<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Dapat Dukungan dari Polandia Terkait Brexit</title><description>Sementara Denmark akan lebih mementingkan negarinya daripada persahabatan, Polandia menyatakan sebaliknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit"/><item><title>Inggris Dapat Dukungan dari Polandia Terkait Brexit</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit</guid><pubDate>Senin 28 November 2016 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit-TIsXdw41Rt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Theresa May dan Beata Szydlo. (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/28/18/1552879/inggris-dapat-dukungan-dari-polandia-terkait-brexit-TIsXdw41Rt.jpg</image><title>Theresa May dan Beata Szydlo. (Foto: EPA)</title></images><description>WARSAWA &amp;ndash; Brexit atau Britain Exit terus menjadi polemik di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa. Beberapa kawan lama memutuskan tidak mendukung atau bersikap abu-abu terhadap Inggris Raya. Walau ada juga yang terang-terangan menyatakan dukungan dan kesetiaannya pada negara pimpinan Ratu Elizabeth II tersebut.
Salah satu sekutu dekat Inggris Raya yang secara terbuka menyatakan Brexit telah mengubah kemitraan kedua negara adalah Denmark. Mendapat tekanan dari sana-sini, termasuk dari Jerman dan dewan Uni Eropa sendiri, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengungkap mereka masih memiliki Polandia.
Dilansir Reuters, Senin (28/11/2016), May memastikan Polandia akan tetap setia mendukung keputusan rakyat Inggris Raya untuk keluar dari UE. Hal tersebut dengan mempertimbangkan utang-budi dan persahabatan yang terjalin antarkedua negara selama ini.
&amp;ldquo;Hubungan yang terjalin antara Polandia dan Inggris Raya sangat istimewa dan alami. Perang Dunia II menakdirkan kebersamaan kami dalam keadaan yang paling dramatis, yakni melalui Pertempuran Inggris Raya dan kejatuhan Polandia terhadap dua rezim otoriter, Nazi dan Komunisme. Dengan Eropa berada di bawah ancaman, para pilot, tentara dan codebreakers Polandia mendukung Inggris dalam pertempuran yang memperjuangkan kebebasan dunia,&amp;rdquo; ucap Perdana Menteri Polandia, Beata Szydlo dalam kolom Telegraph.
May dan Szydlo akan melakukan diskusi mendalam terkait kerjasama mereka di bidang pertahanan, keamanan dan perdagangan pada Senin 28 November waktu setempat. Selain itu, keduanya juga akan mencari landasan bersama yang mengukuhkan hubungan kedua negara setelah Brexit diterapkan.
&amp;ldquo;Saya yakin Brexit tidak akan melemahkan kemitraan kami dengan Polandia. Sebaliknya, langkah ini akan semakin mempercepat penguatan hubungan. (Pertemuan tingkat tinggi) menandai dimulainya babak baru dalam kemitraan kami sehingga kami akan bekerja sama lebih dekat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan bangsa kami dalam tahun-tahun mendatang,&amp;rdquo; jelas May di kantornya, Downing Street.Polandia sendiri baru bergabung dengan Uni Eropa pada 2004. Sejak itu  hubungan luar negeri yang terjalin antarkedua negara memang semakin  lekat. Melalui perang, semangat mereka tersatukan dan hal itu yang tidak  akan terlupakan.
&amp;ldquo;Dan ketika perang berakhir pada kekalahan Polandia, yakni atas  kedaulatan wilayah kami selama lebih dari separuh abad, syukurlah London  menerima kami. Mereka membuka tangan lebar-lebar dan merangkul kami  dengan keramahannya. Kami yang saat itu menjadi pemerintahan yang  terasingkan berkat Inggris bisa tetap melestarikan kebebasan rakyat  Republik Polandia. Fakta ini yang tidak akan pernah kami lupakan,&amp;rdquo; tegas  Szydlo.
Hingga kini, diperkirakan ada 831 ribu keturunan Polandia yang  tinggal di Inggris per 2015. Jumlah ini meningkat sebanyak 750 ribu  orang dibandingkan pada 2004.
Setali tiga uang dengan pernyataan Szydlo, May juga kemungkinan akan  mewakili Inggris mengingatkan dunia atas penderitaan yang pernah dialami  Polandia semasa PD II. Ia juga akan menyoroti peran penting Polandia  dalam aspek bisnis, kedokteran, pendidikan, dan seni.
