<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Bregada Keraton Yogya</title><description>Keraton Yogya sebagai kerajaan yang masih bertahan di tanah air hingga  saat ini juga memiliki kekuatan militer yang cukup disegani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya"/><item><title>Mengenal Bregada Keraton Yogya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya</guid><pubDate>Senin 14 November 2016 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Kedaulatan Rakyat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya-2JVYs7XlHR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/14/510/1540735/mengenal-bregada-keraton-yogya-2JVYs7XlHR.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Layaknya sebuah negara, suatu kerajaan tentunya juga memiliki armada kekuatan tempur yang bertujuan untuk mempertahankan kerajaan dari serangan lawan maupun untuk memperluas kekuasaan dengan melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah sekitar.
Keraton Yogya sebagai kerajaan yang masih bertahan di tanah air hingga saat ini juga memiliki kekuatan militer yang cukup disegani. Ketika Keraton Yogya menguasai tanah Mataram, pasukan atau bregada tempur memang digunakan untuk berperang mengangkat senjata. Namun, kini prajurit ini berubah fungsi dan dijadikan sebagai simbol budaya.
Prajurit-prajurit tersebut masih ada hingga saat ini. Bahkan beberapa wilayah di Yogya diberi nama sesuai kesatuan prajurit tersebut dan dahulu dipergunakan sebagai basis atau asrama militer pasukan Keraton. Berikut nama-nama kesatuan prajurit Keraton Yogya yang tetap bertahan hingga saat ini.
Prajurit Wirabraja
Nama Wirabraja berasal dari Bahasa Sansekerta, Wira berarti 'berani' dan Braja berarti 'tajam'. Wirabraja bermakna suatu prajurit yang sangat berani dalam melawan musuh dan tajam serta peka panca inderanya.
Panji Prajurit Wirabraja adalah Gula Kelapa, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih, pada setiap sudut dihias dengan centhung berwarna merah seperti ujung cabai merah (kuku Bima). Di tengahnya adalah segi empat berwarna merah dengan pada bagian tengahnya adalah segi delapan berwarna putih.
Prajurit Dhaeng
Nama Dhaeng berasal dari bahasa Makasar sebagai sebutan gelar bangsawan di daerah itu. Secara filosofis Dhaeng bermakna prajurit elit yang gagah berani seperti prajurit Makasar pada waktu dahulu dalam melawan Belanda.
Menurut sejarah, prajurit Dhaeng adalah prajurit yang didatangkan dari Makassar. Mereka kemudian mengabdi dengan setia kepada Hamengku Buwono I dan Laskar Dhaeng kemudian oleh Sultan yang bertahta saat itu diganti menjadi Bregada Dhaeng.
Bendera Prajurit Dhaeng adalah Bahningsari, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih dan di tengahnya adalah bintang segi delapan berwarna merah. Bahningsari berasal dari kata bahasa Sansekerta bahning berarti 'api' dan sari berarti &amp;lsquo;inti'.Prajurit Patangpuluh
Nama Patangpuluh diberikan atas penghormatan kepada 40 prajurit yang  sangat berani saat perang. Patangpuluh atau yang dalam bahasa Jawa  merupakan bilangan empat puluh (40) tidak ada hubungannya dengan jumlah  anggota bregada.
Panji Prajurit Patangpuluh adalah Cakragora, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam di tengahnya adalah bintang segi enam berwarna merah. Cakragora berasal dari kata bahasa Sansekerta &amp;lsquo;Cakra' senjata berbentuk roda  bergerigi dan &amp;lsquo;Gora&amp;rsquo;, juga dari bahasa Sansekerta berarti dahsyat.
Prajurit Jagakarya
Prajurit Jagakarya berasal kata jaga dan karya. Kata 'jaga' berasal  bahasa Sansekerta berarti 'menjaga', sedangkan 'karya' dari bahasa Kawi  berarti 'tugas&amp;rsquo;. Secara filosofis Jagakarya bermakna pasukan yang  mengemban tugas selalu menjaga dan mengamankan jalannya pelaksanaan  pemerintahan dalam kerajaan'.
Klebet atau bendera Prajurit Jagakarya adalah Papasan, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar merah dan di tengahnya memiliki lngkaran dengan warna hijau. Papasan berasal dari kata nama tumbuhan atau burung papasan.
Prajurit Prawiratama
Prawiratama berasal kata prawira dan tama. Kata 'prawira' berasal  dari bahasa Kawi berarti 'berani, perwira', 'prajurit', sedangkan &amp;lsquo;tama&amp;rsquo;  atau &amp;lsquo;utama&amp;rsquo; bahasa Sansekerta yang berarti 'utama, lebih' dalam bahasa  Kawi berarti 'ahli, pandai'.
