat penyelamat buatan ShinMaywa yang akan dibeli India (Foto: Defence.pk)</title></images><description>NEW DELHI &amp;ndash; Kementerian Pertahanan India setuju untuk membeli 12 pesawat penyelamat jenis amfibi dari Jepang. Tidak kira-kira, pada pembelian itu India mengucurkan dana USD1,6 miliar atau sekira Rp21 triliun.
Dilaporkan, Jepang dan India sudah membicarakan pembelian pesawat itu selama lebih dari dua tahun. Bila pembelian itu sukses, maka ini merupakan pertama kalinya Jepang menjual peralatan perangnya semenjak Perdana Menteri Shinzo Abe menghilangkan pelarangan ekspor senjata dari Negeri Sakura.
Jepang sendiri dilarang mengekspor senjata semenjak 1967 namun pelarangan ini berhasil dihilangkan Abe pada April 2014. Nikkei mewartakan, kesepakatan itu dilakukan India-Jepang pada pertemuan Dewan Akusisi Pertahanan yang akan dilakukan pada Senin 7 November 2016.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (6/11/2016) kesepakatan itu juga akan disandingkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) yang bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi. Nikkei juga mewartakan, Modi akan berada di Jepang selama tiga hari.
Selain MOU dan pembelian kapal penyelamat, Abe dikabarkan juga akan mengajak Modi untuk menggunakan teknologi kereta cepat Jepang di India.</description><content:encoded>NEW DELHI &amp;ndash; Kementerian Pertahanan India setuju untuk membeli 12 pesawat penyelamat jenis amfibi dari Jepang. Tidak kira-kira, pada pembelian itu India mengucurkan dana USD1,6 miliar atau sekira Rp21 triliun.
Dilaporkan, Jepang dan India sudah membicarakan pembelian pesawat itu selama lebih dari dua tahun. Bila pembelian itu sukses, maka ini merupakan pertama kalinya Jepang menjual peralatan perangnya semenjak Perdana Menteri Shinzo Abe menghilangkan pelarangan ekspor senjata dari Negeri Sakura.
Jepang sendiri dilarang mengekspor senjata semenjak 1967 namun pelarangan ini berhasil dihilangkan Abe pada April 2014. Nikkei mewartakan, kesepakatan itu dilakukan India-Jepang pada pertemuan Dewan Akusisi Pertahanan yang akan dilakukan pada Senin 7 November 2016.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (6/11/2016) kesepakatan itu juga akan disandingkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) yang bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi. Nikkei juga mewartakan, Modi akan berada di Jepang selama tiga hari.
Selain MOU dan pembelian kapal penyelamat, Abe dikabarkan juga akan mengajak Modi untuk menggunakan teknologi kereta cepat Jepang di India.</content:encoded></item></channel></rss>
