<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Gedung Berhantu, Belasan Karyawan Wanita Sarang Burung Walet Kesurupan</title><description>Keseluruhan karyawan wanita yang mengalami kesurupan, dengan sendirinya teriak-teriak dengan mata yang melotot.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/09/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/09/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan"/><item><title>Diduga Gedung Berhantu, Belasan Karyawan Wanita Sarang Burung Walet Kesurupan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/09/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/09/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan</guid><pubDate>Rabu 09 November 2016 00:17 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/08/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan-D5tgDACIg8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/08/340/1536429/diduga-gedung-berhantu-belasan-karyawan-wanita-sarang-burung-walet-kesurupan-D5tgDACIg8.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Diduga gedung yang digunakan angker serta berhantu, 15 karyawan wanita sarang burung walet di Lantai 2 Kompleks Pertokoan Asia Mega Mas Blok MM 1, tepatnya di belakang Gedung Bank BCA, Kelurahan Sukaramai 2, Kota Medan, mengalami kesurupan massal pada Selasa 8 November 2016.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya seluruh karyawan bekerja seperti biasa sejak pagi hingga menjelang sore. Namun, suasana ketenangan itu berubah menjadi ricuh dan menyeramkan setelah salah seorang pekerja tiba-tiba kejang dan langsung kesurupan.
Dalam hitungan detik, para pekarja yang awalnya kesurupan hanya berjumlah satu orang, tiba-tiba bertambah banyak. Keseluruhan karyawan wanita yang mengalami kesurupan, dengan sendirinya teriak-teriak dengan mata yang melotot.
&quot;Tadi tiba-tiba banyak yang kesurupan. Ada sekira 10 orang. Semua yang kesurupan matanya melotot dan teriak-teriak sendiri. Enggak tahu penyebabnya. Kurasa karena lokasi gedung ini angker atau berhantu kita enggak tahulah. Tapi, baru kali ini terjadi,&quot; papar salah seorang pekerja yang terlihat baru keluar dari gedung tempatnya bekerja.
Banyaknya pekerja lainnya yang ikut kesurupan diketahui setelah berusaha menenangkan temannya. Namun saat itu kesurupan menular kepadanya dan teman lainnya yang mencoba membantu.
&quot;Yang lain kesurupan karena ketularan. Saat mencoba membantu menenangkan yang kesurupan, eh malah yang membantu itu ikut juga. Makanya, jadi banyak,&quot; ujar karyawan lainnya bernama Saipeh.
Para pekerja yang saat itu sibuk membersihkan bulu burung walet, seketika pecah dan ribut. Pihak pengelola sekaligus pemilik usaha sarang burung walet yang disebut-sebut bernama Awi langsung panik. Tak lama, pihak pengelola langsung memanggil ustadz dan biksu.
Kesurupan massal itu sempat membuat kehebohan. Petugas Polsek Medan Area yang langsung dipimpin Kapolsek Kompol Arifin beserta Kanit Reskrim AKP Cahyadi mendatangi lokasi gedung yang dijadikan home industry, turut membantu menenangkan para pekerja yang kesurupan.
&quot;Sadarnya karena diobati sama ustadz dan juga didatangi biksu ke situ. Enggak lama kami bisa sadar semua,&quot; ucap Tika, salah seorang pekerja yang kesurupan.
Setelah sadar, Awi pun memulangkan sekira 200 karyawannya itu. &quot;Kami semua langsung dipulangkan. Kalau sudah baikan, mungkin besok disuruh masuk kerja lagi,&quot; tutur Tika saat ditemui di rumah kosnya bersama teman-temannya.
Kapolsek Medan Area Kompol Arifin didampingi Kanit Reskrim AKP Cahyadi membenarkan prihal kesurupan massal terhadap belasan pekerja burung sarang walet di Kompleks Asia Mega Mas.
&quot;Ya, kita langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari Aiptu Fadli, anggota Babinkamtibmas di sana. Ada sekira 15 wanita yang merupakan karyawan pengelola sarang walet terlihat kejang-kejang dan mengerang serta mata melotot seperti kerasukan makhluk gaib,&quot; aku Kompol Arifin.
Ia juga menyebut langsung membantu menyadarkan para pekerja yang tengah kerasukan hingga sadarkan diri dengan membasuh muka yang kerasukan dengan air dan membacakan doa.