Secara filosofis Prawiratama bermakna pasukan yang pemberani dan  pandai dalam setiap tindakan, selalu bijak walau dalam suasana perang.
Panji Prajurit Prawiratama adalah Geniroga, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna merah. Geniroga berasal dari kata 'gent berarti 'api' dan kata Sansekerta 'roga' berarti 'sakit'.
Prajurit Nyutra
Nama Nyutra berasal kata dasar sutra. Kata sutra dalam bahasa Kawi  berarti 'unggul' sedang dalam bahasa Jawa berarti 'bahan kain yang  halus'. Secara filosofis Nyutra bermakna pasukan yang halus seperti  halusnya sutera yang menjaga mendampingi keamanan raja.
Jika dalam kemiliteran saat ini, prajurit Nyutra setara dengan  Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Prajurit Nyutra merupakan  prajurit pengawal pribadi Sultan, tak heran jika keterampilan individu  serta persenjataan kesatuan ini paling lengkap diantara bregada lainnya.
Dwaja atau panji Prajurit Nyutra adalah Podhang Ngingsep Sari dan Padma Sri Kresna. Podhang Ngingsep Sari untuk Prajurit Nyutra Merah, berbentuk empat persegi panjang  dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna  merah. Padma Sri Kresna untuk Prajurit Nyutra Hitam berbentuk empat  persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran  dengan warna hitam.Prajurit Ketanggung
Nama Ketanggung berasal kata dasar &amp;lsquo;tanggung&amp;rsquo; berarti 'beban berat&amp;rsquo;.   Secara filosofis Ketanggung bermakna pasukan dengan tanggung jawab yang   sangat berat.
Bendera Prajurit Ketanggung adalah Cakra Swandana, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah gambar bintang bersegi enam dengan warna putih. Cakra Swandana berasal dari bahasa Sansekerta &amp;lsquo;Cakra&amp;rsquo;, senjata berbentuk roda bergerigi dan kata Kawi &amp;lsquo;Swandana&amp;rsquo; berarti kereta.
Prajurit Mantrijero
Nama Mantrijero berasal dari Bahasa Sansekerta, &amp;lsquo;Mantri&amp;rsquo; berarti juru   bicara dan &amp;lsquo;Jero&amp;rsquo; berarti dalam. Secara harfiah kata Mantrijero  berarti  pasukan yang mempunyai wewenang ikut ambil bagian dalam  memutuskan  segala sesuatu hal dalam lingkungan Keraton.
Klebet Prajurit Mantrijero adalah Purnamasidhi, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna putih. Purnamasidhi berasal dari kata Sansekerta, yaitu &amp;lsquo;Purnama&amp;rsquo; berarti bulan penuh dan kata &amp;lsquo;Siddhi&amp;rsquo; berarti 'sempurna'. Secara filosofis Purnamasidhi bermakna pasukan yang diharapkan selalu memberikan cahaya dalam kegelapan.
Prajurit Bugis
Nama Bugis berasal kata bahasa Bugis. Secara filosofis Prajurit Bugis   bermakna pasukan yang kuat, seperti sejarah awal mula yang berasal  dari  Bugis, Sulawesi.
Dwaja Prajurit Bugis adalah Wulan Dadari, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna kuning emas. Wulan Dadari berasal dari kata &amp;lsquo;Wulan&amp;rsquo; berarti bulan dan &amp;lsquo;Dadari&amp;rsquo; berarti mekar.   Secara filosofis bermakna pasukan yang diharapkan selalu memberikan   penerangan dalam kegelapan, ibarat berfungsi seperti munculnya bulan   dalam malam yang gelap yang menggantikan fungsi matahari.
Prajurit Surakarsa
Nama Surakarsa berasal dari kata &amp;lsquo;Sura&amp;rsquo; berarti berani dan &amp;lsquo;Karsa&amp;rsquo;   berarti kehendak. Jika diartikan dalam Bahasa Sansekerta, Surakarsa   berarti bermakna pasukan yang pemberani dengan tujuan selalu menjaga   keselamatan putra mahkota.
