<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Antartika Dijadikan Benua Bebas Militer</title><description>Pada artikel ini, Okezone akan mengulas mengenai dijadikannya Antartika sebagai benua yang bebas aktivitas militer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/01/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/01/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer"/><item><title>HISTORIPEDIA: Antartika Dijadikan Benua Bebas Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/01/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/01/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2016 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/30/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer-ruejZtnw4i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto bendera-bendera negara yang ikut menyetujui Antartica Treaty (Foto: </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/30/18/1555198/historipedia-antartika-dijadikan-benua-bebas-militer-ruejZtnw4i.jpg</image><title>Foto bendera-bendera negara yang ikut menyetujui Antartica Treaty (Foto: </title></images><description>PADA hari ini di tahun 1959 terdapat momen bersejarah yang disepakati oleh beberapa negara untuk menjadikan salah satu benua di dunia bebas aktivitas militer. Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet termasuk ke dalam 12 negara yang ikut menandatangani Antartica Treaty (Perjanjian Antartika) dan sepakat untuk melarang adanya aktivitas militer serta percobaan senjata di benua Antartika.
Semenjak abad ke-18, sejumlah negara berusaha untuk mengklaim teritori di Antartika sebagai wilayah kedaulatan mereka. Namun, hal ini tentu saja menciptakan pergesekan kepentingan masing-masing negara hingga memburuknya hubungan diplomatik.
Bahkan pada 1948, militer Argentina sempat terlibat kontak senjata dengan tentara Inggris yang mengklaim sebuah wilayah yang sama di Antartika. Insiden ini ditambah dengan bukti yang mengindikasikan Uni Soviet mulai melirik Antartika membuat AS tidak tinggal diam.
AS kemudian mengajukan proposal untuk membuat Antartika berada di bawah pengawasan PBB. Tentu saja ide ini ditolak oleh negara-negara yang mengklaim wilayah kedaulatan mereka di Antartika.
Di tahun 1950-an, beberapa pejabat AS menekan pemerintah Negeri Paman  Sam untuk meningkatkan peran aktif di Antartika. Para pejabat tersebut  menduga benua tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi tes  nuklir.
Untungnya Presiden Dwight D. Eisenhower tidak mendengarkan tekanan  tersebut dan memilih jalan alternatif. Ia mengutus pada diplomat AS  untuk bekerja sama dengan Uni Soviet demi menciptakan perjanjian yang  dapat menjadikan Antartika sebagai zona yang bebas aktivitas militer dan  menekan debat yang terjadi di masa depan perihal klaim teritorial di  benua tersebut.
Terciptalah Antartica Treaty yang berisi tidak diperbolehkannya  adanya aktivitas militer hingga percobaan nuklir namun aktivitas ilmiah  masih diperbolehkan. Pada perjanjian itu dituliskan para peneliti bebas  berkeliling tanpa batasan.
Akhinya 12 negara menyetujui perjanjian itu dan menandatanganinya  pada 1 Desember 1959. Perjanjian ini juga dianggap sebagai langkah kecil  namun besar dalam perkembangan kontrol senjata dan kerjasama politik  antara AS dan Uni Soviet.</description><content:encoded>PADA hari ini di tahun 1959 terdapat momen bersejarah yang disepakati oleh beberapa negara untuk menjadikan salah satu benua di dunia bebas aktivitas militer. Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet termasuk ke dalam 12 negara yang ikut menandatangani Antartica Treaty (Perjanjian Antartika) dan sepakat untuk melarang adanya aktivitas militer serta percobaan senjata di benua Antartika.
Semenjak abad ke-18, sejumlah negara berusaha untuk mengklaim teritori di Antartika sebagai wilayah kedaulatan mereka. Namun, hal ini tentu saja menciptakan pergesekan kepentingan masing-masing negara hingga memburuknya hubungan diplomatik.
Bahkan pada 1948, militer Argentina sempat terlibat kontak senjata dengan tentara Inggris yang mengklaim sebuah wilayah yang sama di Antartika. Insiden ini ditambah dengan bukti yang mengindikasikan Uni Soviet mulai melirik Antartika membuat AS tidak tinggal diam.
AS kemudian mengajukan proposal untuk membuat Antartika berada di bawah pengawasan PBB. Tentu saja ide ini ditolak oleh negara-negara yang mengklaim wilayah kedaulatan mereka di Antartika.
Di tahun 1950-an, beberapa pejabat AS menekan pemerintah Negeri Paman  Sam untuk meningkatkan peran aktif di Antartika. Para pejabat tersebut  menduga benua tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi tes  nuklir.
Untungnya Presiden Dwight D. Eisenhower tidak mendengarkan tekanan  tersebut dan memilih jalan alternatif. Ia mengutus pada diplomat AS  untuk bekerja sama dengan Uni Soviet demi menciptakan perjanjian yang  dapat menjadikan Antartika sebagai zona yang bebas aktivitas militer dan  menekan debat yang terjadi di masa depan perihal klaim teritorial di  benua tersebut.
Terciptalah Antartica Treaty yang berisi tidak diperbolehkannya  adanya aktivitas militer hingga percobaan nuklir namun aktivitas ilmiah  masih diperbolehkan. Pada perjanjian itu dituliskan para peneliti bebas  berkeliling tanpa batasan.
Akhinya 12 negara menyetujui perjanjian itu dan menandatanganinya  pada 1 Desember 1959. Perjanjian ini juga dianggap sebagai langkah kecil  namun besar dalam perkembangan kontrol senjata dan kerjasama politik  antara AS dan Uni Soviet.</content:encoded></item></channel></rss>