&quot;Alhamdulillah sesaat kemudian, seluruh korban mulai sadarkan diri. Selanjutnya, kita memberikan pencerahan kepada para korban dan menyarankan kepada para korban untuk kembali ke rumahnya masing-masing untuk istirahat,&quot; pungkas Kompol Arifin.
</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Diduga gedung yang digunakan angker serta berhantu, 15 karyawan wanita sarang burung walet di Lantai 2 Kompleks Pertokoan Asia Mega Mas Blok MM 1, tepatnya di belakang Gedung Bank BCA, Kelurahan Sukaramai 2, Kota Medan, mengalami kesurupan massal pada Selasa 8 November 2016.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya seluruh karyawan bekerja seperti biasa sejak pagi hingga menjelang sore. Namun, suasana ketenangan itu berubah menjadi ricuh dan menyeramkan setelah salah seorang pekerja tiba-tiba kejang dan langsung kesurupan.
Dalam hitungan detik, para pekarja yang awalnya kesurupan hanya berjumlah satu orang, tiba-tiba bertambah banyak. Keseluruhan karyawan wanita yang mengalami kesurupan, dengan sendirinya teriak-teriak dengan mata yang melotot.
&quot;Tadi tiba-tiba banyak yang kesurupan. Ada sekira 10 orang. Semua yang kesurupan matanya melotot dan teriak-teriak sendiri. Enggak tahu penyebabnya. Kurasa karena lokasi gedung ini angker atau berhantu kita enggak tahulah. Tapi, baru kali ini terjadi,&quot; papar salah seorang pekerja yang terlihat baru keluar dari gedung tempatnya bekerja.
Banyaknya pekerja lainnya yang ikut kesurupan diketahui setelah berusaha menenangkan temannya. Namun saat itu kesurupan menular kepadanya dan teman lainnya yang mencoba membantu.
&quot;Yang lain kesurupan karena ketularan. Saat mencoba membantu menenangkan yang kesurupan, eh malah yang membantu itu ikut juga. Makanya, jadi banyak,&quot; ujar karyawan lainnya bernama Saipeh.
Para pekerja yang saat itu sibuk membersihkan bulu burung walet, seketika pecah dan ribut. Pihak pengelola sekaligus pemilik usaha sarang burung walet yang disebut-sebut bernama Awi langsung panik. Tak lama, pihak pengelola langsung memanggil ustadz dan biksu.
Kesurupan massal itu sempat membuat kehebohan. Petugas Polsek Medan Area yang langsung dipimpin Kapolsek Kompol Arifin beserta Kanit Reskrim AKP Cahyadi mendatangi lokasi gedung yang dijadikan home industry, turut membantu menenangkan para pekerja yang kesurupan.
&quot;Sadarnya karena diobati sama ustadz dan juga didatangi biksu ke situ. Enggak lama kami bisa sadar semua,&quot; ucap Tika, salah seorang pekerja yang kesurupan.
Setelah sadar, Awi pun memulangkan sekira 200 karyawannya itu. &quot;Kami semua langsung dipulangkan. Kalau sudah baikan, mungkin besok disuruh masuk kerja lagi,&quot; tutur Tika saat ditemui di rumah kosnya bersama teman-temannya.
Kapolsek Medan Area Kompol Arifin didampingi Kanit Reskrim AKP Cahyadi membenarkan prihal kesurupan massal terhadap belasan pekerja burung sarang walet di Kompleks Asia Mega Mas.
&quot;Ya, kita langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari Aiptu Fadli, anggota Babinkamtibmas di sana. Ada sekira 15 wanita yang merupakan karyawan pengelola sarang walet terlihat kejang-kejang dan mengerang serta mata melotot seperti kerasukan makhluk gaib,&quot; aku Kompol Arifin.
Ia juga menyebut langsung membantu menyadarkan para pekerja yang tengah kerasukan hingga sadarkan diri dengan membasuh muka yang kerasukan dengan air dan membacakan doa.
&quot;Alhamdulillah sesaat kemudian, seluruh korban mulai sadarkan diri. Selanjutnya, kita memberikan pencerahan kepada para korban dan menyarankan kepada para korban untuk kembali ke rumahnya masing-masing untuk istirahat,&quot; pungkas Kompol Arifin.
</content:encoded></item></channel></rss>