Klebet Prajurit Surakarsa adalah Pareanom, berbentuk empat   persegi panjang dengan warna dasar hijau, di tengahnya adalah lingkaran   dengan warna kuning. Pareanom berasal dari kata &amp;lsquo;Pare&amp;rsquo; yakni   tanaman merambat berwarna hijau yang buahnya jika masih muda berwarna   hijau kekuning-kuningan dan &amp;lsquo;Anom&amp;rsquo; berarti muda. Secara filosofis Pareanom bermakna pasukan yang selalu bersemangat dengan jiwa muda.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Layaknya sebuah negara, suatu kerajaan tentunya juga memiliki armada kekuatan tempur yang bertujuan untuk mempertahankan kerajaan dari serangan lawan maupun untuk memperluas kekuasaan dengan melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah sekitar.
Keraton Yogya sebagai kerajaan yang masih bertahan di tanah air hingga saat ini juga memiliki kekuatan militer yang cukup disegani. Ketika Keraton Yogya menguasai tanah Mataram, pasukan atau bregada tempur memang digunakan untuk berperang mengangkat senjata. Namun, kini prajurit ini berubah fungsi dan dijadikan sebagai simbol budaya.
Prajurit-prajurit tersebut masih ada hingga saat ini. Bahkan beberapa wilayah di Yogya diberi nama sesuai kesatuan prajurit tersebut dan dahulu dipergunakan sebagai basis atau asrama militer pasukan Keraton. Berikut nama-nama kesatuan prajurit Keraton Yogya yang tetap bertahan hingga saat ini.
Prajurit Wirabraja
Nama Wirabraja berasal dari Bahasa Sansekerta, Wira berarti 'berani' dan Braja berarti 'tajam'. Wirabraja bermakna suatu prajurit yang sangat berani dalam melawan musuh dan tajam serta peka panca inderanya.
Panji Prajurit Wirabraja adalah Gula Kelapa, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih, pada setiap sudut dihias dengan centhung berwarna merah seperti ujung cabai merah (kuku Bima). Di tengahnya adalah segi empat berwarna merah dengan pada bagian tengahnya adalah segi delapan berwarna putih.
Prajurit Dhaeng
Nama Dhaeng berasal dari bahasa Makasar sebagai sebutan gelar bangsawan di daerah itu. Secara filosofis Dhaeng bermakna prajurit elit yang gagah berani seperti prajurit Makasar pada waktu dahulu dalam melawan Belanda.
Menurut sejarah, prajurit Dhaeng adalah prajurit yang didatangkan dari Makassar. Mereka kemudian mengabdi dengan setia kepada Hamengku Buwono I dan Laskar Dhaeng kemudian oleh Sultan yang bertahta saat itu diganti menjadi Bregada Dhaeng.
Bendera Prajurit Dhaeng adalah Bahningsari, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar putih dan di tengahnya adalah bintang segi delapan berwarna merah. Bahningsari berasal dari kata bahasa Sansekerta bahning berarti 'api' dan sari berarti &amp;lsquo;inti'.Prajurit Patangpuluh
Nama Patangpuluh diberikan atas penghormatan kepada 40 prajurit yang  sangat berani saat perang. Patangpuluh atau yang dalam bahasa Jawa  merupakan bilangan empat puluh (40) tidak ada hubungannya dengan jumlah  anggota bregada.
Panji Prajurit Patangpuluh adalah Cakragora, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam di tengahnya adalah bintang segi enam berwarna merah. Cakragora berasal dari kata bahasa Sansekerta &amp;lsquo;Cakra' senjata berbentuk roda  bergerigi dan &amp;lsquo;Gora&amp;rsquo;, juga dari bahasa Sansekerta berarti dahsyat.
Prajurit Jagakarya
Prajurit Jagakarya berasal kata jaga dan karya. Kata 'jaga' berasal  bahasa Sansekerta berarti 'menjaga', sedangkan 'karya' dari bahasa Kawi  berarti 'tugas&amp;rsquo;. Secara filosofis Jagakarya bermakna pasukan yang  mengemban tugas selalu menjaga dan mengamankan jalannya pelaksanaan  pemerintahan dalam kerajaan'.
Klebet atau bendera Prajurit Jagakarya adalah Papasan, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar merah dan di tengahnya memiliki lngkaran dengan warna hijau. Papasan berasal dari kata nama tumbuhan atau burung papasan.
Prajurit Prawiratama
Prawiratama berasal kata prawira dan tama. Kata 'prawira' berasal  dari bahasa Kawi berarti 'berani, perwira', 'prajurit', sedangkan &amp;lsquo;tama&amp;rsquo;  atau &amp;lsquo;utama&amp;rsquo; bahasa Sansekerta yang berarti 'utama, lebih' dalam bahasa  Kawi berarti 'ahli, pandai'.
Secara filosofis Prawiratama bermakna pasukan yang pemberani dan  pandai dalam setiap tindakan, selalu bijak walau dalam suasana perang.
