<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Terjunnya Kesultanan Ottoman dalam Perang Dunia I</title><description>Deklarasi Perang Suci menandai keterlibatan Kesultanan Ottoman dalam Perang Dunia I pada 14 November 1914.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i"/><item><title>HISTORIPEDIA: Terjunnya Kesultanan Ottoman dalam Perang Dunia I</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i</guid><pubDate>Senin 14 November 2016 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i-5kAR78nwBt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Kesultanan Ottoman di Perang Dunia I (Foto: Pinterest)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/14/18/1540552/historipedia-terjunnya-kesultanan-ottoman-dalam-perang-dunia-i-5kAR78nwBt.jpg</image><title>Tentara Kesultanan Ottoman di Perang Dunia I (Foto: Pinterest)</title></images><description>DUA pekan pertama November, dunia masih memperingati dahsyatnya Perang Dunia I atau yang sering disebut sebagai &amp;lsquo;The Great War&amp;rsquo;. Sejumlah negara seperti Jerman, Prancis, Inggris Raya, Uni Soviet, Belgia, dan Austria-Hungaria. Masing-masing negara kehilangan hampir 1 juta penduduknya selama Perang Dunia I.
Satu negara lagi ikut terjun dalam Perang Dunia I tepat pada 14 November 1914. Kesultanan Ottoman (pendahulu Turki) mendeklarasikan perang di Ibu Kota Konstantinopel. Pemuka agama bergelar Syeikh-ul-Islam meminta para pengikutnya untuk angkat senjata melawan Inggris Raya, Prancis, Rusia, dan Yugoslavia.
Ketika Perang Dunia I pecah pada musim panas 1914, Kesultanan Ottoman mulai runtuh. Mereka mulai kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaan di Benua Eropa setelah mengalami kekalahan dalam Perang Balkan melawan Uni Soviet pada 1912. Demi mengurangi jumlah wilayah yang hilang, Kesultanan Ottoman membentuk aliansi dengan salah satu kekuatan Eropa, Jerman, pada 2 Agustus 1914.
Aliansi sudah terbentuk antara Jerman dengan Ottoman. Tetapi, Ottoman masih belum secara resmi terjun dalam medan perang. Dua kapal perang Jerman, Goeben dan Breslau, dibantu oleh Angkatan Laut Ottoman berhasil menghalau Angkatan Laut Inggris Raya dan Rusia di Laut Hitam pada 29 Oktober 1914, pekan-pekan awal Perang Dunia I. Keberhasilan tersebut menandai awal bergabungnya Ottoman atau Turki ke dalam Perang Dunia I.
Syeikh-ul-Islam kemudian mendeklarasikan perang suci di seluruh dunia, termasuk di negara-negara sekutu, untuk bangkit dan berperang atas nama Kesultanan Ottoman sebagai pembela Islam melawan musuh-musuhnya.
&amp;ldquo;Mereka yang pergi jihad demi kebahagiaan dan keselamatan umat berada dalam kemenangan Allah. Semua yang masih hidup pasti bahagia, sementara mereka yang pergi ke alam lain adalah mati syahid. Sesuai janji suci Allah, mereka yang mengorbankan nyawa untuk kebenaran akan memiliki kehormatan di dunia dan berakhir di Surga,&amp;rdquo; bunyi deklarasi tersebut.
Sayangnya, perang suci Kesultanan Ottoman melawan Inggris Raya harus ditebus dengan harga yang mahal. Serangan balik pasukan Inggris di Palestina pada musim semi 1917 menandai kekalahan Ottoman, ditambah dengan kejatuhan Yerusalem beberapa bulan kemudian. Inggris lalu menerbitkan Deklarasi Balfour pada 2 November 1917 untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina. Konflik tersebut memiliki dampak hingga hari ini antara Palestina dengan Israel.
</description><content:encoded>DUA pekan pertama November, dunia masih memperingati dahsyatnya Perang Dunia I atau yang sering disebut sebagai &amp;lsquo;The Great War&amp;rsquo;. Sejumlah negara seperti Jerman, Prancis, Inggris Raya, Uni Soviet, Belgia, dan Austria-Hungaria. Masing-masing negara kehilangan hampir 1 juta penduduknya selama Perang Dunia I.
Satu negara lagi ikut terjun dalam Perang Dunia I tepat pada 14 November 1914. Kesultanan Ottoman (pendahulu Turki) mendeklarasikan perang di Ibu Kota Konstantinopel. Pemuka agama bergelar Syeikh-ul-Islam meminta para pengikutnya untuk angkat senjata melawan Inggris Raya, Prancis, Rusia, dan Yugoslavia.
Ketika Perang Dunia I pecah pada musim panas 1914, Kesultanan Ottoman mulai runtuh. Mereka mulai kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaan di Benua Eropa setelah mengalami kekalahan dalam Perang Balkan melawan Uni Soviet pada 1912. Demi mengurangi jumlah wilayah yang hilang, Kesultanan Ottoman membentuk aliansi dengan salah satu kekuatan Eropa, Jerman, pada 2 Agustus 1914.
Aliansi sudah terbentuk antara Jerman dengan Ottoman. Tetapi, Ottoman masih belum secara resmi terjun dalam medan perang. Dua kapal perang Jerman, Goeben dan Breslau, dibantu oleh Angkatan Laut Ottoman berhasil menghalau Angkatan Laut Inggris Raya dan Rusia di Laut Hitam pada 29 Oktober 1914, pekan-pekan awal Perang Dunia I. Keberhasilan tersebut menandai awal bergabungnya Ottoman atau Turki ke dalam Perang Dunia I.
Syeikh-ul-Islam kemudian mendeklarasikan perang suci di seluruh dunia, termasuk di negara-negara sekutu, untuk bangkit dan berperang atas nama Kesultanan Ottoman sebagai pembela Islam melawan musuh-musuhnya.
&amp;ldquo;Mereka yang pergi jihad demi kebahagiaan dan keselamatan umat berada dalam kemenangan Allah. Semua yang masih hidup pasti bahagia, sementara mereka yang pergi ke alam lain adalah mati syahid. Sesuai janji suci Allah, mereka yang mengorbankan nyawa untuk kebenaran akan memiliki kehormatan di dunia dan berakhir di Surga,&amp;rdquo; bunyi deklarasi tersebut.
Sayangnya, perang suci Kesultanan Ottoman melawan Inggris Raya harus ditebus dengan harga yang mahal. Serangan balik pasukan Inggris di Palestina pada musim semi 1917 menandai kekalahan Ottoman, ditambah dengan kejatuhan Yerusalem beberapa bulan kemudian. Inggris lalu menerbitkan Deklarasi Balfour pada 2 November 1917 untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina. Konflik tersebut memiliki dampak hingga hari ini antara Palestina dengan Israel.
</content:encoded></item></channel></rss>
