<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berselang 11 Bulan, Dua Benda Langit Diduga Meteor Jatuh di Bengkulu</title><description>Benda langit yang diduga meteor jatuh di Provinsi Bengkulu, sempat terjadi sebanyak dua kali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu"/><item><title>Berselang 11 Bulan, Dua Benda Langit Diduga Meteor Jatuh di Bengkulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu</guid><pubDate>Kamis 24 November 2016 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu-TWmRekZQjF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Meteor timpa rumah di Bengkulu (Foto: Demon/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/24/340/1550472/berselang-11-bulan-dua-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-bengkulu-TWmRekZQjF.jpg</image><title>Meteor timpa rumah di Bengkulu (Foto: Demon/Okezone)</title></images><description>BENGKULU - Benda langit yang diduga meteor jatuh di Provinsi Bengkulu, sempat terjadi sebanyak dua kali. Pertama, benda asing diduga meteor jatuh pada Senin 25 Oktober 2015. Kedua, benda langit jatuh pada Rabu 23 November 2016, atau berselang sekira 11 bulan dari peristiwa pertama.

Benda asing yang jatuh pada tahun 2015 itu diduga jatuh di kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Sayangnya, benda asing itu tidak berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri, yang menyisiri lokasi tempat jatuhnya benda asing tersebut. Meskipun demikian, saat benda asing diduga meteor itu jatuh alat pendeteksi getaran milik BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, sempat merekam getaran.

Peristiwa kedua, benda langit diduga meteor jatuh kembali di Bengkulu, kemarin malam (Rabu 23 November 2016). Benda diduga meteor itu jatuh menimpa salah satu rumah warga di RT 16 RW 05 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

Benda diduga meteor yang jatuh itu, sebesar bola basket dengan berat tidak kurang dari 10 kilogram (kg). Saat jatuh, benda keraas itu menjebol atap rumah dan menimpa magic com dan kipas angin, milik Wahab yang menghuni rumah kontrakan di daerah itu.

Terkait benda asing yang jatuh itu, membuat warga setempat dan Kota Bengkulu, heboh. Sehingga benda asing itu diamankan oleh aparat kepolisian setempat.

Dikonfirmasi Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Litman  menyampaikan, kejadian benda langit yang diduga jatuh di Bengkulu bukan  hanya terjadi pada Rabu 23 November 2016. Namun, benda asing diduga  meteor juga sempat jatuh pada Senin 25 Oktober 2015.

Bedanya, kata dia, pada tahun 2015, benda asing diduga meteor tidak  berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Namun, jatuhnya benda asing itu alat pendeteksi pihaknya merekam  getaran saat benda asing itu jatuh ke bumi. Ditambah, suara yang  dikeluarkan saat itu cukup kencang dan mengeluarkan sinar terang ketika  jatuh ke bumi.

Sementara, benda langit diduga meteor yang jatuh pada tadi malam,  tidak merekam getaran ketika jatuh ke bumi. Kondisi itu ditandai dengan  benda langit yang jatuh tidak begitu besar.

Sehingga, kata dia, pihaknya meragukan benda langit diduga meteor  itu. Ditambah, tidak adanya tanda-tanda bekas lobang di dalam rumah  ketika benda langit itu jatuh.

&quot;Untuk tahun lalu kita merekam getaran saat benda diduga meteor itu  jatuh. Tapi, untuk kali ini alat kita tidak merekam getaran,&quot; jelas  Litman.

Namun, dirinya tidak dapat memastikan secara pasti apakah benda itu  benda langit diduga meteor atau bukan. Sebab, kata dia, hal tersebut  mesti adanya penelitian dari pihak terkait atau berkompoten.

&quot;Kita ragu karena alat kita tidak merekam getaran saat benda itu  jatuh. Bisa jadi saja benda itu meteor, tapi mesti diteliti dahulu,&quot;  sampai Litman.

Dari pantauan Okezone di lokasi, benda langit diduga meteor  itu jatuh  dan menjebol atap rumah. Sehingga atap rumah yang terbuat  dari seng itu  jebol dan robek dengan panjang dan lebar cukup besar.

Sementara di sekitar pemukiman tersebut tidak ada bangunan tinggi   seperti ruko atau membangun ruko. Terlebih lagi, rumah yang ditimpa   benda keras itu berada ditengah-tengah rumah lainnya.

Benda asing itu jatuh, ketika Kota Bengkulu sedang diterjang hujan   dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir, pada Rabu 23   November 2016.

