<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sisa Material Erupsi Merapi Masih 27 Juta Meter Persegi</title><description>Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Yogyakarta, termasuk di puncak Gunung Merapi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi"/><item><title>Sisa Material Erupsi Merapi Masih 27 Juta Meter Persegi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi</guid><pubDate>Rabu 16 November 2016 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi-KljiY2etnl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/16/510/1542512/sisa-material-erupsi-merapi-masih-27-juta-meter-persegi-KljiY2etnl.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: Ist)</title></images><description>


YOGYAKARTA - Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Yogyakarta, termasuk di puncak Gunung Merapi bisa mendorong endapan material turun ke bawah melalui aliran sungai.

Meski demikian, yang patut diwaspadai adalah ancaman banjir di sungai kecil seperti Sungsi Kali Trasi yang masuk di Kali Boyong, Kali Sempor dan Denggung yang masuk ke Winongo.

&quot;Sisa material erupsi merapi diperkirakan masih 27 juta meter persegi,&quot; kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Sleman, Heru Saptono saat dihubungi Okezone, Selasa (15/11/2016).

Adapun material tersebar di Sungai Gendol, Opak, Kuning, Boyong dan Krasak. terbanyak di Gendol dan Opak. Sebagian besar material sisa erupsi tahun 2010 sudah berkurang akibat penambangan.

Untuk mengantisipasi baik banjir lahar dan awan panas pihak BPBD sudah memasang early warning system (EWS). Sudah ada 13 buah EWS yang terpasang yang terdiri dari 9 untuk memantai bankir lar, dan 4 awan panas.

&quot;Tahun ini untuk EWS awan panas ditambah 4 lagi total semuanya ada 17 buah,&quot; jelasnya.

Heru menyampaikan, potensi lahar hujan masih terjadi. Namun, pihaknya melihat justru ancaman banjir sungai kecil seperti kali trasi yang masuk di Kali Boyong, Kali Sempor dan denggung yang masuk ke Winongo.

Dijelaskannya, sungai kecil tersebut tidak berhulu di Merapi, sehingga tidak menjadi ancaman banjir lahar. &quot;Ancamannya hanya banjir bandang, penyebabnya, beralihnya fungsi lahan dari sawah ke permukiman,&quot; bebernya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrim seperti saat ini.

Sebelumnya, Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengatakan, jika hujan deras dan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah DIY. Salah satunya di wilayah utara Sleman atau di sekitar Merapi.

Prediksi curah hujan kategori  tinggi 151 - 300 mm/dasarian atau sepuluh hari berpeluang terjadi di sebagia besar Sleman dan bagian utara Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul. &quot;Untuk Sleman curah hujan kategori tinggi terutama bagian utara atau kawasan Merapi,&quot; katanya.</description><content:encoded>


YOGYAKARTA - Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Yogyakarta, termasuk di puncak Gunung Merapi bisa mendorong endapan material turun ke bawah melalui aliran sungai.

Meski demikian, yang patut diwaspadai adalah ancaman banjir di sungai kecil seperti Sungsi Kali Trasi yang masuk di Kali Boyong, Kali Sempor dan Denggung yang masuk ke Winongo.

&quot;Sisa material erupsi merapi diperkirakan masih 27 juta meter persegi,&quot; kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Sleman, Heru Saptono saat dihubungi Okezone, Selasa (15/11/2016).

Adapun material tersebar di Sungai Gendol, Opak, Kuning, Boyong dan Krasak. terbanyak di Gendol dan Opak. Sebagian besar material sisa erupsi tahun 2010 sudah berkurang akibat penambangan.

Untuk mengantisipasi baik banjir lahar dan awan panas pihak BPBD sudah memasang early warning system (EWS). Sudah ada 13 buah EWS yang terpasang yang terdiri dari 9 untuk memantai bankir lar, dan 4 awan panas.

&quot;Tahun ini untuk EWS awan panas ditambah 4 lagi total semuanya ada 17 buah,&quot; jelasnya.

Heru menyampaikan, potensi lahar hujan masih terjadi. Namun, pihaknya melihat justru ancaman banjir sungai kecil seperti kali trasi yang masuk di Kali Boyong, Kali Sempor dan denggung yang masuk ke Winongo.

Dijelaskannya, sungai kecil tersebut tidak berhulu di Merapi, sehingga tidak menjadi ancaman banjir lahar. &quot;Ancamannya hanya banjir bandang, penyebabnya, beralihnya fungsi lahan dari sawah ke permukiman,&quot; bebernya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrim seperti saat ini.

Sebelumnya, Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengatakan, jika hujan deras dan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah DIY. Salah satunya di wilayah utara Sleman atau di sekitar Merapi.

Prediksi curah hujan kategori  tinggi 151 - 300 mm/dasarian atau sepuluh hari berpeluang terjadi di sebagia besar Sleman dan bagian utara Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul. &quot;Untuk Sleman curah hujan kategori tinggi terutama bagian utara atau kawasan Merapi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
