<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sidang Umum Interpol Hasilkan 10 Revolusi</title><description>Sidang Umum Interpol ke 85 di Nusa Dua Bali mengahasilkan 10 revolusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi"/><item><title>Sidang Umum Interpol Hasilkan 10 Revolusi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2016 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi-3f2NcV8eCl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/11/337/1539199/sidang-umum-interpol-hasilkan-10-revolusi-3f2NcV8eCl.jpg</image><title>(Foto: Antara)</title></images><description>KUTA - Sidang Umum Interpol ke 85 di Nusa Dua Bali mengahasilkan 10 revolusi.
Sekretaris National Central Bureaus (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Naufal M Yahya, menyatakan revolusi pertama yakni pelaksanaan studi untuk persyaratan menjadi member country.

&quot;Jadi ada tiga negara observer dari Palestina, Kosovo, dan Salomon Island ingin menjadi anggota Interpol. Namun, pada saat pemungutan suara ternyata belum bisa disahkan karena tidak memenuhi kuorum 2/3 suara,&quot; kata Naufal saat jumpa pers di Kuta, Bali, Jumat (11/11/2016).

Yang kedua, terang Naufal, pembahasan peta kerja Interpol hingga 2020. Formatnya pembahasan dilakukan oleh negara di kawasan dan diserahkan kepada Sekjen Interpol. &quot;Itu akan dibahas pada setiap region, ada Asia Pasific, Amerika Lati, Eropa dan lain-lain. Nanti setiap region akan bahas itu sudah disetujui lalu diserahkan kepada Sekjen,&quot; jelasnya.

Revolusi yang ketiga mengesahkan strategi Interpol 2017 hingga 2020. Hal ini, terang Naufal berkaitan dengan berkembangnya kejahatan dan membangun arsitektur strategi Interpol dalam menghadapi organized crime.

Keempat, meningkatkan berbagi informasi biometrik untuk meningkatkan penanggulangan terorisme. &quot;Jadi kita ketahui, sekarang kita mengembangkan data biometrik untuk memerangi 'foreign terorism fighter (FTF)' jadi mereka akan bisa terdeteksi karena data FTF itu juga dimiliki sehingga kalau mereka berpindah bisa terdeteksi,&quot; katanya.

Kelima sistem I-Check untuk mendeteksi penggunaan paspor palsu. Naufal menjelaskan I-Check tidak hanya digunakan di imigrasi namun juga di penerbangan.
&quot;Jadi ada kewajiban bagi seluruh airlines untuk memiliki data I-Check. Tahun depan semua airlines wajib. Tahun kemaren hanya bersifat advisory sekarang mandatory bahwa seluruh airlines wajib menyiapkan I-Check demikian juga seluruh anggota Interpol,&quot; terangnya.

Keenam, kata Naufal, Interpol juga akan melakukan supervisi data di Interpol System secara reguler. Baik data kejahatan hingga notice seperti red notice untuk buronan internasional. &quot;Kalau data itu sudah tidak diperlukan lagi harus dihapuskan. Jadi ada sistem yang mensupervisi. Reviewnya dilakukan secara reguler dilaporkan Sekjen Interpol di setiap sidang umum,&quot; katanya.

Ketujuh keputusan dibuatnya komite eksekutif di luar sidang umum Interpol. Delapan, disetujuinya laporan keungan Interpol 2015. Sembilan, anggaran 2017 berasal dari iuran anggota Interpol, sumbangan pihak luar dan donasi. Yang kesepuluh, kata Naufal draf anggaran 2017 hingga 2019 telah dipaparkan pada sidang umum ke 85. &quot;Nah untuk 2017 ada 63,679 EURO dan sudah disetujui,&quot; katanya.

Pada sidang Interpol ke 85 ini telah terpilih Presiden Interpol yang baru yakni Wakil Menteri Keamanan China Meng Hong Wei menggantikan Madam Mireille Balestrazzi asal Prancis. Selanjutnya Wakil Presiden Interpol Alexander Prokopchuk asal Rusia.