&amp;ldquo;Kami tidak akan pernah melupakan pilot Polandia yang dengan berani  menerjang langit bersama kami menghadapi PD II, memperjuangkan kebebasan  dan demokrasi di Eropa. Demikian juga kontribusi berharga yang dibuat  oleh begitu banyak orang Polandia di negara kami saat ini,&amp;rdquo; balas May.</description><content:encoded>WARSAWA &amp;ndash; Brexit atau Britain Exit terus menjadi polemik di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa. Beberapa kawan lama memutuskan tidak mendukung atau bersikap abu-abu terhadap Inggris Raya. Walau ada juga yang terang-terangan menyatakan dukungan dan kesetiaannya pada negara pimpinan Ratu Elizabeth II tersebut.
Salah satu sekutu dekat Inggris Raya yang secara terbuka menyatakan Brexit telah mengubah kemitraan kedua negara adalah Denmark. Mendapat tekanan dari sana-sini, termasuk dari Jerman dan dewan Uni Eropa sendiri, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengungkap mereka masih memiliki Polandia.
Dilansir Reuters, Senin (28/11/2016), May memastikan Polandia akan tetap setia mendukung keputusan rakyat Inggris Raya untuk keluar dari UE. Hal tersebut dengan mempertimbangkan utang-budi dan persahabatan yang terjalin antarkedua negara selama ini.
&amp;ldquo;Hubungan yang terjalin antara Polandia dan Inggris Raya sangat istimewa dan alami. Perang Dunia II menakdirkan kebersamaan kami dalam keadaan yang paling dramatis, yakni melalui Pertempuran Inggris Raya dan kejatuhan Polandia terhadap dua rezim otoriter, Nazi dan Komunisme. Dengan Eropa berada di bawah ancaman, para pilot, tentara dan codebreakers Polandia mendukung Inggris dalam pertempuran yang memperjuangkan kebebasan dunia,&amp;rdquo; ucap Perdana Menteri Polandia, Beata Szydlo dalam kolom Telegraph.
May dan Szydlo akan melakukan diskusi mendalam terkait kerjasama mereka di bidang pertahanan, keamanan dan perdagangan pada Senin 28 November waktu setempat. Selain itu, keduanya juga akan mencari landasan bersama yang mengukuhkan hubungan kedua negara setelah Brexit diterapkan.
&amp;ldquo;Saya yakin Brexit tidak akan melemahkan kemitraan kami dengan Polandia. Sebaliknya, langkah ini akan semakin mempercepat penguatan hubungan. (Pertemuan tingkat tinggi) menandai dimulainya babak baru dalam kemitraan kami sehingga kami akan bekerja sama lebih dekat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan bangsa kami dalam tahun-tahun mendatang,&amp;rdquo; jelas May di kantornya, Downing Street.Polandia sendiri baru bergabung dengan Uni Eropa pada 2004. Sejak itu  hubungan luar negeri yang terjalin antarkedua negara memang semakin  lekat. Melalui perang, semangat mereka tersatukan dan hal itu yang tidak  akan terlupakan.
&amp;ldquo;Dan ketika perang berakhir pada kekalahan Polandia, yakni atas  kedaulatan wilayah kami selama lebih dari separuh abad, syukurlah London  menerima kami. Mereka membuka tangan lebar-lebar dan merangkul kami  dengan keramahannya. Kami yang saat itu menjadi pemerintahan yang  terasingkan berkat Inggris bisa tetap melestarikan kebebasan rakyat  Republik Polandia. Fakta ini yang tidak akan pernah kami lupakan,&amp;rdquo; tegas  Szydlo.
Hingga kini, diperkirakan ada 831 ribu keturunan Polandia yang  tinggal di Inggris per 2015. Jumlah ini meningkat sebanyak 750 ribu  orang dibandingkan pada 2004.
Setali tiga uang dengan pernyataan Szydlo, May juga kemungkinan akan  mewakili Inggris mengingatkan dunia atas penderitaan yang pernah dialami  Polandia semasa PD II. Ia juga akan menyoroti peran penting Polandia  dalam aspek bisnis, kedokteran, pendidikan, dan seni.
&amp;ldquo;Kami tidak akan pernah melupakan pilot Polandia yang dengan berani  menerjang langit bersama kami menghadapi PD II, memperjuangkan kebebasan  dan demokrasi di Eropa. Demikian juga kontribusi berharga yang dibuat  oleh begitu banyak orang Polandia di negara kami saat ini,&amp;rdquo; balas May.</content:encoded></item></channel></rss>