Saat dicium dari dekat, pecahan benda langit diduga meteor itu   seperti bau belerang. Di bagian luar berwarna krem dan di bagian dalam   berwarna hitam. Tidak hanya itu, di dalam benda itu terdapat urat-urat   batu, yang mana benda keras seperti batu itu cukup keras berbeda dengan   batu lainnya.

</description><content:encoded>BENGKULU - Benda langit yang diduga meteor jatuh di Provinsi Bengkulu, sempat terjadi sebanyak dua kali. Pertama, benda asing diduga meteor jatuh pada Senin 25 Oktober 2015. Kedua, benda langit jatuh pada Rabu 23 November 2016, atau berselang sekira 11 bulan dari peristiwa pertama.

Benda asing yang jatuh pada tahun 2015 itu diduga jatuh di kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Sayangnya, benda asing itu tidak berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri, yang menyisiri lokasi tempat jatuhnya benda asing tersebut. Meskipun demikian, saat benda asing diduga meteor itu jatuh alat pendeteksi getaran milik BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, sempat merekam getaran.

Peristiwa kedua, benda langit diduga meteor jatuh kembali di Bengkulu, kemarin malam (Rabu 23 November 2016). Benda diduga meteor itu jatuh menimpa salah satu rumah warga di RT 16 RW 05 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

Benda diduga meteor yang jatuh itu, sebesar bola basket dengan berat tidak kurang dari 10 kilogram (kg). Saat jatuh, benda keraas itu menjebol atap rumah dan menimpa magic com dan kipas angin, milik Wahab yang menghuni rumah kontrakan di daerah itu.

Terkait benda asing yang jatuh itu, membuat warga setempat dan Kota Bengkulu, heboh. Sehingga benda asing itu diamankan oleh aparat kepolisian setempat.

Dikonfirmasi Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Litman  menyampaikan, kejadian benda langit yang diduga jatuh di Bengkulu bukan  hanya terjadi pada Rabu 23 November 2016. Namun, benda asing diduga  meteor juga sempat jatuh pada Senin 25 Oktober 2015.

Bedanya, kata dia, pada tahun 2015, benda asing diduga meteor tidak  berhasil ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Namun, jatuhnya benda asing itu alat pendeteksi pihaknya merekam  getaran saat benda asing itu jatuh ke bumi. Ditambah, suara yang  dikeluarkan saat itu cukup kencang dan mengeluarkan sinar terang ketika  jatuh ke bumi.

Sementara, benda langit diduga meteor yang jatuh pada tadi malam,  tidak merekam getaran ketika jatuh ke bumi. Kondisi itu ditandai dengan  benda langit yang jatuh tidak begitu besar.

Sehingga, kata dia, pihaknya meragukan benda langit diduga meteor  itu. Ditambah, tidak adanya tanda-tanda bekas lobang di dalam rumah  ketika benda langit itu jatuh.

&quot;Untuk tahun lalu kita merekam getaran saat benda diduga meteor itu  jatuh. Tapi, untuk kali ini alat kita tidak merekam getaran,&quot; jelas  Litman.

Namun, dirinya tidak dapat memastikan secara pasti apakah benda itu  benda langit diduga meteor atau bukan. Sebab, kata dia, hal tersebut  mesti adanya penelitian dari pihak terkait atau berkompoten.

&quot;Kita ragu karena alat kita tidak merekam getaran saat benda itu  jatuh. Bisa jadi saja benda itu meteor, tapi mesti diteliti dahulu,&quot;  sampai Litman.

Dari pantauan Okezone di lokasi, benda langit diduga meteor  itu jatuh  dan menjebol atap rumah. Sehingga atap rumah yang terbuat  dari seng itu  jebol dan robek dengan panjang dan lebar cukup besar.

Sementara di sekitar pemukiman tersebut tidak ada bangunan tinggi   seperti ruko atau membangun ruko. Terlebih lagi, rumah yang ditimpa   benda keras itu berada ditengah-tengah rumah lainnya.

Benda asing itu jatuh, ketika Kota Bengkulu sedang diterjang hujan   dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir, pada Rabu 23   November 2016.

Saat dicium dari dekat, pecahan benda langit diduga meteor itu   seperti bau belerang. Di bagian luar berwarna krem dan di bagian dalam   berwarna hitam. Tidak hanya itu, di dalam benda itu terdapat urat-urat   batu, yang mana benda keras seperti batu itu cukup keras berbeda dengan   batu lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
