<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Inggris Heran Lihat Ibu-Ibu Berhijab Bebas Naik Motor di Yogya</title><description>Keheranannya itu terjadi karena melihat kebebasan dan kemandirian yang dirasakan oleh wanita muslim Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya"/><item><title>Dubes Inggris Heran Lihat Ibu-Ibu Berhijab Bebas Naik Motor di Yogya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya</guid><pubDate>Rabu 23 November 2016 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Kedaulatan Rakyat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya-yjJ82zqumb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (KRjogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/23/510/1549083/dubes-inggris-heran-lihat-ibu-ibu-berhijab-bebas-naik-motor-di-yogya-yjJ82zqumb.jpg</image><title>Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (KRjogja)</title></images><description>YOGYAKARTA - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia beragama Islam pertama, Moazzam Malik mengaku, sering mengunjungi Kota Yogyakarta, sejak dirinya belum menjabat sebagai duta besar.
Kunjungan tersebut digunakannya untuk berwisata menjelajah Yogya dan belajar bahasa Indonesia. Dalam beberapa kesempatan, dirinya mengaku terkejut atas fenomena yang ada di Yogyakarta, salah satunya adalah ibu-ibu berjilbab naik motor di Sunday Morning (Sunmor) di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).&amp;nbsp;
&quot;Saya langsung foto dan kirim whatsapp ke anak saya,&quot; kenang sang dubes, seperti dikutip dari KRjogja, Rabu (23/11/2016).
Keheranannya itu terjadi karena melihat kebebasan dan kemandirian yang dirasakan oleh wanita muslim Indonesia. Dirinya menceritakan, di banyak negara Islam, masih banyak wanita muslim yang mengalami represi dan dibatasi aktivitasnya. Misalnya tidak boleh mengendarai kendaraan sendiri, beraktivitas dengan bukan muhrim, dan tidak boleh memilih dalam pemilu.
&quot;Di Indonesia bebas saja. Inilah keunikan Indonesia,&quot; ujar dia
Beragam pengalaman unik tentang wanita muslim Indonesia juga pernah dialaminya. Dirinya menceritakan, pernah sekali waktu dirinya menghadiri acara kenegaraan di istana yang dihadiri oleh wakil presiden, menteri agama, dan beragam tokoh ulama dan tamu kenegaraan. Pada acara tersebut, kegiatan dibuka dengan doa dan tilawatil Quran oleh seorang ulama wanita.
&quot;Di Inggris tidak berani seperti ini. Bisa kontroversial,&quot; ujarnya.
Kerukunan antar umat beragama dan penghormatan atas wanita ini seringkali dianggap biasa oleh warga Indonesia. Padahal hal ini jarang ada di negara lain. Indonesia dianggapnya punya konsep yang baik layaknya Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, Islam Nusantara, dan Islam Berkemajuan. Hal inilah yang disebut sang dubes harus dikembangkan demi kebaikan dunia.
&quot;Ini sangat spesial. Kembangkan dan sebarkan mendunia,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia beragama Islam pertama, Moazzam Malik mengaku, sering mengunjungi Kota Yogyakarta, sejak dirinya belum menjabat sebagai duta besar.
Kunjungan tersebut digunakannya untuk berwisata menjelajah Yogya dan belajar bahasa Indonesia. Dalam beberapa kesempatan, dirinya mengaku terkejut atas fenomena yang ada di Yogyakarta, salah satunya adalah ibu-ibu berjilbab naik motor di Sunday Morning (Sunmor) di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).&amp;nbsp;
&quot;Saya langsung foto dan kirim whatsapp ke anak saya,&quot; kenang sang dubes, seperti dikutip dari KRjogja, Rabu (23/11/2016).
Keheranannya itu terjadi karena melihat kebebasan dan kemandirian yang dirasakan oleh wanita muslim Indonesia. Dirinya menceritakan, di banyak negara Islam, masih banyak wanita muslim yang mengalami represi dan dibatasi aktivitasnya. Misalnya tidak boleh mengendarai kendaraan sendiri, beraktivitas dengan bukan muhrim, dan tidak boleh memilih dalam pemilu.
&quot;Di Indonesia bebas saja. Inilah keunikan Indonesia,&quot; ujar dia
Beragam pengalaman unik tentang wanita muslim Indonesia juga pernah dialaminya. Dirinya menceritakan, pernah sekali waktu dirinya menghadiri acara kenegaraan di istana yang dihadiri oleh wakil presiden, menteri agama, dan beragam tokoh ulama dan tamu kenegaraan. Pada acara tersebut, kegiatan dibuka dengan doa dan tilawatil Quran oleh seorang ulama wanita.
&quot;Di Inggris tidak berani seperti ini. Bisa kontroversial,&quot; ujarnya.
Kerukunan antar umat beragama dan penghormatan atas wanita ini seringkali dianggap biasa oleh warga Indonesia. Padahal hal ini jarang ada di negara lain. Indonesia dianggapnya punya konsep yang baik layaknya Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, Islam Nusantara, dan Islam Berkemajuan. Hal inilah yang disebut sang dubes harus dikembangkan demi kebaikan dunia.
&quot;Ini sangat spesial. Kembangkan dan sebarkan mendunia,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