Panji Prajurit Prawiratama adalah Geniroga, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna merah. Geniroga berasal dari kata 'gent berarti 'api' dan kata Sansekerta 'roga' berarti 'sakit'.
Prajurit Nyutra
Nama Nyutra berasal kata dasar sutra. Kata sutra dalam bahasa Kawi  berarti 'unggul' sedang dalam bahasa Jawa berarti 'bahan kain yang  halus'. Secara filosofis Nyutra bermakna pasukan yang halus seperti  halusnya sutera yang menjaga mendampingi keamanan raja.
Jika dalam kemiliteran saat ini, prajurit Nyutra setara dengan  Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Prajurit Nyutra merupakan  prajurit pengawal pribadi Sultan, tak heran jika keterampilan individu  serta persenjataan kesatuan ini paling lengkap diantara bregada lainnya.
Dwaja atau panji Prajurit Nyutra adalah Podhang Ngingsep Sari dan Padma Sri Kresna. Podhang Ngingsep Sari untuk Prajurit Nyutra Merah, berbentuk empat persegi panjang  dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna  merah. Padma Sri Kresna untuk Prajurit Nyutra Hitam berbentuk empat  persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran  dengan warna hitam.Prajurit Ketanggung
Nama Ketanggung berasal kata dasar &amp;lsquo;tanggung&amp;rsquo; berarti 'beban berat&amp;rsquo;.   Secara filosofis Ketanggung bermakna pasukan dengan tanggung jawab yang   sangat berat.
Bendera Prajurit Ketanggung adalah Cakra Swandana, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah gambar bintang bersegi enam dengan warna putih. Cakra Swandana berasal dari bahasa Sansekerta &amp;lsquo;Cakra&amp;rsquo;, senjata berbentuk roda bergerigi dan kata Kawi &amp;lsquo;Swandana&amp;rsquo; berarti kereta.
Prajurit Mantrijero
Nama Mantrijero berasal dari Bahasa Sansekerta, &amp;lsquo;Mantri&amp;rsquo; berarti juru   bicara dan &amp;lsquo;Jero&amp;rsquo; berarti dalam. Secara harfiah kata Mantrijero  berarti  pasukan yang mempunyai wewenang ikut ambil bagian dalam  memutuskan  segala sesuatu hal dalam lingkungan Keraton.
Klebet Prajurit Mantrijero adalah Purnamasidhi, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna putih. Purnamasidhi berasal dari kata Sansekerta, yaitu &amp;lsquo;Purnama&amp;rsquo; berarti bulan penuh dan kata &amp;lsquo;Siddhi&amp;rsquo; berarti 'sempurna'. Secara filosofis Purnamasidhi bermakna pasukan yang diharapkan selalu memberikan cahaya dalam kegelapan.
Prajurit Bugis
Nama Bugis berasal kata bahasa Bugis. Secara filosofis Prajurit Bugis   bermakna pasukan yang kuat, seperti sejarah awal mula yang berasal  dari  Bugis, Sulawesi.
Dwaja Prajurit Bugis adalah Wulan Dadari, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar hitam, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna kuning emas. Wulan Dadari berasal dari kata &amp;lsquo;Wulan&amp;rsquo; berarti bulan dan &amp;lsquo;Dadari&amp;rsquo; berarti mekar.   Secara filosofis bermakna pasukan yang diharapkan selalu memberikan   penerangan dalam kegelapan, ibarat berfungsi seperti munculnya bulan   dalam malam yang gelap yang menggantikan fungsi matahari.
Prajurit Surakarsa
Nama Surakarsa berasal dari kata &amp;lsquo;Sura&amp;rsquo; berarti berani dan &amp;lsquo;Karsa&amp;rsquo;   berarti kehendak. Jika diartikan dalam Bahasa Sansekerta, Surakarsa   berarti bermakna pasukan yang pemberani dengan tujuan selalu menjaga   keselamatan putra mahkota.
Klebet Prajurit Surakarsa adalah Pareanom, berbentuk empat   persegi panjang dengan warna dasar hijau, di tengahnya adalah lingkaran   dengan warna kuning. Pareanom berasal dari kata &amp;lsquo;Pare&amp;rsquo; yakni   tanaman merambat berwarna hijau yang buahnya jika masih muda berwarna   hijau kekuning-kuningan dan &amp;lsquo;Anom&amp;rsquo; berarti muda. Secara filosofis Pareanom bermakna pasukan yang selalu bersemangat dengan jiwa muda.</content:encoded></item></channel></rss>