Tidak hanya dua jabatan tersebut, ternyata juga ada pemilihan dua anggota Komite Eksekutif yang memasuki masa pensiun. &quot;Perlu juga kami sampaikan ada pemilihan dua anggota komite eksekutif daru Eropa dan Amerika Latin. Kan harusnya ada 11 jadi yang pensiun perlu diganti,&quot; katanya.</description><content:encoded>KUTA - Sidang Umum Interpol ke 85 di Nusa Dua Bali mengahasilkan 10 revolusi.
Sekretaris National Central Bureaus (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Naufal M Yahya, menyatakan revolusi pertama yakni pelaksanaan studi untuk persyaratan menjadi member country.

&quot;Jadi ada tiga negara observer dari Palestina, Kosovo, dan Salomon Island ingin menjadi anggota Interpol. Namun, pada saat pemungutan suara ternyata belum bisa disahkan karena tidak memenuhi kuorum 2/3 suara,&quot; kata Naufal saat jumpa pers di Kuta, Bali, Jumat (11/11/2016).

Yang kedua, terang Naufal, pembahasan peta kerja Interpol hingga 2020. Formatnya pembahasan dilakukan oleh negara di kawasan dan diserahkan kepada Sekjen Interpol. &quot;Itu akan dibahas pada setiap region, ada Asia Pasific, Amerika Lati, Eropa dan lain-lain. Nanti setiap region akan bahas itu sudah disetujui lalu diserahkan kepada Sekjen,&quot; jelasnya.

Revolusi yang ketiga mengesahkan strategi Interpol 2017 hingga 2020. Hal ini, terang Naufal berkaitan dengan berkembangnya kejahatan dan membangun arsitektur strategi Interpol dalam menghadapi organized crime.

Keempat, meningkatkan berbagi informasi biometrik untuk meningkatkan penanggulangan terorisme. &quot;Jadi kita ketahui, sekarang kita mengembangkan data biometrik untuk memerangi 'foreign terorism fighter (FTF)' jadi mereka akan bisa terdeteksi karena data FTF itu juga dimiliki sehingga kalau mereka berpindah bisa terdeteksi,&quot; katanya.

Kelima sistem I-Check untuk mendeteksi penggunaan paspor palsu. Naufal menjelaskan I-Check tidak hanya digunakan di imigrasi namun juga di penerbangan.
&quot;Jadi ada kewajiban bagi seluruh airlines untuk memiliki data I-Check. Tahun depan semua airlines wajib. Tahun kemaren hanya bersifat advisory sekarang mandatory bahwa seluruh airlines wajib menyiapkan I-Check demikian juga seluruh anggota Interpol,&quot; terangnya.

Keenam, kata Naufal, Interpol juga akan melakukan supervisi data di Interpol System secara reguler. Baik data kejahatan hingga notice seperti red notice untuk buronan internasional. &quot;Kalau data itu sudah tidak diperlukan lagi harus dihapuskan. Jadi ada sistem yang mensupervisi. Reviewnya dilakukan secara reguler dilaporkan Sekjen Interpol di setiap sidang umum,&quot; katanya.

Ketujuh keputusan dibuatnya komite eksekutif di luar sidang umum Interpol. Delapan, disetujuinya laporan keungan Interpol 2015. Sembilan, anggaran 2017 berasal dari iuran anggota Interpol, sumbangan pihak luar dan donasi. Yang kesepuluh, kata Naufal draf anggaran 2017 hingga 2019 telah dipaparkan pada sidang umum ke 85. &quot;Nah untuk 2017 ada 63,679 EURO dan sudah disetujui,&quot; katanya.

Pada sidang Interpol ke 85 ini telah terpilih Presiden Interpol yang baru yakni Wakil Menteri Keamanan China Meng Hong Wei menggantikan Madam Mireille Balestrazzi asal Prancis. Selanjutnya Wakil Presiden Interpol Alexander Prokopchuk asal Rusia.

Tidak hanya dua jabatan tersebut, ternyata juga ada pemilihan dua anggota Komite Eksekutif yang memasuki masa pensiun. &quot;Perlu juga kami sampaikan ada pemilihan dua anggota komite eksekutif daru Eropa dan Amerika Latin. Kan harusnya ada 11 jadi yang pensiun perlu diganti,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
